Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
139


__ADS_3

Setelah perdebatan keduanya selesai kini kedua orang itu sedang duduk di meja makan sambil memakan nasi goreng.


"Gimana Be, nasi goreng nya enak ngga? tanyanya sambil melihat kearah wanitanya.


" Enak kak."jawabnya jujur.


"Alhamdulillah".


"Kak".panggilnya.


" Hem".katanya sambil menguyah makanannya.


"Sejak kapan kakak bisa masak?Bukankah dahulu kakak tidak masak tapi kok sekarang tiba-tiba bisa".tanyanya penuh selidik.


Laki-laki itupun tersenyum.


" Aku kursus masak".jawabnya singkat.


"Kakak kursus masak?


" Iya.Dan aku ikutan kursus masak juga karena ada alasannya".ucapnya dan membuat wajah wanitanya itu langsung menatap laki-laki yang berada di sampingnya itu dengan berbagai tanda tanya.


"Kamu mau tau ngga alasannya? tanyanya dan membuat wanitanya itu terdiam sejenak untuk berpikir lalu setelahnya dia pun menganggukkan kepalanya tanda iya.


"Aku belajar memasak saat berada di luar negeri alasan ku untuk kursus itu adalah kamu Be".


"Ana".katanya sambil menunjuk dirinya sendiri.


" Iya, kamu adalah alasannya kenapa aku ikut kursus memasak. Selain itu aku juga ingin mengisi waktu ku untuk hal yang positif karena berpisah dengan mu".


"Saat kit berpisah terus terang hatiku benar-benar hancur, ingin kabur tapi tidak bisa karena begitu banyaknya orang-orang suruhan Papah ku berjaga 24 jam dan itu membuat ku merasa benar-benar tertekan jadi untuk menghibur hatiku yang hancur jadinya aku memutuskan untuk belajar memasak untuk mengisi waktu luang ku dan akhirnya aku bisa merasakannya sekarang ternyata memasak bukanlah suatu pekerjaan yang buruk".ucapnya senang.

__ADS_1


"Ternyata semua yang kita lalui adalah proses untuk menuju kesuksesan dan aku bisa merasakan nya sekarang.Semuanya itu tidak akan terjadi jika bukan karena dirimu Be.Hingga akhirnya aku sekarang ini sudah bisa berdiri di kaki ku sendiri,semua itu aku lakukan hanya untuk kamu, untuk masa depan kita.Dan pemikiran itu terjadi sebelum aku mengetahui kalau diriku ini sudah memiliki seorang putri yang sangat cantik".ucapnya lagi sedangkan Beana masih terdiam mendengarkannya bicara.


"Setelah aku pulang nanti aku akan mengembangkan bisnis restoran yang selama ini sudah berkembang menjadi lebih berkembang lagi agar jika suatu saat Papaku mengusik ku aku tidak akan pernah takut lagi dengannya.Ya walaupun resikonya aku akan keluarkan sebagai ahli warisnya.Tapi aku tidak takut karena aku bisa menghasilkan uang dengan hasil kerja kerasku sendiri".


"Ternyata menjadi seorang pewaris seperti kakak itu tidak enak ya".ucap wanitanya sambil kembali fokus memakan makanan nya.


"Itu benar Be".


" Ana kira selama ini kakak itu bahagia karena menjadi anak seorang Sultan,semua nya telah tersedia, uang apalagi pastinya banyak kan tinggal gesek-gesek aja ngga perlu kerja".


"Dulu Ana sempat berpikir, mungkin enak kali ya kalau menjadi anak orang kaya eh ngga taunya".ucapnya sambil melihat kearah piring nya di mana nasi goreng di atasnya kini sudah habis tak tersisa.


Sehan melihat kearah wanitanya yang masih menunduk melihat piring nya kini telah kosong.Tanpa kata dia pun langsung mendorong piringnya yang masih banyak nasi goreng


"Makanlah".


Wanita itupun terkejut


"Iya".


" Tapi inikan nasi goreng buat kakak ".


" Tidak apa-apa makan saja, lagipula aku sudah mencicipi nya tadi. Ya walaupun hanya sedikit saja tapi itu sudah dari cukup".


"Tapi kak".katanya mencoba menolaknya dengan sedikit menggeser piring itu kepada pemiliknya tapi laki-laki kembali menaruhnya di depannya lagi.


"Makanlah Be, aku tau kamu masih lapar".katanya dan membuat wajah wanita nya berubah menjadi merona malu.


" Ngga usah malu aku sudah biasa dengan kebiasaan kamu.Tubuh kamu kecil tapi selera makan mu banyak ".ujarnya sambil mencubit hidung mancung wanitanya.


" Kak Se tapi terima kasih".protesnya sambil mengusap-usap hidungnya yang tadi terkena cubit dan menyendok nasi gorengnya.

__ADS_1


"Kamu itu lucu Be".


" Lucu! Memangnya Ana ini badut".protesnya


Laki-laki itupun tertawa saat melihat ibu dari putrinya itu masih bertingkah seperti anak SMA saja tapi kalau di pikir-pikir memang benar sih umur wanitanya memang masih muda wanitanya itu baru 21 tahun.Dan sesaat wajah laki-laki itupun terlihat sedih saat mengingat kalau wanitanya itu belum tamat SMA karena kesalahannya.


Sungguh dalam hatinya benar-benar menyesalinya.


"Setelah menikah nanti aku akan mendaftarkan kamu untuk ujian persamaan dan setelahnya kamu akan kuliah agar cita-cita yang dulu kamu inginkan akan tercapai.Inilah janji ku Be".ucapnya dalam hati sambil terus melihat kearah wanitanya yang masih makan nasi gorengnya.


"Be".


"Hem".


" Mari kita menikah!ucapnya dan membuat wanita yang sedang makan itupun langsung tersedak karena terkejut dengan cepat laki-laki itupun langsung memberikan gelas berisi air putih kepada wanitanya.Setelah batuknya mereda dia pun melihat kearah laki-laki itu.


"Kakak melamar Ana?


" Iya".


"Melamar kok di ruang makan memang nya ngga ada tempat yang lain selain di sini.Ngga romantis banget".protesnya dan laki-laki itupun tersenyum lalu tanpa berkata-kata dia pun langsung bangun dari kursi dan memutar kursi wanitanya agar dia bisa berhadapan.Tanpa kata dia berjongkok


Bruk


Dan membuat wanitanya itu terlihat bingung.


"Beana Setiawan maukah kamu menjadi istri ku? tanyanya sambil memberikan sebuah kotak berundru kecil berwarna biru lalu membukanya dan sontak itu membuat nya terkejut karena di dalam kotak itu ada sebuah cincin


" Inikan ".


bersambung

__ADS_1


__ADS_2