
Di Jakarta.
Beana kini sedang bersiap-siap untuk tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Perempuan cantik itu melirik kasur di samping nya lalu dia pun melihat putri kecilnya kini sudah tertidur lelap.
"Pasti kamu lelah banget ya sayang.Selamat tidur putri ku sayang semoga kamu mimpi indah".ucapnya sambil mencium kening putrinya lembut.
Beana mencoba untuk ikut berbaring di samping putrinya dia mencoba untuk memejamkan kedua matanya tapi hasilnya tetap saja kedua matanya sama sekali tidak bisa terpejam.
Kini dia diam sambil memikirkan sesuatu
" Sebenarnya siapa sih orang yang menjadi majikan ku ini?
Apa aku mengenalnya?
Ataukah sebaliknya majikan baru ku yang mengenalku?
"Kalau dia mengenal ku kenapa orang yang menjadi majikan ku itu tidak pernah menunjukkan dirinya pada ku?
"Terus yang membuat ku bertanya-tanya dalam hati apa maksudnya dan tujuannya dia memberikan ku kartu black card yaitu kartu tanpa batas".
" Ah aku benar-benar pusing memikirkannya".Ucapnya dalam hati sambil bangun dari tempat tidur dan melangkah menuju meja di mana tas selempang nya berada.
Dengan cepat tangannya langsung membuka tasnya dan mengambil dompetnya lalu mengambil sesuatu di dalam sana.Hingga sejenak dia pun teringat dengan perkataan dari Mba Wita tadi siang.
Flashback on
Pagi itu Beana sedang sibuk menyapu lantai rumah kontrakan nya hingga tiba-tiba seseorang menegurnya
"Selamat pagi Ana".katanya sambil duduk di teras kontrakan nya itu dengan segelas teh hangat di tangan kanannya.
Beana pun melihat nya sambil tersenyum
" Pagi Mba".
"Kok kamu masih di rumah An, bukannya hati ini kamu sudah masuk kerja lagi?
Perempuan itupun tersenyum.
" Seharusnya sih gitu tapi tadi orang kepercayaan dari majikan aku bilang tidak usah ke apartemen.Katanya dia besok saja masuk kerja nya, ya jadilah aku sekarang masih libur. Kalau Mba Wita kenapa ngga tidak masuk kerja? tanyanya ingin tau.
"Hari ini jatah aku libur Ana".
__ADS_1
" Oh gitu".
Keduanya pun terdiam sejenak lalu perempuan yang bernama Wita itupun kembali memulai pembicaraan
"Ana".panggilnya.
" Iya Mba".
"Hari ini kita berdua kan libur, bagaimana kalau kita pergi ke Mall untuk refreshing".ucapnya memberi usul.
Perempuan itupun terdiam sejenak memikirkannya.Hingga membuat Wita pun menjadi tidak sabar menunggu keputusannya.
" Gimana mau ngga?
"Aku." ucapnya tercekat di tenggorokannya.
"Jangan bilang kami itu belum gajian dan kamu mempunyai uang".katanya menebak.
Beana pun hanya terdiam tanpa menjawabnya
" Benarkan tebakan aku kalau kamu itu tidak mempunyai uang karena belum gajian.Tapi kamu tenang saja sahabat mu ini yang akan mentraktir uang jadi bersiap-siaplah kita kan tetap pergi dan tidak ada penolakan".
Akhirnya perempuan itupun terpaksa mengikuti keinginan nya dan tanpa kata dia pun masuk ke dalam kontrakannya untuk bersiap-siap.
Gadis kecil itupun tersenyum senang karena bisa menaiki mobil yang menurutnya sangat bagus.
Mobil yang membawa mereka akhirnya pun sampai di Mall. Gadis kecil itu begitu bahagia saat ketiga nya memasuki Mall.
Ketiga perempuan itupun masuk ke dalam Mall.Tapi mendadak perut perempuan yang bernama Wita itupun tiba-tiba sakit dan dia pun izin ke toilet sebentar hingga tinggallah kedua perempuan itu.
Sambil menunggu dia pun berdiri tidak jauh dari putri kecilnya. Lalu Beana pun termenung sejenak saat teringat seseorang.Dialah orang yang pertama kalinya mengajaknya. Entah jodoh atau mungkin sudah takdir laki-laki itulah yang telah berhasil merenggut keperawanannya dan akibatnya dengan kejadian malam itu telah merubah segalanya.
"Bunda".panggil putrinya sambil menarik-narik tangan perempuan yang menjadi Bunda nya
Perempuan itupun akhirnya tersadar lalu dia pun menggenggam tangan putri kecilnya dan mengusap-usap punggung tangan kecilnya dengan sayang.
" Ada apa sayang?
"Sam mau main di situ".katanya sambil menunjuk kearah pusat permainan.
Perempuan itupun langsung mengikuti kemana arah tangan anaknya dan dia pun melihatnya.
__ADS_1
" Kamu mau main di Timezone ? tanyanya dan gadis itupun menganggukkan kepala nya tanda iya.
"Jadi apakah boleh Sam bermain di dalam sana Bunda?
"Tentu saja boleh tapi tunggu Aunty Wita dulu ya, mungkin sebentar lagi kembali sini".
" Baiklah. "
Dan tak lama wanita itupun kembali menghampiri keduanya dan mereka menghabiskan waktu bersama dan Wita juga yang membayar.
Di saat ketiga nya sudah puas bermain ,kini ketiga perempuan itu pun kini sedang menikmati makan siang mereka di sebuah cafe.
"Kali ini biar aku saja yang bayar" ucap nya kepada wanita yang berada di depan nya.
"Baiklah".
Beana pun tersenyum lalu mengeluarkan sebuah kartu dan itu menaruhnya dimeja dan membuat seseorang pun melihat nya.
" Ana, apa itu kartu punya elo?
"Iya Mba punya aku majikan aku baru yang memberikan nya. Memangnya ada Mba dengan kartu itu?
" Elo tau ngga ini kartu apa? tanyanya sambil menunjuk ke arah kartu yang kini di pegang oleh perempuan itu.
"Ya itu bukannya kartu ATM Mba".
" Betul tapi asal loh tau itu kartu bukan sembarang kartu karena kartu yang adalah kartu tanpa nominal terbatas jadi hanya dengan kartu ini elo bisa membeli rumah baru, kendaraan baru dan bahkan masih banyak lagi kegunaan nya."ucapnya menjelaskan dan membuat perempuan itupun terkejut.
"Masa sih Mba?
" Itu benar Ana."ucapnya meyakinkan.
Flashback off
Hingga pulang Mall tadi pikirannya pun gelisah.Lalu
di genggam lah kartu itu sambil pandangan matanya melihat kearah benda itu.
"Sebenarnya siapa pemilik kartu ini sih? tanyanya sambil dalam hati hingga tiba-tiba dia pun akhirnya tersenyum karena mempunyai rencana bahwa besok lusa dia mulai menyelidiki siapa sebenarnya majikan barunya itu.
" Sungguh diriku tidak sabar menunggu hari esok."batinnya berkata sambil memasukkan kembali kartu itu ke dalam dompetnya
__ADS_1
bersambung