
Beana keluar dari kamar setelah menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya, kini ibu muda itu sedang berjalan menuju kamar putrinya.Pelan-pelan dia memegang handle pintu dan membuka pintunya.
Saat pintu terbuka wanita itupun melihat putri nya kini sedang duduk di atas tempat tidurnya sambil memainkan mainnya.
Sambil tersenyum ibu muda itu mendekati tempat tidur putri nya
"Selamat pagi princess Bunda".ucapnya dan gadis kecil itupun tersenyum melihat Bundanya.
" Bunda".balasnya sambil terus memainkan mainannya.
"Main apa sih? tanyanya.
" Main boneka Barbie".jawabnya dan ibu muda itupun hanya mengangguk.
"Princess Bunda sudah mandi belum?
"Belum Bunda".jawabnya jujur.
" Ya sudah kalau begitu princess Bunda mandi dulu nanti mainnya baru di lanjut lagi".ucapnya dan gadis kecil itupun mengangguk mengiyakannya lalu tanpa kata gadis kecil itupun langsung turun dari tempat tidurnya untuk menuju kamar mandi.
"Mau Bunda bantu mandi? tanyanya kepada putrinya dan lagi-lagi gadis kecil itupun mengangguk.
Akhirnya ibu muda itupun membantu putrinya untuk mandi juga membantunya untuk memakai pakaian ganti.
Setelah rapi keduanya pun keluar dari kamar untuk turun ke lantai satu.Sampai di sana Beana langsung menuju pantry sedangkan putrinya kini sedang ada di ruang tv untuk menonton film kartun kesukaan nya sambil memainkan boneka Barbie dan juga ada segelas susu hangat yang sudah di buatkan oleh Bundanya untuk nya.
Gadis kecil itupun terus saja memainkan mainan nya dan menonton tv.Hingga gadis kecil itupun tidak menyadari kalau seseorang sedang berdiri tidak jauh darinya itu tersenyum saat melihat putrinya begitu serius melakukan dua kegiatan sekaligus.
Laki-laki itupun langsung berjalan ke arah pantry untuk menemui istri tercintanya.Dan benar saja dia pun melihatnya kini sedang menata semua sarapan yang sudah selesai di buatnya dan kini sudah tersedia di atas meja.
"Hem harumnya jadi lapar".ucapnya dan istrinya langsung melihat ke arah suaminya yang kini sudah berdiri di samping nya itu tanpa berkedip, sungguh sekarang ini suaminya itu begitu sangat tampan dengan pakaian kerjanya dan tiba-tiba saja hatinya mendadak sedikit takut, takut banyak wanita yang mengharapkan suaminya.
"Hey Be".panggilnya dan menyentil keningnya hingga ibu muda itupun tersadar dari lamunannya.
" Aduh kak sakit tau".jawabnya sambil mengusap-usap keningnya yang terkena sentil tadi.
"Siapa suruh melamun".
" Ana ngga melamun kak".katanya mengelak.
"Terus tadi kamu ngapain?
Wanita itu hanya cengengesan.
" Hanya sedikit saja".
"Itu sih sama saja Be, sama-sama melamun juga".ucapnya dan membuat istrinya itupun sedikit cemberut dan membuat laki-laki itupun tersenyum smirk.Tanpa kata laki-laki itupun langsung manarik pinggang istrinya hingga posisi keduanya kini saling berhadapan.
"Kak,kakak mau apa? tanyanya sedikit gugup karena laki-laki itu mengangkat salah satu tangannya untuk menyentuhnya.
Sehan pun hanya tersenyum melihat tingkah istrinya
" Memang aku ngapain?tanyanya sedikit menggoda istrinya.
"Ya Ana nggak tau kak Se mau apa".ucapnya sedikit gugup.
Lalu tiba-tiba tanpa kata suaminya pun langsung memberikan sebuah dasi ke tangan istrinya.
"Bantu aku pakaikan dasi".ujarnya sambil menatap istrinya yang masih terdiam.
" Ayo sayang cepat pakaikan".katanya lagi.
"Jadi kak Se menyuruh Ana untuk memakai dasi, Ana kira kakak mau".ucapnya terhenti dan membuat laki-laki itupun mengerutkan keningnya.
Sehan langsung menarik tubuh ramping istrinya hingga kini posisi nya seperti berpelukan.
"Kok berhenti?Coba katakan aku mau apa?tanyanya tepat di telinga istrinya hingga dia pun merasakan hembusan napas suaminya yang beraroma mint.
__ADS_1
" Kak".ucapnya dengan wajahnya yang kini berubah menjadi memerah seperti kepiting rebus.
Sehan pun tertawa
"Kok malah ketawa sih kak, memangnya ada yang lucu ya?
" Ngga ada yang lucu sayang hanya pengen ketawa saja".
"Wah jangan-jangan kak Se sudah tanda-tanda nih".
" Sudah tanda-tanda apa?
"Tanda kakak mau gil..".jawabnya terputus saat laki-laki langsung mencium bibir merahnya.
Beana pun langsung memukuli dada suaminya karena dirinya hampir kehabisan napas.
"Kakak mau membunuh Ana?
" Maaf sayang habis bibir kamu itu bikin aku candu ".jawabnya sambil tersenyum senang.
" Dasar kakak nya aja yang mesum".
Sehan tidak menjawab nya karena apa yang barusan di katakan oleh istrinya adalah suatu kebenaran.Karena Beana adalah wanita pertama yang membuat dirinya jatuh cinta dan kini wanita itu juga yang sekali lagi telah membuatnya semakin jatuh cinta kepada nya.
"Benarkan apa yang Ana ucapkan barusan?tanyanya ingin tau.
" Kamu benar sayang,sekarang cepat pakaikan dasinya sebentar lagi Bimo akan datang menjemput ku".ucapnya dan Beana pun langsung mengerjakannya setelah laki-laki itu melepaskan pelukannya.
"Be".
" Iya kak".jawabnya sambil fokus memasangkan dasinya.
"Nanti kalau Bimo datang kamu pakai hijabnya ya".
pintanya sambil mengusap-usap rambut panjang istrinya yang berwarna hitam.
Dan tak lama ibu muda itupun tersenyum setelah selesai memakaikan dasi suaminya.
" Sudah selesai kak".katanya senang.
Sehan pun tersenyum lalu mencium kening istrinya.
"Terima kasih istriku".katanya lalu dia pun duduk di kursi untuk sarapan.
" Sama-sama suamiku ".balasnya dan laki-laki itupun semakin tersenyum lebar saat mendengarnya.
"Kakak mau sarapan apa, nasi goreng atau roti bakar?
" Nasi goreng saja Be".jawabnya lalu dengan sigap istrinya itupun langsung mengambilkan nasi goreng lalu memberikannya kepada suaminya.
"Terima kasih Be".ucapnya dan istrinya pun mengangguk.Tapi laki-laki itupun langsung melihat kearah istrinya saat wanita itu akan beranjak pergi.
" Mau kemana Be?
"Ana mau panggil Samara dulu, kakak lanjut aja nanti Ana kembali".ucapnya menjelaskan dan akhirnya laki-laki itupun mengangguk iya.
Ibu muda berjalan kearah ruang tv dan melihat princess nya kini sedang sibuk memainkan boneka Barbie nya hingga gadis kecil itupun tidak menyadari kedatangannya.
"Hem.. ".
Suara deheman membuat gadis kecil yang sedari tadi fokus dengan mainnya itupun langsung mencari suara itu, hingga pandangannya kini mengarah ke sosok wanita yang sangat di sayanginya.
" Bunda".
"Sarapan dulu yuk!Sudah di tunggu sama Ayah di meja makan".ucapnya lembut dan gadis kecil itupun mengangguk iya.
Kedua wanita yang berbeda usia itupun kini berjalan menuju kearah pantry di mana seseorang kini sedang duduk sendirian di sana.
__ADS_1
" Ayah".panggil gadis kecil itu sambil berlari kearah Ayahnya dan langsung duduk di pangkuan laki-laki itu.
"Hem, anak Ayah wangi".ucapnya sambil mencium pipinya putrinya secara bergantian.
" Wangi lah kan Ara sudah mandi".ucapnya dan membuat kedua orang tuanya tertawa karena mendengar ucapan nya.
"Ara." panggil sang ibu dan membuat gadis kecil itupun langsung melihat kearah ibunya.
"Iya Bunda".
"Ara mau sarapan apa?
Gadis kecil itu melirik ke piring Ayahnya yang kini sudah kosong.
" Ayah sarapan apa?tanyanya kepada Ayahnya.
"Ayah sarapan tadi sarapan nasi goreng sayang".
"Ara mau sarapan nadi goreng saja Bunda sama seperti yang tadi Ayah makan".
" Baiklah, Bunda akan ambilkan tapi Ara pindah duduk nya".
"Oke." jawabnya lalu gadis kecil itupun langsung turun dari pangkuan Ayahnya dan langsung duduk di kursi nya.
Sehan pun langsung tersenyum kepada istrinya.
Dan tak lama terdengar suara bel
"Sepertinya di luar itu Bimo, Be".katanya lalu bangun dari duduknya dan membuat gadis kecil itupun langsung melihat kearah Ayahnya tapi gadis kecil itupun masih terdiam tanpa kata karena mulut nya sekarang ini penuh dengan nasi goreng.
Beana pun mengangguk
" Biar Ana buka pintunya kak".ucapnya dan laki-laki itupun mengangguk karena sekarang istrinya sudah memakai hijabnya jadi laki-laki itupun mengizinkannya.
Beana pun berjalan menuju kearah pintu sedangkan Sehan kini sedang memakai jasnya dan merapihkan nya.
"Ayah mau pergi?tanya gadis kecil yang kini sudah berdiri di hadapannya.
Laki-laki itupun langsung melihat kearah putrinya lalu dia pun tersenyum.
"Iya".
" Ayah tidak boleh pergi".katanya lagi dan membuat laki-laki itu sangat terkejut dengan ucapan putrinya.
"Kenapa Ayah tidak boleh pergi?tanyanya sambil berjongkok menyamakan tinggi nya dengan tubuh putrinya.
Tanpa kata putrinya langsung memeluk tubuhnya erat dan mengalungkan kedua tangannya di lehernya.
"Ara takut Ayah akan tinggalkan kami lagi".katanya dan membuat hati laki-laki itupun sangat tersentil dengan ucapan putrinya.
"Ayah tidak akan pergi meninggalkan Ara sama Bunda, Ayah sekarang mau berangkat kerja sayang".
" Kerja?
"Iya.Ayah mau cari uang yang banyak untuk Ara dan juga Bunda".ucapnya menjelaskan dan semua itu tidak luput dari dua orang yang kini sedang berdiri melihat kearah keduanya.
Sungguh sekarang pikiran ibu satu anak itupun langsung merasa bersalah kepada putrinya.
"Apakah Samara mengalami trauma?tanyanya dalam hati.
Laki-laki yang sedang berdiri pun melihat kearahnya.
"Sabar ya Nona".ucap seseorang di samping nya dan wanita itupun hanya mengangguk iya.
bersambung
"
__ADS_1