
Jam menunjukkan pukul 6 pagi Beana kini sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja karena jarak tempat nya tinggal begitu jauh dari tempat kerjanya yang baru.
Dia melihat putri kecilnya masih tertidur dengan pelan-pelan dia pun menggendong Putri dan membawanya ke rumah Ibu pemilik kontrakan selama dirinya bekerja.
"Assalamualaikum".ucapnya setelah sampai.
Wanita separuh baya itupun sudah menunggu nya lalu menghampiri nya yang sedang menggendong putrinya.
" Waalaikumsalam. Ayo masuk".jawabnya.
Keduanya pun masuk kedalam rumah dan Beana pun membaringkan tubuh putri kecilnya itu di atas kasur busa yang sudah di siapkan oleh Ibu pemilik kontrakan.
"Kamu sudah mau berangkat? tanyanya saat melihat Ibu muda itu sudah berpakaian rapih.
" Iya Bu.Ana harus berangkat lebih pagi Bu,karena tempat kerja Ana yang sekarang ini agak jauh dari sini.Jadi lebih baik berangkat lebih pagi biar tidak telat dan tidak terjebak macet".
Wanita itupun mengangguk.
"Selama Ana kerja saya nitip Sam ya Bu".
" Iya Ibu akan jaga. Kamu kerja saja Sam aman bersama Ibu".
Beana pun terharu saat mendengar Ibu pemilik kontrakannya berkata seperti itu.
"Terima kasih Bu".
__ADS_1
" Sama-sama Ana".
Ibu muda itupun melihat jam di tangan nya waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.
"Ana berangkat dulu Bu,assalamualaikum".katanya sambil mencium tangan wanita itu dengan takzim.
"Waalaikumsalam.Hati-hati".
balasnya sambil mengantarkan Ibu muda itu sampai depan pintu.
" Ibu bangga padamu Ana"
ucapnya dalam hati sambil. melihat wanita muda itu hilang dari pandangan nya.
Beana pun berjalan menuju keluar dari rumah pemilik kontrakannya dan dia pun langsung berjalan menuju depan gang di mana seorang tukang ojek online sudah menunggunya.
Ana pun turun dari atas motor, dia membuka helm dan memberikan nya kepada si pemilik nya.
"Ini benar Pak tempat nya?tanya Beana sambil mengeluarkan uang untuk membayar ongkosnya.
"Benar Mba".katanya sambil menerima yang di berikan oleh wanita itu.
"Oh ya udah.Makasih ya Pak".
" Sama-sama Mba.Saya permisi dulu".
__ADS_1
"Iya Pak".
Dan motor itupun pergi meninggalkan Beana yang masih berdiri memandangi bangunan gedung bertingkat yang begitu mewah.
Dia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan.
" Uh.Bismillah ".katanya sambil berjalan masuk kedalam gedung bertingkat itu dengan jantung yang sedikit berdebar-debar.
Dia pun langsung menaiki lift dan menekan nomornya lalu tak lama kemudian lift itu bergerak naik menuju lantai paling atas di mana tempat dia bekerja nanti.
" Mudah-mudahan saja adiknya Bu Santi itu laki-laki yang baik dan tidak menyeramkan seperti laki-laki yang ada di film-film".
ucapnya dalam hati.
Dan tak lama kemudian lift itu berhenti dan pintunya langsung terbuka.Ibu muda itupun langsung berjalan keluar dan langsung menuju pintu.
Sebelum dia mengetuk pintunya dia pun mengambil secarik kertas yang bertuliskan alamat, dia membacanya dan menyamakan nomor yang berada di pintu dengan nomor di atas kertas.
"Nomornya sama".katanya sambil kembali memasukkan kertasnya kedalam tas selempang nya.
" Bismillah ".ucapnya sambil menekan bel yang berada di depan pintu masuk.
Tak lama pintu itupun terbuka dan dia pun melihat seorang laki-laki bertubuh tinggi dan berpakaian stelan jas kini sedang berdiri melihatnya tanpa bicara apapun.Dan yang membuatnya dirinya semakin merasa risih karena laki-laki menatapnya dengan tatapannya yang sedikit aneh.
"Kamu".
__ADS_1
bersambung