Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
154


__ADS_3

Matahari kini sudah bersinar terang karena waktu menunjukkan pukul tujuh pagi.Keluarga kecil itu kini sedang berjalan keliling area kontrakan karena si kecil Ara meminta kepada kedua orang tuanya untuk berjalan-jalan pagi di sekitar area kontrakan.


Sepanjang perjalanan gadis kecil itu terus saja mengoceh dan kedua orang tuanya pun setia menjadi pendengarnya.


Hingga tak lama keluarga kecil itupun kini telah sampai di sebuah taman kecil yang ada di sekitar area kontrakan.Taman itu sengaja di buat untuk anak-anak bermain.


Saat di taman gadis kecil itupun langsung bergabung dengan teman-temannya yang ternyata sedang bermain di taman yang sama.


"Kak duduk di sana yuk".katanya sambil menunjuk ke arah bangku yang kosong dan laki-laki itupun mengiyakannya.


Kini keduanya sedang duduk bersebelahan sambil menunggu sang buah hati bermain.


" Be".


"Iya kak".


" Hari kita akan pindah ke apartemen".ucapnya memberi tau.


"Apa harus sekarang pindahnya?


Apa tidak bisa di tunda?tanyanya dengan hati-hati takut suaminya akan marah.


" Kenapa kamu tidak mau tinggal bareng sama aku?tanyanya sambil melihat kearah wanita yang telah menjadi istrinya.


"Bu...bukan itu maksud Ana kak".


" Lalu apa?tanyanya sambil meminum air putih dari botol minuman yang sedari tadi di bawanya.


"Jujur Ana enggan pergi dari sini kak".


Sehan pun melihat wajah istrinya yang kini berubah menjadi sedikit sendu, mungkin saja istrinya kini sedang teringat dengan kenangan lamanya.

__ADS_1


" Aku tau apa yang kamu rasakan Be, tapi jujur saja aku tidak bisa membiarkan kamu dan Ara tinggal di sini karena aku merasa tidak tenang jika kita tinggal terpisah dan berjauhan.Aku ingin setiap hari bertemu dengan kalian berdua setiap detik, menit bahkan setiap jam selalu bersama kalian berdua."


"Kita sudah menikah Be, kamu dan Ara adalah tanggung jawab ku karena semua yang menyangkut tentang kalian berdua itu telah menjadi bagian hidupku." ucapnya sambil menggenggam kedua tangan istrinya.


"Jujur saja aku sungguh tidak tenang meninggalkan kalian berdua jadi mau kan tinggal di apartemen".katanya memohon dan membuat hati wanita yang telah menjadi istrinya itupun menjadi tega dan akhirnya dengan penuh pertimbangan dia pun menganggukkan kepalanya tanda iya.


Laki-laki itupun tersenyum bahagia lalu dengan gerak cepat dia pun langsung menarik tubuh istrinya itu ke dalam pelukan nya.


"Aku bahagia Be,sungguh aku sangat bahagia. Akhirnya aku,kamu dan putri kita akan tinggal bersama.Ini adalah cita-cita yang sudah lama aku inginkan Be.Jadi kamu mau kan tinggal di apartemen?Tanyanya dan istrinya pun menganggukkan kepalanya tanda iya, laki-laki itupun tersenyum lebar dengan hati yang sangat bahagia.


Keduanya pun larut dalam suasana hati yang sangat bahagia hingga pelukan keduanya pun terlepas saat putri mereka mendekati keduanya.


Anak kecil itupun berdiri masih memperhatikan kedua orang tuanya


"Bunda sama Ayah habis nangis? tanyanya dan membuat kedua orang tuanya itupun langsung berpura-pura mengucek-ngucek kedua matanya.


"Ah tidak sayang, Bunda hanya kelilipan debu tadi".jawab Beana berbohong.


" Apa Ayah juga sama? tanyanya karena melihat kedua mata laki-laki itupun berwarna sedikit merah.


"Iya Ayah juga".


" Kok bisa barengan?


"Ya mungkin kebetulan saja debunya banyak".jawabnya dan gadis kecil itupun akhirnya hanya bisa menganggukkan yanda Iya.


" Apa anak Ayah sudah selesai bermainnya?


"Sudah Ayah".


" Um.. kalau begitu sebaiknya kita pulang karena kita hari ini akan pulang ke apartemen. Ara mau di gendong Ayah atau jalan? tanyanya kepada putrinya.

__ADS_1


Gadis kecil itupun langsung meregangkan kedua tangannya


"Di gendong sama Ayah".ucapnya manja.


" Dengan senang hati Ayah akan menggendong Ara, apa Ara senang?


"Iya Ara senang Ayah".


Dengan hati sangat bahagia keluarga kecil itupun berjalan pulang ke kontrakan.Dan Ibu muda juga sekalian untuk berpamitan dengan pemilik kontrakan yang di anggap nya seperti orang tua kandungnya. Bagi Beana kehadiran Ibu Diah dan suaminya adalah sosok malaikat tanpa sayap yang di kirim oleh Tuhan untuknya begitu juga dengan temannya yang bernama Wita.Sungguh wanita itu adalah penyelamat hidupnya yang menolongnya di saat dirinya susah.


Sungguh berat rasanya berpisah dengan orang-orang sebaik mereka.


Sehan pun melihat kearah wanita nya yang kini sedang terdiam


"Be.Kamu baik-baik saja?tanyanya dan dia pun melihat wanitanya menangis.


" Sayang kamu kenapa menangis? tanyanya dengan sedikit khawatir.


Ibu muda itupun menghapus air matanya.


"Ana tidak apa-apa kak, hanya sedikit sedih".ucapnya jujur.


" Syukurlah aku kira kamu kenapa.Jika kamu kangen kamu bisa kok main kesini".


"Benarkah?tanyanya dan dalam sekejap wajah sedihnya kini berubah menjadi sedikit ceria.


" Tentu saja tapi harus ada yang mengawal kamu ".


" Tidak apa-apa yang penting bisa main ke sini".


"Nah gitu dong senyum, duh cantiknya istri aku".pujinya dan membuat wajah istrinya merona merah.

__ADS_1


Laki-laki itupun tertawa sungguh wajah istrinya itu sangat lucu di matanya.


bersambung


__ADS_2