Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
158


__ADS_3

Suara gemercik air masih terdengar di kamar mandi seseorang kini sedang asyiknya memainkan air,sedangkan kedua orang dewasa yang sedari tadi menunggu di luar pun menjadi gelisah.


"Kenapa Ara belum juga keluar dari kamar mandi kak?tanya nya sambil terus melihat kearah pintu kamar mandi yang masih tertutup.


" Mungkin masih main air Be".


"Ah apa kak main air? Tapi kan Shower nya tinggi kak, apa Ara bisa menggunakan nya?tanyanya sambil melihat kearah suaminya.


Laki-laki itupun tersenyum melihat kekhawatiran istrinya.


" Kamu tidak usah khawatir Be, aku sudah menatanya semuanya sesuai tinggi putri kita jadi Ara bisa menggunakan shower sendiri."ucapnya menjelaskan.


Beana pun tersenyum lega.


"Apa kamu khawatir?tanyanya karena tadi dirinya sempat melihat wajah panik istrinya.


"Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Samara mandi sendiri, bahkan Samara sudah terbiasa belajar mandiri di usianya yang baru empat tahun.Untuk mandi itu adalah hal sering dirinya lakukan tapi masalah nya kamar mandi di rumah kontrakan dan di sini itu sangat berbeda jadi Ana sedikit takut tadi,Ana takut terjadi sesuatu dengan putri kita. Contohnya jatuh terpeleset".ucapnya masih dengan mode wajah sedikit lucu di mata suaminya.


"Hey,ternyata istri ku adalah Ibu yang terbaik".pujinya dan membuat wajah panik istrinya kini berubah menjadi sedikit merah seperti kepiting rebus.


" Be".panggilnya.


"Iya".


" Kenapa pipi kamu merah begitu Be?tanyanya menggoda istrinya.


"Ah...pipi,memang nya kenapa dengan pipi Ana? tanyanya sedikit panik lalu mengusap-usap pipinya untuk menyembunyikan rasa nervous karena mendapatkan pujian dari Ayah Putri nya.


Laki-laki semakin tertawa melihat tingkah lucu istrinya.

__ADS_1


" Be, Be wajah kamu itu sangat lucu sekali ".katanya masih terus tertawa dan itu membuat hati istrinya menjadi sedikit kesal lalu tanpa kata dia pun langsung mencubit pinggang suaminya.


" Aduh Be sakit ".ucapnya sambil mengusap-usap bekas cubitan istrinya.


" Mau lagi? tanyanya sambil mengangkat tangan kanannya untuk bersiap memberi cubitan.


Laki-laki itupun bangun dari tempat tidur dan berjalan menjauhi istrinya.


"Jangan Be, ini aja masih sakit malah mau tambahin lagi." protesnya.


"Habis mulut kakak itu senang banget bully Ana sih".


" Yang itu bukan ngebully tapi aku itu memang senang aja ngeliat kamu seperti itu".ucapnya sambil menjauh dari istrinya karena dirinya takut terkena cubitan dari jari-jari istrinya yang seperti kepiting.


"Oh jadi kakak senang kalau Ana itu kelihatan jelek begitu?tanyanya mulai emosi.


"Aku tidak berkata seperti itu Be".katanya membela diri.


Sehan hanya cengengesan sambil melihat ekspresi dari istrinya.Saat dirinya ingin mengucapkan sesuatu tiba-tiba saja terdengar suara seseorang dan membuat pertengkaran yang sedang terjadi pun akhirnya berhenti.


"Ayah Bunda".


Keduanya pun menoleh ke arah sumber suara, di depan kamar mandi berdirilah seseorang yang sedang memperhatikan keduanya.


" Kenapa Ayah sama Bunda bertengkar?tanyanya polos.


Kedua orang dewasa itupun hanya terdiam. Lalu Ibu muda itupun langsung berjalan menghampiri gadis kecilnya yang kini sudah bisa memakai handuk sendiri.


"Ara sudah selesai mandinya? tanya Beana setelah sampai di dekat Putri nya yang kini masih berdiri di depan pintu kamar mandi.

__ADS_1


Gadis kecil itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.


" Ayo Bunda bantu pakai baju".ajaknya dan gadis kecil itupun menurut lalu ikut berjalan mengikuti sang Bunda sambil bergandengan tangan sedangkan Sehan masih berdiri di tempat nya sambil melihat interaksi keduanya yang benar-benar sangat menyentuh relung hatinya yang paling dalam.


Beana memakai kan pakaian putrinya itu dengan telaten.


Hasilnya pakaian yang di pakai oleh putrinya itu benar-benar sangat pas dengan jilbabnya, sungguh putrinya itu terlihat sangat cantik sekali.


"Sudah selesai, sekarang putrinya Bunda sudah cantik dan wangi".pujinya dan membuat gadis kecil itupun tersenyum senang.


" Terima kasih Bunda".katanya sambil mencium pipi wanita yang menjadi Bundanya.


"Sama-sama sayang".balasnya.


Lalu pandangan gadis itupun melihat ke arah Ayah nya.


" Ayah sini".pintanya dan laki-laki itupun langsung mendekati putrinya.


Setelah mendekat gadis kecil itupun langsung mengambil tangan Ayah dan Bundanya lalu menyatukan nya.


"Jangan bertengkar lagi ya". ucapnya dan membuat keduanya saling bertatapan.


Sungguh mendengar perkataan dari mulut kecil putrinya itu membuat keduanya pun merasa malu.Ternyata putrinya begitu dewasa padahal umur nya masih sangat kecil.


Tanpa kata kedua orang tua itu pun langsung memeluk tubuh putri kecilnya.


"Ayah sama Bunda sayang Ara".ucap keduanya.


Gadis kecil itupun tersenyum lalu dia pun mencium pipi keduanya secara bergantian.Sungguh hati keduanya begitu bahagia dengan sikap putrinya.

__ADS_1


" Ara juga sayang Ayah sama Bunda".ucapnya sambil memeluk keduanya.


bersambung


__ADS_2