Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
Draft


__ADS_3

Suasana kembali hening.


Keduanya pun terdiam tanpa bicara.Hingga terdengar suara kursi di geser.Laki-laki itu pun melihat ke arah wanita nya


"Kamu mau kemana Be?


" Ana mau ke ruangan laundry kak".ucapnya sambil berjalan meninggalkan meja makan.


Tanpa kata Sehan pun langsung ikutan berjalan di belakang wanitanya karena jujur saja dirinya masih sangat merindukan wanita yang kini berjalan di depannya.


Beana pun mengerut kan keningnya saat melihat laki-laki itu mengikutinya.


"Kenapa kakak ngikutin Ana?tanyanya sesudah sampai di ruangan laundry dan langsung mendekati mesin cuci dan mengambil pakaian di dalam mesin dan menaruhnya di keranjang untuk segera di setrika karena mesinnya otomatis jadi dirinya tidak repot-repot untuk menjemur pakaian nya.


Sehan pun mengambil kursi dan dia pun duduk tidak jauh darinya.


Tanpa bicara dia terus memandangi wanitanya yang kini sedang sibuk menyetrika pakaian nya.


Beana merasakan tidak begitu nyaman saat melihat tatapan dari Ayah anaknya itu


"Kenapa sih kak Se lihatin Ana terus?tanyanya tanpa menoleh dan dia pun sudah mulai sedikit risih karena laki-laki itu terus saja memandangi nya.


Laki-laki itupun tersenyum


" Karena aku masih kangen Be".jawabnya jujur.


Wanitanya pun langsung melihat kearah nya


"Jangan menggombal kak".katanya sambil kembali mengerjakan tugasnya.

__ADS_1


"Aku jujur Be, masak kamu tidak percaya".ucapnya sambil memandangi wajah wanitanya yang sedikit memerah.


Wanitanya hanya terdiam tanpa bicara


"Aku benar-benar bicara jujur Be, aku benar-benar sangat merindukan mu".


Beana hanya terdiam tapi kedua matanya menatap laki-laki yang sedang duduk di hadapan nya dengan perasaan yang tak karuan.


" Memang nya kamu tidak kangen sama aku Be?tanyanya ingin tau.


Beana menghentikan pekerjaan nya sebentar dan menatap laki-laki itu.


"Ana boleh bicara jujur sama kakak?


" Tentu saja bicaralah ".ucapnya memberikan izin untuknya untuk berbicara.


" Sebenarnya Ana masih sangat membenci kakak karena kakak sudah ninggalin Ana sendirian bahkan dalam kondisi berbadan dua.Sedih, senang Ana hanya merasakannya sendirian kak.


Jujur dalam hati kecil Ana, Ana sangat merindukan kehadiran kakak agar Ana merasa tidak sendirian lagi tapi semua nya hanya mimpi.


Ana mencoba untuk bisa menata hidup lagi tapi pertahanan Ana pun pupus saat pertemuan kita yang tidak di sengaja.Sungguh kak hati ini merasakan kehadiran kakak hanya dengan mencium wangi parfum yang kakak pakai. Dan setiap kali Ana mencium wangi parfum itu selalu mengingatkan Ana dengan kakak.Awalnya Ana mengira Ana berhalusinasi.


Jadi kakak bisa menyimpulkan sendiri apakah Ana merindukan kakak atau tidak".ucapnya sambil memerhatikan wajah laki-laki yang masih duduk anteng di kursi nya.


Setelah lama terdiam laki-laki itupun langsung bangun dari duduknya dan dia pun langsung melangkah mendekat ke arah wanitanya dan tanpa kata dia pun langsung memeluk wanitanya dengan erat dan wanitanya pun tidak menolaknya. Entah mengapa dirinya begitu nyaman berada di pelukan laki-laki yang menjadi Ayah biologis putrinya.


"Maaf".


"Maaf untuk apa kak?tanyanya sambil mendongakkan kepalanya karena laki-laki yang memeluknya ini begitu tinggi sedangkan tinggi dirinya hanya sebatas bahu laki-laki itu.

__ADS_1


"Minta maaf karena telah meninggalkan kamu sendirian".katanya sambil mengusap-usap kepala wanitanya yang tertutup hijab.


" Semuanya sudah berlalu kak jadi sekarang apa rencana kakak untuk kami berdua?tanyanya ingin tau.


"Secepatnya aku akan menikahi mu".


" Apa me.. menikah?tanyanya sambil melihat laki-laki itu.


"Iya.Karena aku ingin memberikan kamu dan putri kita status hukum biar Papah ku tidak bisa memisahkan kita lagi."ucapnya dan wanita nya pun langsung menangis karena terharu.


"Terima kasih kak atas keputusan yang kakak ambil tapi menikah itu tidak mudah kak".


" Kamu tenang saja semuanya biar aku yang urus kamu hanya menunggu beres saja".


"Bagaimana bisa begitu?


" Karena Ayah dari putrimu ini bisa melakukan nya".katanya sambil tersenyum smirk.


Beana pun langsung melepaskan pelukan nya


"Kenapa di lepas pelukannya?tanyanya tidak suka.


"Ana takut kakak kebablasan".katanya mengingatkan.


Sehan pun kehabisan kata-kata dan dia pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Baiklah sekarang aku mengalah tapi nanti kalau sudah halal. jangan harap kamu bisa lepas dari ku".ucapnya sambil berjalan keluar dari ruangan laundry sambil tersenyum dan membuat wanita nya itu terbengong.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2