Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
144


__ADS_3

Menikah akhirnya terucap dari mulut laki-laki yang telah pergi meninggalkannya, sungguh ini awalnya wanita itu merasa kalau itu hanyalah sebuah mimpi dan jika terbangun nanti semua nya akan hilang.


Pelan-pelan mobil yang kini sedang di naikinya itupun kini sudah keluar dari area basement apartemen.


Di saat wanita itu sedang sibuk dengan pikiran nya tiba-tiba sebuah tangan menggenggam nya sehingga akhirnya wanita itupun seketika tersadar dari lamunannya lalu menggenggam tangan kecil putrinya yang masih menatap nya dengan wajah sedikit cemberut.


"Bunda".panggilnya masih dengan tatapan sedihnya.


" Ada apa sayang? tanyanya lembut.


"Kenapa Ayah tidak ikut naik mobil sama kita?tanyanya penasaran karena ingin tau alasan nya mengapa Ayahnya tidak ikut naik mobil yang sama.


Wanita itupun tersenyum lalu dengan lembut dia pun mengusap-usap kepala putrinya yang tertutup hijab dengan sayang.


"Ayah masih ada urusan, setelah urusan Ayah selesai,Ayah akan menyusul kita".


" Oh gitu ya".jawab nya dan membuat wanita itupun tertawa pelan.


"Iya memang begitu kenyataan nya sayang. Jadi lebih baik sekarang Samara doain Ayah aja ya".ucapnya dan gadis itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.


" Alhamdulillah ".ucapnya sambil mengusap-usap tangan kecil putrinya lembut.

__ADS_1


Dan kedua wanita berbeda usia itupun akhirnya terdiam sambil menikmati perjalanan sambil melihat suasana pagi yang begitu cerah.


Tak lama mobil itupun sampai di sebuah area Masjid.Setelah mobil itu berhenti kedua wanita berbeda usia itupun keluar dari mobil setelah sopir membukakan pintu untuk keduanya.Wanita itupun bingung saat mereka berdua di turunkan di tempat suci itu.


"Pak" panggilnya dan sopir itupun menoleh kepadanya sambil menunduk.


"Iya Nyonya,ada apa?


" Kenapa bapak membawa kami berdua kesini?Bukankah acaranya akan dia adakan KUA? tanyanya benar-benar ingin tau.


"Maafkan saya Nyonya saya hanya melakukan tugas saya untuk mengantarkan Anda dan Nona kecil kesini, selebihnya saya tidak mengetahui nya".ucapnya jujur.


Beana pun hanya terdiam.


" Ah ya baiklah, terima kasih ".ucapnya berpikir kenapa laki-laki itu sudah sampai duluan bukankah tadi mobilnya yang berjalan terlebih dahulu.


Wanita itupun terus berjalan memasuki pintu Masjid sambil menggandeng tangan mungil putrinya dan gadis kecilnya itupun langsung mengikutinya.


Beana melangkah dengan hati yang tidak baik-baik saja.Sungguh ini adalah langkah pertamanya untuk dirinya yang akan segera merubah status lajangnya.Ya walaupun bisa di katakan dirinya adalah single mother.


Saat kedua wanita yang berbeda itu masuk semua orang hadir di acara pentingnya itupun langsung melihat nya.Wajahnya mempelai perempuan itu begitu sangat cantik sangat serasi karena mempelai prianya juga begitu tampan.Kini keduanya sudah duduk di depan para penghulu yang sedari tadi sudah berada di sana.Sedangkan putri kecil mereka kini sudah duduk bersama Santi yang sudah juga hadir di acara bahagia saudara sepupunya sebagai pengganti kedua orang tua dari mempelai laki-laki.

__ADS_1


Wajah cantiknya itupun menunduk sambil terus berkata-kata dalam hatinya yang sejujurnya hatinya begitu sedih karena sang cinta pertamanya yang seharusnya menjadi wali nikah nya tidak bisa hadir di acara bahagianya.


Beana mencoba untuk tidak menangis karena itu akan membuat orang-orang yang hadir itu akan mencurigainya.


"Be".panggil laki-laki yang kini duduk di sampingnya.


" Iya".


"Kamu kenapa?


" Ana".ucapnya pun terhenti di tenggorokannya sungguh sekarang ini dirinya benar-benar tidak bisa berbicara karena takut dirinya akan tiba-tiba menangis.


Laki-laki itupun seakan-akan sudah mengetahui apa yang sekarang sedang di pikirkan oleh wanitanya.Dan tak lama terlihat seseorang yang berjalan memasuki Masjid dan dia pun langsung menempati tempat duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Orang itupun tersenyum kepada calon menantunya.


"Ayah".panggilnya dan itu membuat wanitanya langsung mengangkat wajahnya hingga dia pun langsung melihat seseorang yang kini sedang duduk berhadapan dengan calon suaminya itu dengan rasa tidak percaya.


" A... Ayah".ucapnya benar-benar terkejut karena sosok cinta pertamanya yang sudah lama tidak di temuinya itu kini berada di depannya.


Laki-laki itupun hanya tersenyum sambil melihat ke wajah putrinya cantiknya yang sudah lama tidak di temuinya kini berada di dekatnya.Sungguh dirinya ingin sekali memeluk putrinya dan mengungkapkan semua perasaannya yang sangat merindukan putrinya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2