
Setiap manusia pasti mempunyai khilaf dan salah karena tidak ada di dunia ini tidak ada manusia yang benar-benar bersih dari dosa.
Itulah yang sekarang Sehan rasakan, laki-laki berumur 24 tahun itu kini sedang berpikir bagaimana caranya agar dirinya bisa mempertemukan kembali Beana dengan kedua orang tuanya.Sedangkan posisi dirinya juga masih belum jelas.
"Ayolah Sehan berpikir lah".batinnya berkata.
Hingga tanpa terasa kini kedua matanya pun akhirnya tertutup oleh rasa kantuk dan dia pun akhirnya tertidur.
Sehan mengerjapkan kedua matanya saat keduanya telinganya mendengar suara azan subuh berkumandang.
Dia pun melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul setengah lima.Dengan gerak cepat dia pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar dari dalam kamar untuk menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai dia pun kembali ke kamar untuk melaksanakan sholat subuh sendiri karena dirinya sudah telat jika mengikuti sholat subuh di Masjid.
Sehan melipat sajadah yang di gunakan nya lalu dia pun menaruhnya kembali di dalam lemari kaca yang berada di dalam kamar yang di tempati nya.Lalu dia pun berjalan keluar dari kamar dan menuju ke kamar Ayahnya Beana.
Laki-laki itu dengan pelan membuka pintunya dan dia pun melihat kearah laki-laki yang masih tidur di atas tempat tidurnya.
"Sepertinya Pak Awan belum bangun".ucapnya dalam hati sambil menutup kembali pintu dan berjalan ke arah belakang di mana dapur berada.Lalu di melihat ada kotak teh, kopi dan juga gula di atas meja.Tiba-tiba dia pun tersenyum
" Sepertinya buat teh hangat enak".ucapnya dan dia pun mendekat ke arah kompor lalu dia pun melihat petunjuk dari kompor on dan off.Sesaat dia pun mengusap wajahnya dengan kasar.
"Duh bagaimana nyalahin kompornya".ucapnya sambil terus memperhatikan kompor yang ada di depan nya.
Di saat dirinya sedang di landa kebingungan seseorang sedang memperhatikan nya sambil tersenyum.
" Pasti dia benar-benar anak orang berada yang hidupnya selalu di layani".katanya sambil tertawa kecil karena merasa sedikit lucu melihat pemuda yang berada di depan nya itu sama sekali tidak bisa menyalahkan kompor.
Akhirnya setelah beberapa menit dia pun akhirnya bersuara
"Hemm".katanya dan membuat pemuda itupun membalikkan tubuhnya dan dia pun melihat seorang laki-laki paruh baya sedang berdiri tidak jauh darinya.
"Bapak".
" Kamu sedang apa? tanyanya sambil berjalan mendekat dan Sehan pun membantu nya untuk duduk di kursi yang ada di sana.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya Pak saya telah begitu lancang masuk ke dapur tanpa izin dari Bapak".
ucapnya masih sambil berdiri.
" Tidak apa-apa Nak Sehan, pakai saja.Kalau boleh tau Nak Sehan mau masak apa?
"Tadinya sih saya mau buat teh Pak tapi air panas tidak ada jadi saya mau masak air dulu tapi".Ucapnya terhenti.
" Tapi Nak Sehan?
Pemuda itupun hanya bisa cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Ada apa Nak Sehan? tanyanya pura-pura tidak tau.
" Jujur saja Pak saya tidak bisa menyalahkan kompornya ".katanya sambil menunduk kepala karena malu.
" Oh gitu".ucapnya sambil tertawa lalu dia pun berdiri mendekat kearah kompor dan
Cetak (terdengar suara kompor di nyalakan)
Sehan pun hanya bisa berdiri sambil kedua matanya terus saja fokus ke arah kompor yang sudah nyala dan laki-laki itupun menaruh sebuah teko air untuk memasak air.Setelahnya dia pun kembali duduk di bantu oleh laki-laki muda itu.
" Iya Pak sama-sama ".
" Duduklah Nak Sehan, airnya masih lama matangnya kok".ucapnya dan pemuda itupun menurutinya untuk duduk.
" Ada apa Nak Sehan?tanyanya saat melihat pemuda yang duduk di samping nya hanya terdiam.
"Tidak apa-apa Pak,saya hanya malu sama Bapak".
" Malu? Malu kenapa Nak?
"Malu karena saya tidak bisa menyalahkan kompornya. Jujur saja Pak saya memang belum pernah melakukan nya".
"Itu hal lumrah Nak Sehan jadi tidak usah malu sama Bapak. Kita inikan laki-laki jadi wajar saja kalau tidak bisa menyalahkan kompor kalau kita perempuan itu yang tidak wajar".
__ADS_1
Pemuda itupun tersenyum saat mendengar ucapan yang sangat bijak dari laki-laki yang akan menjadi calon mertuanya itu.
"Pak".
"Iya Nak Sehan ada apa?
"Apa Bapak tinggal di rumah ini hanya sendirian? tanyanya dan membuat raut wajah laki-laki itu seketika berubah menjadi sedikit sedih dan pemuda itupun mendadak merasa bersalah karena sudah menanyakan sesuatu yang menyinggung perasaan laki-laki itu.
" Maaf Pak kalau pertanyaan saya yang telah menyinggung hati Bapak".
Laki-laki itupun mencoba untuk tersenyum
"Tidak apa-apa Nak Sehan, Bapak baik-baik saja.
Istri Bapak sekarang ini sedang di rawat di rumah sakit, istri saya mengalami kecelakaan seminggu lalu dan sekarang dalam keadaan koma.".laki-laki itupun menjeda ucapan nya sambil menghirup napas dalam-dalam lalu dia pun menghembuskan nya pelan-pelan.
"Jujur saja saat Bapak jatuh dari motor kemarin itu karena hati Bapak ini sedang resah tentang biaya rumah sakit istri saya".
" Saya akan bantu Bapak jadi Bapak tenang saja".ucapnya dan membuat laki-laki paruh baya itupun melihat kearah pemuda itu.
"Apa pemuda ini malaikat yang di kirim Allah untuk membantuku? tanya nya dalam hati sambil terus melihat nya.
Sehan pun bangun dari duduknya saat dia mendengar suara air mendidih lalu mendekati nya sambil melihat tanda on dan off
"Bagaimana cara mematikannya Pak?
Laki-laki paruh baya itupun tersenyum
"Putar ke arah tanda off".katanya dan pemuda itupun langsung mengikuti nya dan akhirnya kompor itupun mati.
Sehan pun tersenyum
" Pak saya bisa mematikannya".
ucapnya dengan hati senang.
__ADS_1
"Sungguh pemuda yang sangat unik".katanya dalam hati.
bersambung