Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
45


__ADS_3

Beana membuka kedua matanya hampir 2 jam dirinya tertidur.Di lihatnya jam di dinding menunjukkan pukul 5 sore.


"Astaghfirullah, aku belum sholat ashar".katanya lalu bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri lalu mengambil wudhu.


Gadis itu melaksanakan sholat dengan begitu khusyuk dan dia pun tidak lupa berdoa agar dirinya bisa menjalani kehidupan barunya dengan sangat baik.


"Doakan Bunda ya sayang agar Bunda kuat dan selalu sehat dalam menjalani kehidupan ini." katanya sambil mengusap-usap perutnya.


Beana melipat mukena dan sajadah lalu meletakkannya di atas kasur.Dari arah luar terdengar suara yang begitu ramai


"Apa mungkin semua penghuni kontrakan sudah banyak yang pulang kerja? tanyanya dalam hati.


Gadis itu hanya bisa menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya.Di kontrakan ini gadis itu harus mulai membiasakan dirinya dengan suara-suara banyaknya orang.


Memang tempat kost yang lama suasana nya memang sedikit lebih terlihat lebih sepi karena hampir semua penghuninya rata-rata Mahasiswi,pekerja kantoran dan terakhir siswi SMA.


Otomatis hampir setiap hari tidak terlalu terdengar suara banyaknya orang kecuali hari libur.


Berbeda dengan di kontrakan barunya ini hampir semua penghuni kontrakan adalah rata-rata sudah bekerja dan hampir semuanya penghuni kontrakannya sudah banyak yang berkeluarga jadi otomatis suasananya begitu terlihat ramai karena ada anak-anak.


Gadis itu tiba-tiba tersenyum sambil mengelus-elus perutnya yang masih rata.


"Pasti nanti akan bertambah ramai saat kamu lahir nak! Sehat-sehat selalu ya sayang Bunda tunggu kelahiran kamu".


Waktu pun terus saja berjalan hingga langit sore sudah berganti malam.Beana tiba-tiba mendengar suara perutnya berbunyi

__ADS_1


Krucuk... krucuk.... krucuk


Gadis itupun tersenyum lalau mengusap-usap perutnya


" Seperti kamu sudah lapar ya".


Tanpa banyak drama akhirnya kini gadis itu sudah duduk di dalam kedai pedagang pecel ayam.


Tidak beberapa lama kemudian pesanan nya pun datang


Sungguh air liurnya seperti nya akan jatuh saat ini, entah mengapa saat melihat ayam 'goreng beserta sambal dan juga lalapan nya membuat makanan itu begitu menggiurkan.


"Apakah ini namanya ngidam?tanyanya dalam hati.


" Seandainya kak Se ada pasti aku tidak akan sendirian ".gumamnya dalam hati.


"Sungguh malang nasibku".batinnya berkata.


Sejenak gadis itu sudah kembali lagi seperti semula dan kini dirinya kembali menikmati makanan yang berada di atas meja lalu memakannya dengan nikmat.


Sehabis makan dan membayarnya gadis itu sudah kembali ke dalam sambil membawa kantong kresek yang di dalamnya berisi makanan.


Hampir setiap tengah malam perutnya seringkali lapar, mungkin bawaan bayi yang membuat nya seringkali lapar.


Saat gadis itu ingin membuka pintu kontrakan nya dia di kejutkan dengan suara seseorang lalu dia pun menoleh dan dia pun melihat seorang wanita yang kira-kira umurnya dua lima sedang melihatnya sambil tersenyum ramah

__ADS_1


"Hai! kamu penghuni baru ya?


" Iya".


"Kenalkan nama ku Wita".katanya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.


Beana pun tersenyum lalu mengulurkan tangannya dan menyambutnya.


" Ana".


" Kita tetanggaan ".ucapnya sambil tersenyum senang.


" Iya Mba. Mba baru pulang kerja?tanyanya sambil melihatnya menggunakan baju seragam kerjanya.


Wanita itupun mengangguk.


"Iya nih baru sampai banget, aku masuk dulu ya." ucapnya sambil membuka pintu kontrakan nya.


"Nanti kita sambung lagi obrolannya,aku masuk dulu" katanya dan di angguki oleh Beana.


Setelah wanita itu masuk Ana pun kembali melanjutkan membuka pintu kontrakan nya yang sempat tertunda tadi hingga terdengar suara


Ceklek


Pintunya pun terbuka. Di langkah kan ke dua kakinya masuk setelah terlebih dahulu membuka sendalnya dan di letakan di atas rak sepatu lalu pintu nya pun kini telah tertutup. Gadis itu pun duduk di atas tempat tidurnya dan sejenak gadis itupun berpikir

__ADS_1


"Aku harus semangat mulai besok aku akan cari kerja tapi kerja apa".gumamnya sambil terus berpikir dengan ijazah SMP memangnya bisa


bersambung


__ADS_2