Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
37


__ADS_3

Pagi pun menyapa Beana merapihkan tempat tidurnya lalu dia pun berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat subuh karena jam menunjukan pukul lima pagi.


Setelah selesai melaksanakan kewajibannya gadis itu pun merapihkan peralatan sholatnya.


Sudah beberapa hari ini dirinya tidak masuk sekolah, pikiran nya benar-benar kacau dan itu membuat dirinya sedikit merasakan frustasi.


Semakin hari kandungan nya pun semakin besar dan hal itu pasti akan membuat dirinya semakin merasakan stress lalu efek dari rasa itu akan berakibat kepada kandungannya.


Untuk menghindari itu semua kini dirinya sedang berpikir untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.


"Aku harus cari kontrakan yang jauh dari sini".gumamnya dalam hati.


"Lalu bagaimana dengan buku-buku itu? tanyanya sambil melihat kearah meja belajar nya di mana buku-buku sekolahnya kini berada.


" Apa sebaiknya buku itu aku sumbangkan?batinnya berkata.


Setelah dirinya berpikir lama akhirnya dia pun ide yang bagus untuk di sumbangkan saja karena dirinya tidak mungkin membawa buku-buku itu ke kontrakan barunya nanti.


"Hari ini aku akan pergi untuk mencari rumah kontrakan yang jauh dari sini yang harganya jauh lebih murah,setelah mendapatkannya barulah aku akan berpamitan dengan Mba siska dan Ibu kost. Sedih sekali harus berpisah dengan mereka!gumamnya dalam hati dengan wajah sedikit sedih.


Setelah beberapa saat dirinya kini sudah selesai dengan semua pikirannya kini gadis itu sudah bersiap-siap untuk pergi.


"Semoga hari ini aku bisa mendapatkan rumah kontrakan yang cocok".doanya dalam hati.


Jam menunjukkan pukul delapan pagi barulah dirinya keluar dari dalam kamar kostnya itu sengaja dia lakukan setelah semua orang sudah berangkat bekerja ataupun pergi ke sekolah.


Beana berjalan menuruni tangga dengan langkah hati-hati diapun akhirnya sampai di lantai bawah.


Gadis itu berjalan keluar dari rumah kost menuju halte untuk menunggu mobil angkot.


Mobil yang di tunggunya pun datang dan dia pun naik lalu duduk di kursi yang kosong.


"Bismillahirrahmanirrahim".doa nya dalam hati.


Mobil yang di naikinya pun kini sudah malaju menyusuri jalan raya.


" Aku harus mencari kontrakan dimana? Aku benar-benar belum begitu tau tempat ini!ucapnya sambil mengetik sesuatu di dalam handphonenya.

__ADS_1


Hingga akhirnya gadis itupun menuju suatu tempat yang akan menjadi tempat tujuannya.


Hingga mobil yang di naikinya pun berhenti di sebuah tempat, gadis itupun turun.Sehabis membayar dia pun berjalan memasuki sebuah kawasan yang begitu padat penduduk.


Beana berjalan memasuki kawasan yang ramai itu.Lalu diapun mencari tempat kontrakan yang tadi sudah di carinya melalui google.


Dia pun berjalan menyelusuri jalan kecil hingga dia pun tiba di tempat kontrakan itu.Di lihatnya rumah kontrakan yang ada di depannya.Kontrakan itu terdiri dari dua lantai, bangunan nya cukup bagus.


Gadis itu terdiam sambil melihat-lihat bangunan kontrakan itu hingga tiba-tiba terdengar suara seseorang menegurnya


"Maaf nak,mau bertemu siapa? tanya seseorang dan membuat gadis berhijab itupun menoleh kearah orang yang menegurnya.


Beana melihat seorang wanita separuh baya sedang melihat kearah nya sambil tersenyum


" Mau bertemu siapa?tanyanya lagi.


"Saya mau bertemu dengan pemilik kontrakan ini".


Wanita melihat kearah gadis berhijab itu


" Saya pemilik kontrakan ini, apa ada perlu sama saya?


" Tentu boleh. Mari ikut saya, saya akan tunjukkan kamar kontrakan yang masih kosong ".ucapnya lalu berjalan masuk dan gadis itupun mengikutinya dari arah belakang.


Wanita pemilik kontrakan itu berjalan ke arah kamar kontrakan yang berada di sebelah rumah yang besar allu wanita itupun membuka pintunya.


Ceklek


(Terdengar suara pintu di buka)


Hingga terlihatlah suasana di dalam kamar kontrakan itu.Di dalam kamar kontrakan itu semua fasilitas sudah tersedia mulai dari tempat tidur, televisi dan juga alat-alat untuk masak-memasak.


Kontrakannya sih hanya terdiri dari satu ruangan tempat tidur, kamar mandi dan dapur.


"Bagaimana,cocok ngga sama selera kamu?


" Kamarnya bagus Bu dan saya juga merasa sedikit cocok tapi boleh tau berapa harga sewanya karena saya tidak yakin kalau kontrakan ini harga sewanya pasti mahal".ucapnya dengan wajah sedikit sedih.

__ADS_1


Wanita itupun tersenyum.


"Ayo ikut ke rumah saya".ucapnya sambil menutup kembali kamar kontrakan itu lalu dia pun menguncinya.


Gadis itu pun berjalan mengikuti wanita itu yang berjalan memasuki rumah besar yang berada di samping kamar kontrakan yang baru saja dirinya lihat.


Sampai di dalam wanita itupun menjatuhkan tubuhnya di sofa untuk duduk dan dia pun melihat ke arah gadis berhijab yang masih berdiri.


"Duduklah".


Gadis itupun mengangguk lalu dia pun kini duduk di sofa berhadapan dengan wanita itu.


"Kamu mau mengontrak kamar itu?


" Iya".


"Sepertinya kamu masih sangat muda memangnya kamu tidak bersekolah?


" Saya tidak bersekolah".jawabnya jujur.


Wanita itu pun hanya terdiam lalu dia pun melihat gadis yang kini sedang duduk di hadapannya.


"Jika kamu cocok dengan kamar itu saya bisa memberikan kau diskon".


" Apa itu benar Bu?


"Tentu saja itu benar, karena saya adalah pemiliknya."


"Terima kasih Bu.Tapi ada hal yang ingin saya katakan kepada Anda".


" Soal apa?


"Sekarang ini saya sedang hamil".


" Apa?Hamil".ucap wanita itu dengan wajah sedikit sok.


"Iya.Saya sedang hamil".ucapnya sambil melihat kearah wanita yang sedang duduk di hadapannya semakin terkejut dan diapun hanya bisa terdiam mencoba mengerti dengan apa yang sekarang ini dia lakukan.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2