
Wanita pemilik kontrakan itu hanya bisa terdiam sedangkan pandangan kedua matanya memandang tepat kepada seorang gadis berhijab yang kini sedang duduk di hadapan nya.
Terkejut pasti dirinya sangat begitu terkejut saat gadis berhijab yang kini berada di hadapan nya dengan begitu berani mengatakan kalau dirinya kini sedang hamil.
Ingin sekali dirinya bertanya di manakah suaminya kini berada dan kenapa dirinya hanya datang seorang diri untuk mencari kontrakan.
Pertanyaan terus saja hadir di benak hatinya yang paling dalam tapi dirinya urungkan karena dirinya tidak ingin membuat gadis yang kini sedang berada di hadapan nya menjadi tidak nyaman lalu dia mengurung kan niatnya u tuk bertanya lebih banyak.
"Boleh saya tau siapa nama kamu? tanya sang pemilik kontrakan setelah sekian detik keduanya terdiam.
Beana mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk untuk menetralisir hatinya yang tiba-tiba merasa sedikit tidak nyaman.
" Beana. Saya biasa di panggil dengan panggilan Ana".
Wanita itupun tersenyum.
"Beana nama yang cukup bagus!
Kalau boleh tau kamu masih sekolah atau sudah bekerja?
" Tidak kedua-keduanya Bu".
"Maksudnya?tanya wanita itu penasaran.
"Saya sudah tidak bersekolah dan saya juga belum bekerja".ucapnya jujur.
Wanita paruh baya itupun hanya mengangguk saja.
" Apa saya boleh mengontrak di sini?
"Tentu saja asalkan kamu bayar nya tepat waktu".
Gadis berhijab itupun tersenyum.
__ADS_1
" Terima kasih Bu.Insya Allah saya akan membayarnya tepat waktu".
"Baiklah.Kapan kamu akan pindah ke sini?
"Insya Allah mungkin minggu ini".ucapnya sambil melihat kearah pemilik kontrakan.
" Kenapa?
"Apa Ibu tidak keberatan saya mengontrak di sini kan saya ini sedang hamil dan pasti makin lama kehamilan saya ini pasti akan kelihatan".ucapnya sambil menunduk sambil meremas rok panjang nya.
Wanita yang berada di hadapan nya itu berdiri lalu mengambil gelas dan mengisinya dengan air minum lalu di berikan nya kepada gadis yang berada di hadapan nya.
"Minumlah".suruhnya.
" Terima kasih ".ucapnya sambil
menerimanya dan dia pun langsung meminumnya hingga air itu tinggal separuh lalu setelah nya gelasnya pun langsung di letakan lagi di atas meja.
"Saya tidak akan bertanya banyak sama kamu karena saya yakin kamu adalah gadis baik-baik.Soal kehamilan kamu kamu bisa mengatakan kalau suami kamu sudah meninggal atau sudah bercerai".
Setelah urusan keduanya selesai gadis berhijab itu pun keluar dari rumah kontrakan dan berjalan menuju jalan besar di mana mobil angkot berlalu lalang.
Sambi menunggu gadis itupun berpikir
"Aku secepatnya harus cari kerja!
Aku harus bisa mengumpulkan uang yang banyak untuk persiapan lahiran dan juga keperluan lainnya.Tapi aku harus kerja apa?Aku cuma ijazah SMP? tanyanya sedih.
Seandainya saja peristiwa itu tidak terjadi mungkin saja sekarang ini aku masih bisa bersekolah, bermain dan banyak lagi hal yang bisa dirinya lakukan tapi kenyataan nya tidak seperti itu kini dirinya harus berubah menjadi sosok perempuan dewasa padahal usianya saja masih sangat muda yaitu enam belas tahun.
Di usia nya yang masih relatif muda dirinya harus bisa berpikiran dewasa juga dirinya harus siap-siap akan menjadi ibu muda setelah melahirkan nanti.
"Mudah-mudahan aku kuat dalam menghadapi semua ujianmu ya Allah".Doanya dalam. hati.
__ADS_1
Mobil angkot pun berhenti dan gadis itupun masuk ke dalamnya lalu duduk.
Seseorang sedang tersenyum kepada nya.
" Hai!Kita ketemu lagi".tegurnya dengan tersenyum.
Beana hanya terdiam tanpa menyahuti nya tapi orang yang berada di depannya itu masih terus saja mengajak nya bicara.
"Kok diam aja?Lagi sariawan ya? ledeknya.
"Apa mau mu? tanya dengan wajah datar.
"Wow,akhirnya kamu kamu mau berbicara juga aku kira kamu bisu".
" Sekali aku tanya sebenarnya apa mau mu?
"Mau ku simple aja aku mau kenalan sama kamu, itu aja".
Wanita terdiam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda bingung apa laki-laki mengajak nya berkenalan.
" Bagaimana?Bolehkan?
Gadis itupun tidak menjawabnya dan laki-laki itupun mengulurkan tangan kanannya mengajaknya untuk bersalaman mengenalkan dirinya tapi gadis itu hanya menangkupkan kedua tangannya di atas dadanya.
"Romi namaku Romi panggil saja seperti itu".katanya sambil menarik uluran tangannya karena gadis yang berada di hadapan nya sama sekali tidak merespon nya.
Keduanya pun terdiam hingga gadis itupun turun dari mobil yang di naikinya tanpa mempedulikan laki-laki yang sedari tadi terus saja berceloteh.
" Apa kita bisa bertemu lagi?
"Tidak".kata Beana sambil berjalan cepat memasuki tempat kostnya.
" Gadis yang menarik".gumam laki-laki itu sambil tersenyum.
__ADS_1
bersambung