Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
146


__ADS_3

Suasana berubah menjadi begitu haru saat Beana melihat laki-laki yang sangat dirindukan nya kini sedang duduk berhadapan dengan diri nya.Sungguh hatinya kini benar-benar sangat bahagia karena kedatangan Ayahnya yang tidak pernah di duga-duganya.Ternyata ini adalah kejutan yang di siapkan oleh laki-laki yang telah resmi menjadi suaminya.


Keduanya masih saling melihat dengan kedua mata yang sudah basah dengan air mata.Dan tanpa kata dia pun langsung mencium tangan kanannya dengan takzim sambil terus mengucapkan kata maaf kepada Ayahnya karena sudah pergi meninggalkan nya begitu lama.


Kini keduanya sedang berada di sebuah restoran milik suaminya.


Saat wanita itu ingin berkata lagi sang Ayah langsung memeluknya erat.


"Ayah sudah memaafkan mu Ana jadi kamu tidak perlu untuk meminta maaf lagi karena sekarang ini kamu sudah ada di sini dan itu sudah cukup untuk Ayah".


Samara kini berada di gendongan Ayahnya lagi setelah tadi sang kakek melepaskan kerinduan nya barulah gadis itu langsung berlari ke Ayahnya dan kini sedang anteng di gendongan sang Ayah dan keduanya pun keluar dari dalam ruangan VIP untuk memberikan waktu kepada istri dan Ayah mertuanya untuk melepaskan kerinduan.


"Ayah".


"Iya".


"Kenapa Ayah mendadak memutuskan datang bukankah sudah memberikan surat kuasa untuk Ana menikah terus kenapa Ayah tiba-tiba hadir? tanyanya ingin tau.


Laki-laki itupun tersenyum


" Panjang ceritanya jadi Ayah hanya ingin memberitahu kamu intinya saja karena jika Ayah menceritakan nya itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit ".


Wanita itu melihat kearah Ayahnya itu


" Apa sama panjangnya dengan kereta api?ucapnya dan membuat laki-laki separuh baya itupun akhirnya tertawa mendengar ucapan polos putrinya.


"Kenapa Ayah tertawa? Apa kata-kata Ana itu lucu?tanyanya dengan wajah yang mendadak menjadi sedikit bingung.

__ADS_1


Laki-laki itupun berhenti tertawa


" Ternyata putri Ayah sama sekali tidak berubah ya, kamu masih gadis polos Ayah".


Wanita itupun tersenyum.


"Beana putri Ayah, Ayah akan memberitahukan mu alasan Ayah mengapa Ayah bisa hadir di sini.Alasannya karena dirimu".ucapnya dan membuat wanita itupun terkejut mendengar nya.


" Karena Ana! Kok bisa Yah?tanyanya penasaran.


Laki-laki mencubit hidung putrinya karena gemas.


"Tentu saja bisa kan kamu adalah anak Ayah satu-satunya".katanya dan membuat putrinya itupun tersenyum sangat bahagia.


" Terima kasih Ayah. Ana sayang Ayah".


" Ana".panggilnya sambil menatap putrinya yang kini pun melihat nya.


"Ada apa Ayah?tanyanya tapi laki-laki itupun masih terdiam sambil melihat wajah putrinya dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Ayah baik-baik saja kan?tanyanya sambil memegangi kedua tangan Ayahnya.


Laki-laki itupun menarik napas dalam-dalam lalu dia pun menghembuskan nya pelan-pelan hingga kini laki-laki itupun merasakan hatinya sedikit terasa jauh lebih baik.


"Ana".


" Iya Ayah".jawabnya.

__ADS_1


"Ada yang ingin Ayah tanyakan kepada mu".


"Ayah ingin ingin Ayah tanyakan kepada Ana?


" Apa alasan kamu meninggalkan kami?tanyanya dan itu membuat putrinya menjadi terdiam.


Laki-laki itu masih melihat nya dan menunggu jawaban dari mulia putrinya.


"Alasan Ana karena Ana tidak ingin membuat malu Ayah dan Ibu".ucapnya dan itu membuat laki-laki itupun terkejut dengan jawaban putrinya.


Hatinya kini benar-benar sok saat mendengar nya.Sungguh pikiran putrinya benar-benar dewasa karena putrinya itu lebih memikirkan kehormatan kedua orang tuanya di bandingkan dengan dirinya sendiri.


"Kenapa kamu harus berkorban sejauh itu An. Padahal posisi kamu waktu itupun sangat sulit tapi kamu masih memikirkan kami".


Beana menggelengkan kepalanya


" Karena adalah perbuatan Ana jadi Ana harus mempertanggung jawabkan nya ".ucapnya sambil menangis.


" Seharusnya kamu berbagi beban sama kami biar beban kamu itu sedikit berkurang bukannya malah menghindar dan pergi tanpa kabar. Kamu tau kan kami berdua benar-benar sangat kehilangan kamu Ana".katanya dengan mata basah dengan air mata.


"Maaf Ayah".ucapnya terisak di pelukan Ayahnya.


" Apa waktu itu kamu".ucapnya terhenti di tenggorokannya dan Beana pun tau apa yang ingin ditanyakan oleh Ayahnya.


"Ayah benar, waktu Ana terakhir pulang kondisi Ana sedang hamil satu bulan".ucapnya dan membuat laki-laki itupun semakin terisak.


"Maafkan Ana Ayah".katanya lagi tapi laki-laki itu masih saja terdiam tanpa kata.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2