Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
95


__ADS_3

Keadaan ruangan mendadak kembali hening.Kini laki-laki yang menjabat sebagai CEO di perusahaan itu pun kini sudah duduk duduk kembali di kursi kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.Sesaat dia pun melihat kearah asistennya


"Duduklah Bim, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu".ucapnya serius dan laki-laki yang menjadi asistennya itupun kini duduk di kursi yang berada di depan meja kerja atasannya.


" Apa minggu depan jadwal kerjaku banyak?tanyanya tanpa melihat nya.


Laki-laki itupun membuka lalu dia pun melihat di dalam buku agenda khusus jadwal Bosnya. Setelah selesai membaca nya dia pun langsung melihat kearah Tuannya.


"Jadwal Tuan minggu ini tidak terlalu banyak hanya beberapa saja.Memang nya ada apa Tuan muda menanyakan nya?


Laki-laki itupun menutup berkas yang ada di depannya.


"Ajukan cuti untukku selama satu minggu, aku ingin pergi berlibur".


" Anda mau pergi liburan ".


"Iya, karena sekarang ini aku sangat membutuhkannya".


" Tapi mengapa mendadak sekali Tuan?


Laki-laki itupun tidak menjawabnya dia hanya terdiam dan itu membuat sang asistennya pun merasa kalau Tuan muda kini sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


"Apa ada masalah Tuan?


"Dari mana kamu tau kalau aku sedang ada masalah?


" Dari raut wajah Anda Tuan ".ucapnya jujur dan itu membuat laki-laki yang menjadi Tuannya itu menyunggingkan senyum.


" Ternyata aku tidak salah menjadikan mu menjadi asisten ku, selain kamu pintar bekerja kamu juga bisa tau apa yang sedang aku alami".

__ADS_1


"Karena saya sudah lama bekerja dengan Anda Tuan dan membuat saya sedikit memahami Anda".ucapnya jujur.


" Kamu benar,aku membutuhkan


" Terima kasih Bim karena kamu sudah berada di pihak saya".


"Sama-sama Tuan".jawabnya.


Kini keduanya pun terdiam hingga laki-laki yang menjadi Tuan nya pun berkata lagi


"Bimo".panggilnya.


" Iya Tuan ".


" Selama aku pergi ke luar kota bisakah kamu mencarikan orang untuk menjaga Beana dan putriku selama aku pergi".


katanya sambil mengetuk-ngetuk meja kerjanya.


" Ada,ini".ucapnya sambil mengeluarkan kartu dari dalam dompetnya.


"Kartu Black card. Kartu ini buat siapa?


" Beana".katanya dan dia pun melihat kearah asistennya yang tiba-tiba terdiam.


"Bilang saja padanya kalau gajinya sebagai asisten rumah tangga di transfer ke dalam kartu itu".


" Tapi bagaimana jika Nona muda mencurigai nya Tuan karena di dalam kartu ini nominalnya sangat banyak dan tidak terbatas, saya takut rencana yang Anda buat menjadi berantakan. Apalagi jika Tuan besar tau".


"Tenang saja gadis ku tidak akan mengetahui nya karena selama ini saudara ku itu memberikan gajinya memakai uang cash. Dan tentang Papah ku tenang saja ini uang pribadi ku dan tidak ada. kaitan nya dengan laki-laki itu."

__ADS_1


Laki-laki yang bernama Bimo itupun menjadi sedikit tenang.


"Dan satu lagi selama aku pergi, aku mau Beana tidak usah bekerja setiap hari di apartemen".


"Maksud Tuan, Nona libur selama Anda pergi?


"Iya.Aku ingin dirinya fokus mengurus Sam saja selama aku pergi".


" Baik Tuan.Apa ada lagi yang harus saya kerjaan Tuan ".


" Ada.Selama aku tidak ada tolong handle semua pekerjaan ku di sini."perintahnya.


"Baik Tuan,apa ada lagi?


" Tidak ada kamu boleh pergi ".


" Baik Tuan saya permisi".katanya sambil berjalan keluar dari ruangan itu.


Laki-laki itupun mengangguk.


Laki-laki itupun langsung mengerjakan perintah Tuan nya dengan sigap tangannya menekan nomor seseorang.


Setelah selesai dia pun kembali duduk di kursi kerjanya itu dengan begitu banyak pertanyaan di dalam hatinya.


"Sepertinya Tuan muda sedang menyembunyikan sesuatu dan dia tidak biasanya memendam nya sendri. Tapi kenapa Tuan muda menyembunyikan nya dari ku?Padahal aku ini bukan musuhnya".batinnya bertanya.


Laki-laki itupun terdiam sejenak dan dia pun kini mulai berpikir kembali


" Apa Tuan besar yang telah membuat Tuan muda marah? Atau ada masalah lain yang tidak aku ketahui?

__ADS_1


bersambung


__ADS_2