
Beana memandangi kepergian kedua sahabat nya dengan perasaan yang sulit diartikan. Jauh dalam lubuk hati nya berkata
"Entah kapan lagi kita akan bertemu lagi".
Sedih rasanya. Tugasnya kini semakin bertambah di mana dirinya harus berpamitan dengan pemilik kost yang dia tempati nya.Ibu pemilik kost yang sangat begitu baik kepadanya dan juga kepada Mba Siska tetangga sebelah kostnya yang telah menganggap dirinya seperti adiknya sendiri.
Memikirkan hal itu rasanya kepala Beana ini mau pecah.
Apalagi jika sampai semua teman-teman di sekolahnya tau kalau dirinya kini sedang mengandung bisa-bisa dirinya akan mendapatkan hinaan juga pembullyan dan itu semakin membuat pikiran nya semakin stres jadi lebih baik sekarang dirinya harus menghilang dari semua orang yang mengenalnya.
Lalu dia pun melihat kearah perutnya dengan pelan dan dia pun menarik napas dalam-dalam lalu dia hembuskan
"Bunda akan selalu ada untuk kamu".ucapnya sambil mengusap-usap perut nya.
Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk beristirahat sejenak karena dia mulai merasakan tubuhnya akhir-akhir ini begitu lelah semenjak mengandung.
Tanpa terasa gadis itupun terlelap.
Jam dinding menunjukkan pukul lima sore gadis itupun terbangun dari tidurnya karena teringat bahwa dirinya belum melaksanakan sholat ashar.
Dengan pelan dia pun turun dari tempat tidurnya langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berwudhu.
Ceklek
(suara pintu di buka)
Beana keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah segarnya.Kini dirinya sudah berganti pakaian dan dia pun mengambil mukena dan jiga sajadah untuk melaksanakan sholat ashar karena waktunya sudah semakin mepet.
Gadis itu masih duduk bersimpuh di atas sajadah nya lalu sambil menunggu waktu sholat Maghrib diapun membaca Al-Qur'an hingga tidak beberapa alam kemudian terdengar lah suara azan berkumandang segeralah gadis itu menutup Al-Qur'an dan dia pun bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Maghrib.
Setelah suara azan berakhir lalu setelahnya dia pun melaksanakan sholat Maghrib sendirian dengan khusyuk.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".ucapnya mengakhiri sholat Maghrib.
Setelah berzikir sebentar dia pun mengangkat kedua tangannya dan dia pun berdoa.
Setelah selesai dia pun melipat mukena dan sajadah lalu di letakan dia atas tempat tidurnya.
Perlahan-lahan dia pun merapikan buku-buku pelajaran nya dan satu persatu di masukan ke dalam box. Dirinya harus cepat menyelesaikan nya.Karena secepatnya dirinya harus pindah dari sini sebelum semua orang mengetahui tentang kehamilan nya.
__ADS_1
Satu jam dirinya telah selesai mengepak semua buku-buku nya.
"Akhirnya selesai, besok aku hanya mengemas baju dan keperluan lainnya. Semoga keputusan yang aku ambil ini adalah keputusan yang terbaik". gumamnya.
Tiba-tiba dia mendengar suara pintu terbuka tapi bukan pintu kamar nya melainkan pintu kamar samping kost nya.
Gadis itu pun langsung tersenyum
"Sepertinya Mba Siska sudah pulang, aku harus segera menemuinya dan memberi kan oleh-oleh yang aku bawa dari kampung kemarin".ucapnya dalam hati sambil mengambil. kantong kresek dan memasukan oleh-oleh itu di dalam nya.
" Semoga saja Mba Siska suka".katanya lagi sambil berjalan menuju ke arah pintu dan membukanya.
Ceklek
(suara pintu di buka)
Beana berjalan keluar dalam kostnya dan melangkah menuju kamar kost tetangganya setelah terlebih dahulu menutup pintu kamar kostnya.
Sampai di depan pintu gadis itu menangkan hatinya dati rasa gundah dan takut. Setelah hatinya sudah sedikit tenang dia pun memberanikan mengetuk pintu.
Tok... tok.. tok
Lalu samar terdengar suara dari dalam kamar kost itu
"Siapa?
" Mba Siska ini Ana".
Dan terlihat ada seseorang yang membuka kenop pintu lalu
Ceklek
(Pintunya pun terbuka)
Terlihat lah seseorang sedang tersenyum melihat nya.
"Ana.Ayo masuk".ucapnya sambil membuka pintu kostnya lebar-lebar.
Gadis itupun mengangguk lalu masuk ke dalam kamar kost itu lalu keduanya pun duduk di lantai beralaskan karpet.
__ADS_1
" Ini untuk Mba".kata Beana sambil menyerahkan sebuah kantong kresek kepada pemilik kamar kost itu.
"Apa ini?
" Oleh-oleh dari kampung Ana Mba".
Wanita itupun tersenyum senang
"Makasih ya".
" Sama-sama Mba".ucapnya sambil melihat wanita yang kini duduk di dekatnya itu membuka oleh-oleh darinya.
"Mba Siska!
" Iya".jawabnya sambil melihat wanita itu.
"Ana mau pamit sama Mba Siska"
Deg.... deg.. deg..
Jantung wanita itu pun berdebar kencang saat mendengar apa yang gadis itu ucapkan hingga tangannya yang tadi sibuk membuka oleh-oleh menjadi berhenti lalu wanita itu pun melihat ke gadis muda yang duduk di samping nya.
"Kamu ngomong apa tadi?
" Ana mau pamit Mba!
"Ke.... kenapa?
Gadis hanya terdiam tanpa bicara dan membuat wanita dewasa itupun bertanya lagi.
" Katakan sama Mba apa alasannya?
"Itu."
"Kamu mau pindah sekolah?
Gadis itupun terpaksa mengangguk agar wanita itu tidak banyak bertanya kepada nya.
" Maafin Ana Mba Siska, Ana terpaksa berbohong kepada Mba".gumamnya dalam hati.
__ADS_1
bersambung