
Sehan masih terdiam di dalam mobilnya sambil pandangan matanya terus melihat kearah gadis polos nya yang sedang berjalan memasuki gang untuk menuju ke kontrakannya.
Setelah sosok gadis polos nya itu sudah tidak terlihat barulah dia pun mulai menjalankan mobilnya.
Sungguh di dalam hati kecilnya sekarang ini dirinya ingin sekali berteriak dan mengumpati dirinya yang telah menjadi laki-laki tidak berguna sekali.
Apalagi masih terngiang di kedua telinganya kata-kata yang diucapkan oleh gadis polos nya.
"Tuan bukan siapa-siapa untuk kami".
" Ah ****. Kenapa sih hatiku ini kesal mendengarnya?
Tidak taukah kamu Be kalau aku ini adalah Ayah biologis dari Samara putri kecil kita".ucapnya sambil memukuli stir mobilnya berulang kali untuk menyalurkan rasa kesalnya tapi tetap saja rasa kesalnya itu sama sekali tidak hilang.
"Ahh".ucapnya kesal.
Kini dirinya kembali fokus menatap jalan,kini dia pun mengendarai mobilnya menuju ke arah restoran. Hari ini dirinya ingin menemui kakaknya untuk curhat tentang hatinya yang koni sedang kacau dan juga gelisah.
Saat mobilnya sudah ingin berbelok tiba-tiba dia pun mengurung kan niatnya saat melihat dua orang laki-laki berbaju hitam masuk ke dalam restoran.
__ADS_1
"Kenapa mereka ada di sini sih?
Apa mereka ke sini untuk mencari aku?
Atau seperti biasa menguntit ku.
Kenapa laki-laki tua itu benar-benar keras kepala banget".katanya lalu mobil itu pun kembali berputar untuk pergi dari tempat itu.
" Sepertinya aku harus kembali ke apartemen, perutku sudah sangat lapar pasti gadis polos ku sudah memasakkan makanan yang enak".ucapnya kembali bersemangat lalu sedetik kemudian dia pun tersenyum.
Tak lama mobilnya pun kini sudah memasuki area parkir apartemen. Dengan langkah senang dia pun berlangkah menuju lift dan masuk ke dalam nya lalu lift itu pun bergerak naik ke lantai teratas apartemen.
Pintu lift pun terbuka dan dia pun melangkah ke arah pintu. Setelah menekan nomornya pintu itupun terbuka dan dia pun menghirup aroma wangi dari dalam apartemen nya.
Semua lampu pun menyala dan dia pun berjalan ke arah pantry setelah terlebih dahulu menaruh tasnya di atas sofa ruang tamu.
" Aku benar-benar suka dengan cara kerja gadis polos ku, sungguh wanita itu memang benar-benar sosok istri idaman tak sabar aku ingin segera menghalalkannya untuk menjadi istri ku".ucapnya sambil menuju meja makan dan tangannya pun langsung membuka tutup saji dan kedua matanya melihat kini dia atas meja sudah tersedia beberapa menu masakan untuk. dirinya makan.
"Seperti biasa apa pun yang di masaknya pasti rasanya begitu enak, sungguh aku benar-benar tidak sabar untuk menikahinya dan membawanya tinggal di sini bersama putri ku Samara."
__ADS_1
"Hidup bersama mu adalah keinginan terbesar dalam hidupku tapi entah mengapa untuk meraih kebahagian itu cobaan nya begitu banyak".
gumamnya dalam hati.
Setelah memandangi masakan yang tertera di atas meja kini laki-laki itupun sudah duduk dengan nyaman sambil menikmati masakan dari gadis polos nya.
Tanpa terasa makanan yang berada di atas piringnya itupun kini sudah habis dan dia pun merapihkan nya dan mencuci bekas piring nya.
Sehabis merapihkan nya dia pun berjalan menuju ke lantai dua di mana kamarnya berada.
Saat memegang handle pintu tiba-tiba tangannya pun berhenti dan dia pun melangkah ke arah kamar di samping nya.
Pintu kamar itu pun terbuka lalu dia pun menyalahkan listrik hingga terlihatnya semua isi kamar itu.
Laki-laki itupun tersenyum saat melihat seisi kamar itu".ucapnya sambil melangkah masuk lalu dia pun duduk di samping tempat tidur.
Di dalam kamar itu banyak sekali terdapat foto putrinya dan gadis polosnya yang sengaja diambilnya diam-diam.
Foto keduanya pun kini sudah terpasang secara berdampingan.
__ADS_1
"Seandainya aku bisa memutar waktu ,pasti sekarang ini aku sudah menikahi Beana dan hidup bahagia dengan putriku .Tapi semuanya itu hanya "gumamnya dalam hati.
bersambung