Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
62


__ADS_3

Mobil memasuki kawasan di mana tempat kontrakan Beana berada. Di depan sebuah gang sempit mobil itupun berhenti karena tidak bisa masuk.


"Kontrakan kalian yang mana? tanya Santi sambil melihat ke arah luar jendela.


"Kontrakan kami ada di dalam gang itu Bu".ucap Wita sambil menunjuk ke arah gang sempit.


" Jauh dari sini?


"Tidak Bu di belakang rumah itu kontrakan kami berada".Ucap Wita menambahkan.


" Terus mobilnya parkir di mana? Ngga mungkin kan mobil saya ini parkir di sini".ucapnya sambil melihat sekelilingnya yang begitu ramai.


"Disini ada tempat khusus untuk menitipkan mobil".


" Oh ya di mana?


"Nanti saya kasih tau Bu sekarang lebih baik kita ke kontrakan Ana dulu."kata Wita.


" Baiklah".ucapnya sambil keluar dari dalam mobil.


Kini mereka pun sudah sampai di rumah kontrakannya.


"Alhamdulillah sayang kita sudah di rumah" katanya sambil mencium bayinya yang kini sedang tertidur lelap dan kini semuanya duduk di lantai dengan beralaskan karpet. Sama


"Wita".panggil Santi.


"Iya Bu".


" Kamu ada teman laki-laki ngga?


"Teman laki-laki!Ada BuBu memang nya ada apa Bu?


" Saya mau minta bantuin bawain barang-barang".

__ADS_1


"Memangnya barang-barang nya di mana Bu?


" Ada di bagasi mobil saya".


"Sebentar abu saya panggil dulu orang nya".


" Iya. "ucapnya sambil melihat ke dalam kontrakan yang begitu kecil menurutnya.


" Ana, siapa nama bayi kamu?


"Samara Izsa".


" Samara, nama yang cukup bagus terus panggilan nya siapa?tanyanya sambil mengusap-usap pipi merahnya.


"Sam.Panggilannya adalah Sam".


Dan tak lama kemudian Wita kembali dengan membawa dua orang laki-laki.


" Bu ini teman-teman saya".


"Ayo ikut saya ke mobil untuk mengambil barang-barang nya".kata Santi dan ke dua laki-laki itupun langsung mengikutinya.


Sampai di mobilnya Santi membuka bagasi mobil di mna barang-barang yang akan di bawakan oleh dua orang laki-laki itu.


" Tolong langsung di bawa ke kontrakan yang tadi ya".perintahnya.


"Baik Bu".ucap keduanya sambil membawa barang-barangnya.


Santi menunggu ke dua laki-laki itu untuk kembali mengambil barang-barang hingga semua barang-barang itupun sudah semuanya berada di dalam kontrakan Beana.


Santi pun kembali ke kontrakan Beana dan dia pun memberikan uang sebagai balas jasa mereka.


"Terima kasih ya sudah membantu saya".

__ADS_1


" Sama-sama Bu, kami permisi".


Wanita itu pun mengangguk iya lalu dia pun masuk dan melihat semua barang-barang iru sudah di letakan di dalam rumah.


Beana sangat terkejut saat melihat ada box bayi dan semua kebutuhan untuk bayinya kini sudah tersedia di sana.Begitupun dengan Wita, wanita itu sempat terkejut saat melihat barang-barang yang kini berada di dalam kontrakan Ana.


"Bu Santi bukankah ini terlalu berlebihan Bu".ucap Beana.


" Ini tidak berlebihan Ana, semua ini untuk kebutuhan Sam jadi saya harp kamu tidak menolaknya karena ini adalah rejeki nya Sam".


Akhirnya Beana pun terdiam.


"Kamu tau nggak kalau Sam ini membawa hoki ".


" Maksud Ibu apa?


"Ana semenjak kamu kerja di tempat saya omset restoran menjadi naik dan semua itu karena Sam. Sam pembawa rejeki untuk restoran kami dan untuk kamu juga".


"Saya baru tau Bu".


" Makanya dari itu jangan menolak semua yang sudah saya berikan untuk Sam ,oke".


Ibu muda itupun mengangguk dan Wita pun menggenggam tangan sahabatnya.


"Kamu adalah Ibu yang paling beruntung".katanya.


Beana pun terharu saat mendengarnya


" Makasih ".


" Sama-sama ".


Bos mereka pun tersenyum.

__ADS_1


" Tunggulah waktunya tiba Beana kamu akan segera bertemu dengannya".ucapnya dalam hati


bersambung


__ADS_2