
Di Apartemen mewah seorang laki-laki sedang duduk di kursi kerjanya sambil terus memikirkan gadis kecil yang bernama Samara.Mengapa hatinya begitu nyaman saat berada di dekatnya,
"Apa yang terjadi denganku? Mengapa bayangan gadis kecil itu terus saja membayangiku? Siapa sebenarnya gadis kecil itu mengapa setiap kali melihatnya hatiku selalu saja berdebar-debar?Perasaan apa ini?Kenapa di otak ku terus saja memikirkan nya?tanyanya dalam hati.
" Besok aku akan ke sana lagi, aku akan mencari tau siapa Ibu dari gadis itu.Apakah aku mengenal nya atau tidak."
katanya dalam hati.
Hingga lamunannya pun buyar saat terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
Tok... tok... tok(suara pintu di ketuk dari luar)
"Masuk".ucap orang dari dalam.
Ceklek(suara pintu di buka)
Tampaklah seseorang memasuki ruangan itu.
" Ada Bim?
"Maaf Tuan saya ingin menyampaikan pesan dari Nyonya besar".katanya sambil menunduk.
" Pesan apa?Tanyanya dengan nada sedikit tidak suka.
"Tuan Muda di minta pulang ke rumah besar".
__ADS_1
" Pulang?Sampaikan pesanku aku tidak akan pulang".ucapnya dengan aura dingin.
"Baik Tuan saya akan sampaikan pesan Anda".
" Bim".panggilnya.
"Saya Tuan".
" Cari tau tentang Ibu dari gadis kecil yang tadi kita temui di restoran.Aku mau hari ini juga data itu sudah kau dapatkan".perintahnya.
"Baik Tuan akan saya kerjakan. Saya permisi dulu Tuan".ucapnya langsung berbalik dan berjalan keluar dari ruangan itu.
Laki-laki itupun bangun dari duduknya dan dia pun berdiri di dekat jendela.Di lihatnya pemandangan dari atas sana karena apartemen yang di tempati nya berada di lantai teratas. Dari atas sana dia bisa melihat pemandangan kota Jakarta.
"Kamu di mana Be? Apakah keadaan kamu baik-baik saja? Batinnya berkata hingga tanpa terasa air matanya pun menetes di kedua buah matanya.
Laki-laki itu memang sudah mengetahui kabar tentang gadis nya dari orang kepercayaan nya tapi saat dirinya ingin pulang ke Indonesia Papah nya menutup semua aksesnya hingga dirinya tidak bisa untuk pulang dan dengan terpaksa dia pun harus melanjutkan studinya hingga selesai.
Di tempat berbeda.
Bimo sang asisten pun kini mulai berkerja untuk mencari tau nama Ibu dari Samara yang tidak di ketahui oleh Bu Santi yang orang yang memegang kendali di sana.
Tak menunggu lama pencariannya pun di temukan dan dia pun berhasil mendapatkan nya.Dengan wajah ceria laki-laki itupun berjalan menuju mobilnya dan mobil itupun bergerak meninggalkan area restoran menuju ke arah apartemen Tuan Mudanya.
Dan tak lama mobil itupun sampai di apartemen setelah memarkirkan mobilnya laki-laki itupun bergegas menaiki lift menuju ke lantai paling atas.
__ADS_1
Lift itupun berhenti di lantai paling atas,dia pun keluar dan langsung memasuki unit Tuan Mudanya.
"Pasti Tuan akan senang".ucapnya sambil tersenyum senang.
Dia pun memasuki ruang kerja setelah mengetuk pintunya.Pintu itupun terbuka dia pun melihat Tuan Mudanya kini sedang duduk sambil melihat kearah laptopnya.
" Apakah kau sudah mendapatkan nya? tanyanya tanpa menoleh.
"Sudah Tuan,semuanya ada di sini".katanya sambil meletakkan sebuah map coklat di atas meja.
" Terima kasih".
"Sama-sama Tuan,saya permisi".ucapnya sambil melangkah keluar dari ruangan itu.
" Iya".ucapnya sambil mengambil map lalu diapun langsung membukanya.
Satu persatu dia pun membacanya dengan teliti dan tiba-tiba dia pun terkejut saat membaca sebuah nama yang tidak asing tertera di data itu.
Deg... deg.. deg(jantung berdetak sangat cepat)
"Be...Beana Hermawan".ucapnya sambil memegangi foto yang ada di dalamnya.
" Apa gadis kecil itu adalah anakku? tanyanya tanpa terasa dia pun menangis.
Laki-laki itupun masih menangis, rasa di hatinya kini semakin bertambah
__ADS_1
"Maafkan aku Be".
bersambung