
Sehan membuka kedua matanya saat di mendengar suara seseorang memanggil namanya.Dia pun tersenyum
"Bangun kak, kita sholat subuh berjamaah".ucapnya dan laki-laki itupun mengangguk.
Setelahnya dia pun langsung bangun dan turun dari tempat tidur untuk menuju kamar mandi.
Beana menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya dan tidak beberapa lama kemudian terdengar suara pintu terbuka terlihat lah sosok suaminya yang berjalan keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah jauh lebih segar setelah mandi.
Sambil menunggu sang suami yang sedang memakai pakaian nya dia pun kini sedang duduk di atas sajadah untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Keduanya kini pun melaksanakan sholat subuh dengan begitu khusyuk sampai selesai.
"Kak".panggilnya dan laki-laki itupun langsung menoleh ke arah wanita nya yang kini sudah selesai melipat alat-alat sholat nya.
"Ada apa Be?
"Mau Ana buatkan kopi?
"Iya, buat kan aku kopi susu saja".
"Oke.Minumnya mau di sini atau di pantry?
" Di pantry saja".
"Baiklah.Ana keluar dulu ya".
" Iya".jawabnya yang masih duduk di atas sajadah untuk membaca alquran sedangkan Beana kini sedang berjalan menuju kamar putrinya lalu baru pergi ke pantry untuk membuat sarapan pagi dan juga kopi untuk suaminya.
Perlahan-lahan ibu muda itu membuka handle pintu dan dia pun masuk menuju ke dalam kamar putrinya.Bibirnya tersenyum saat melihat putrinya masih tertidur dengan lelap.
Di tariknya selimut yang sudah berada di bawah kakinya.
"Sepertinya kamu betah ya tinggal di sini?Maafkan Bunda yang baru bisa memberikan kamu keluarga yang utuh untuk kamu." ujarnya lalu keluar dari kamar putrinya.
Di pantry ibu muda itu langsung membuka kulkas dan mengeluarkan bahan-bahan untuk membuat sarapan.Kini semua bahan-bahan itupun sudah tersedia di atas meja pantry. Dengan cepat kedua tangannya langsung mengeksekusinya.
Sehan turun dari tangga hidung langsung mencium aroma masakan yang sedang di masak oleh istrinya. Aromanya begitu membuatnya merasa begitu lapar.
"Hem harumnya".ujarnya setelah sampai lalu menarik kursi dan dia pun duduk.
__ADS_1
Istrinya menghampirinya sambil membawa secangkir kopi untuknya.
" Kopinya kak".
"Terima kasih Be".
" Sama-sama kak".
Laki-laki itupun menyeruput kopinya sambil melihat kearah istrinya masih sibuk memasak di depan kompor.
"Ara belum Be?tanyanya karena sedari tadi laki-laki itu tidak melihat kehadiran putrinya.
"Sepertinya belum kak, tadi Ana tengok ke kamarnya masih tidur".
Lalu Ayah muda itupun bangun dari kursinya
" Kak Se mau kemana?tanyanya saat melihat suaminya akan beranjak pergi.
"Mau lihat Ara".
Istrinya pun mengangguk iya lalu kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
Sehan memasuki kamar putrinya.Di atas tempat tidur terlihatlah seorang gadis kecil kini masih tertidur dengan lelapnya,laki-laki itu tersenyum saat melihat betapa imut dan cantiknya putrinya.
Dengan pelan dia pun mengusap-usap pipinya hingga membuat gadis kecil itupun mulai membuka kedua matanya.
" Ayah".
"Putri Ayah sudah bangun?
"Iya".jawabnya sambil mengerjapkan kedua matanya agar semakin terbuka.Ayahnya pun tertawa melihat tingkah lucu putrinya.
" Ayo mandi biar matanya bisa terbuka lebih lebar".ucapnya lalu menggendong tubuh putrinya menuju kamar mandi.
Dengan telaten Ayah muda itu memandikan putrinya itu, biasanya putrinya akan menolak untuk di mandikan tapi kali ini putrinya sama sekali tidak menolak nya.
"Sudah selesai".katanya sambil memakai kan handuk di tubuh putrinya dan menggendongnya ke luar kamar mandi dan mendudukkan nya di tempat tidur.
"Ara di sini dulu ya, Ayah mau mengambil pakaian ganti kamu".
__ADS_1
" Iya Ayah".
Setelah semuanya selesai keduanya pun langsung keluar dari kamar menuju pantry di mana seseorang kini sedang menunggu kedatangan mereka.
"Bunda".panggilnya sambil memeluk ibunya yang sedang berdiri di sisi meja.
"Putrinya Bunda." balasnya sambil mencium setelah mensejajarkan tingginya dengan tinggi putrinya.
"Wangi Bunda?
" Hem, wangi banget pasti sudah mandikan?
Gadis kecil itu mengangguk
"Mandi sendiri atau di mandiin nih".godanya.
Gadis kecil itu tersenyum
" Ayah yang mandiin ".jawabnya jujur lalu melihat kearah Ayahnya yang kini sudah duduk di kursi nya.
" Benarkan Ayah? tanyanya dan laki-laki itupun mengangguk mengiyakannya.
"Sudah bilang terima kasih belum sama Ayah?
" Belum, Ara lupa".jawabnya polos.
"Ya sudah sekarang ucapkan terimakasih sama Ayah".
Gadis kecilnya pun mengangguk lalu mendekati kursi tempat Ayahnya duduk.
" Ayah terimakasih ".ucapnya tulus dan membuat hati laki-laki itupun tersentuh.
" Sama-sama sayang ".
" Sudah sekarang Ara duduk kita mau sarapan dulu".ucap wanita itu lagi.
"Baik Bunda".
Keluarga kecil itupun kini sedang menikmati sarapan paginya itu dengan suasana hati yang benar-benar tenang.
__ADS_1
Karena seperti nya Ayah muda itu untuk sementara waktu bisa sejenak melupakan rasa kesal di dalam hatinya.
bersambung