Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
88


__ADS_3

Sehan keluar dari ruangan nya dengan wajah sedikit kesal dan Bimo sebagai asisten sekaligus sekretaris pun langsung menghampiri nya saat Tuan mudanya meminta kunci mobilnya.


"Tuan mau pergi?


" Iya".


"Biar saya antar Tuan".katanya hendak berjalan mengikutinya dari belakang.


" Tidak usah,aku mau bawa mobil sendiri".


"Tapi Tuan".


" Tidak usah khawatir aku akan baik-baik saja.Lagipula aku hanya mau pulang ke apartemen".ucapnya dan laki-laki itupun mengangguk.


Setelah Tuan mudanya tidak terlihat laki-laki itupun kembali lagi ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya hingga tiba-tiba dia pun mendengar suara pintu di buka dari dalam ruangan CEO dan dia pun melihat Tuan besar keluar dari dalam ruangan itu dengan wajah menahan amarah.


Laki-laki itupun kini sudah berdiri dengan kepala sedikit menunduk untuk menghormati atasannya.


Tanpa menoleh laki-laki itupun langsung melewatinya begitu saja.


"Sepertinya mereka berdua bertengkar lagi".gumamnya dalam hati sambil kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Sementara itu di tempat berbeda lebih tepatnya di dalam sebuah apartemen Beana kini sudah selesai menata semua masakan nya di atas meja makan dan menutupi nya dengan tutup saji lalu dia pun bersiap-siap untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul empat sore.

__ADS_1


"Mungkin sekarang Tuan muda sudah dalam perjalanan pulang dari kantornya".pikirnya sambil kembali ke kamarnya dan memakai hijabnya juga tasnya lalu dia pun mulai berjalan keluar dari apartemen.


Wanita masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai bawah. Dan tak lama lift itupun terbuka dan dia pun keluar sambil memegangi tas selempang nya.


Tidak jauh darinya seseorang sedang memperhatikan nya dari dalam mobilnya.


"Hampir saja aku ketahuan tadi. Untung saja aku tidak langsung naik ke atas. Karena emosi aku jadi lupa kalau gadis polos ku masih berada di dalam apartemen".ucapnya sambil terus melihat ke arah gadis polosnya yang kini sedang menaiki ojek online nya.


" Sepertinya aku harus mengikuti nya. Kenapa sih harus naik ojek segala,kenapa tidak naik taksi saja ".katanya dengan nada sedikit kesal saat melihat gadis polosnya duduk berdua di atas motor itu.


"Seharusnya itu aku yang membawa motornya,bukan laki-laki itu. Ini kenapa dengan hatiku sungguh aku benar-benar sangat cemburu melihat gadis polos ku membonceng motornya".umpatnya dalam hati.


Selama perjalanan laki-laki itu terus saja menggerutu saat melihat gadis polosnya membonceng motor itu, padahal gadis nya hanya di bonceng dengan tukang ojek online tapi kenapa hatinya benar-benar tidak rela gadis polosnya itu berdekatan dengan laki-laki lain selain dirinya.


"Aku tidak pernah melepaskan kamu lagi Be,walaupun aku harus melawan Papah ku aku rela berkorban untuk kamu dan putri kita. Aku akan berjuang untuk mempertahankan kalian".batinnya berkata.


Dan tak lama kemudian ojek online yang di tumpangi Beana


akhirnya sampai.Setelah turun dan membayar ongkos nya dia pun berjalan memasuki gang menuju ke arah kontrakan nya.


Sehan terdiam sesaat lalu dengan dia pun membuka baju jasnya dan menaruhnya di kursi sampingnya lalu dia pun langsung menggulung lengan kemejanya sebatas siku dan itu membuat nya semakin terlihat begitu tampan.


"Aku harus melihat putri ku walaupun hanya dari jauh" katanya sambil mengambil kacamata dan juga maskernya lalu dia pun keluar dari mobilnya memasuki gang kecil menuju kontrakan di mana kedua wanita nya kini tinggal.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju ke arah kontrakan laki-laki itupun tersenyum penuh dengan kebahagiaan, sungguh tak ada lagi kebahagiaan yang di ingin kan lagi selain dirinya ingin hidup bersama dengan orang yang sangat di cintainya.


Laki-laki itupun menghentikan langkah nya di sebuah warung lalu dia pun langsung duduk dan memesan segelas kopi susu agar dia dapat melihat gadis kecilnya yang kebetulan sedang bermain di halaman bersama teman-teman sebayanya.


Laki-laki itupun tersenyum saat melihat gadis kecil nya


"Sungguh Ayah ingin sekali memeluk mu putriku".gumamnya dalam hati sambil diam-diam membidikan kamera handphonenya untuk memfoto dan juga merekam semuanya.


Dan di saat dirinya sedang sibuk memfoto tiba-tiba seorang wanita separuh baya mendekati nya sambil membawa secangkir kopi pesanannya.


" Mas kopinya ".ucapnya sambil menaruhnya di atas meja.


" Iya Bu terima kasih".katanya sambil terus merekam semua kegiatan putri kecilnya.


"Gadis kecil itu cantik ya Mas sampai-sampai dari tadi Mas nya itu terus saja memfotonya".kata si pemilik warung dan itu membuat laki-laki yang sedang memfoto gadis kecil itupun meneguk ludah karena terkejut mendengar nya.


" Wajar sih Mas semua orang seringkali banyak orang mengambil fotonya itu diam-diam karena Samara itu selain anaknya sangat cantik dia pun sangat pintar dari anak seusianya tapi sayang Sam kecil kurang kasih sayang dari seorang Ayah".katanya lagi dan membuat hati laki-laki itu menjadi merasa begitu bersalah lalu mematikan handphonenya dan memasukkan nya ke dalam saku celananya.


Dengan hati sedikit sedih tanpa berkata-kata dia pun pergi meninggalkan warung itu setelah membayar kopinya tanpa sekalipun meminumnya dan membuat di pemilik warung menjadi sedikit bingung.


"Apa aku salah bicara ya".ucapnya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2