Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
41


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 10 malam Beana yang sedang berbaring di tempat tidurnya pun kini belum juga bisa tertidur.


Gadis itu sekali mencoba untuk menutup kedua matanya tapi entah mengapa kedua matanya sama sekali tidak bisa terpejam.


Perlahan-lahan di bukanya selimut dan dia pun bangun dari tempat tidur menuju ke arah meja belajarnya.


Tangan kanannya membuka sebuah laci di di bawah meja belajarnya dan dia pun mengambil sebuah kotak beludru kecil berwarna merah muda lalu di kotak itupun langsung di buka hingga terlihat sesuatu yang berada di dalamnya.


Di ambilnya benda itu lalu tanpa terasa diapun menangis.


Flashback on


Beana melihat ke arah jam dinding waktu menunjukkan pukul 9 malam.Senyuman tersungging dari sudut bibir tipis yang berwarna pink alami.


"Waktunya aku pulang".ucapnya dengan hati senang.


Setelah berganti pakaian gadis itu pun kini berjalan keluar dari kafe menuju halte untuk menunggu mobil angkutan umum.


Tapi langkah nya terhenti saat tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di samping nya.


Gadis itupun berhenti berjalan saat mengetahui sebuah mobil berhenti tepat di sampingnya.Dia pun tidak terkejut karena dirinya mengetahui siapa ada di dalam mobil itu.


Perlahan-lahan kaca mobil itu pun terbuka terlihat seseorang di balik kemudi dia pun tersenyum kepadanya lalu dia pun membukakan pintunya


"Masuklah".ucapnya memberi perintah.


Seperti biasanya gadis itupun tidak bisa menolak perintah nya lalu dia pun masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingnya.


Laki-laki itupun tersenyum karena seperti biasanya gadisnya ini tidak bisa menolak perintahnya.


Dan dia pun teringat saat dulu gadis yang duduk di sampingnya ini bersih keras untuk menolak semua perintahnya tapi seperti biasa dirinya akan memaksanya dan terbukti sekarang ini gadis itu sudah berada di dalam kendalinya.


keduanya pun terdiam hingga gadis itupun memulai pembicaraan


"Kak".panggilnya.


Orang yang duduk di sampingnya pun menoleh


" Ada apa?


"Besok jangan jemput Ana lagi".


" Kenapa?tanyanya sambil melihat lurus ke depan.


"Ana tidak enak saja kalau kakak terus jemput Ana terus".


" Kenapa tidak enak? Bukankah setiap wanita itu senang jika di jemput sama kekasihnya!


Gadis itu mendadak terkejut dengan ucapan laki-laki yang ada di sampingnya.


"Ya mungkin wanita itu senang tapi tidak untuk Ana".


" Alasannya?


"Alasannya karena kita bukanlah pasangan kekasih".


Laki-laki itupun tertawa

__ADS_1


Ah... ah... ah


Gadis itupun mendadak terdiam karena laki-laki itu tiba-tiba tertawa.


" Memangnya ada lucu ya?


Laki-laki itupun terdiam sejenak lalu dia pun menghentikan mobilnya di bahu jalan.


Dia melihat ke arah gadisnya dalam hati kecilnya pun berkata


"Apakah dirinya tidak tau kalau aku mencintainya".


Gadis itupun masih terdiam karena terkejut tiba-tiba laki-laki itu menghentikan mobilnya di bahu jalan.


" Kalau sekarang ini kita pasangan kekasih bagaimana? tanya laki-laki itu dan membuat gadis yang duduk di samping nya terkejut.


"Maksud kakak?


" Maksud ku jelas Be,apa perlu aku perjelas lagi?


Gadis itu masih terdiam mencoba mencerna ucapan laki-laki itu.


"Baiklah.Dengarkan aku Beana Hermawan mulai sekarang kamu adalah pacarku".


Gadis itupun terkejut dengan pernyataan dari laki-laki yang duduk di sebelahnya.


" Apa maksud kakak?


"Apa masih kurang jelas mulai sekarang kita adalah pasangan kekasih karena mulai malam ini dan seterusnya kamu adalah pacar aku jadi jangan pernah lupa itu".


" Tidak bisa begitu kak!


" Ya karena keputusan itu harus di dapatkan dari kedua belah pihak sedangkan kakak mengambil keputusan atas kemauan kakak saja".


Laki-laki bergerak mendekati gadis yang duduk di sampingnya lalu mengukung nya sontak hati gadis itu mendadak sedikit takut.


"Kamu bilang apa tadi? Coba ucapkan sekali lagi!


" Itu".ucapannya terhenti saat bibir nya di bungkam dengan bibir laki-laki itu.


Gadis itu terkejut lalu kedua tangan nya pun mendorongnya hingga ciuman itupun terlepas.


Napas keduanya pun terengah-engah.


"Kenapa sih kak kamu sering banget cium bibir Ana?tanyanya sambil melihat laki-laki yang kini telah kembali duduk di kursi kemudi.


Laki-laki itupun menoleh.


"Karena bibir kamu itu sangat manis jadi sudah jadi candu buat aku".ucapnya tanpa dosa.


" Kak ciuman itu di larang kak".


"Kenapa bisa di larang?


" Ya karena kita itu bukan mahram jadi kita tidak boleh melakukan itu karena itu dosa ".


"Jadi kalau kita sudah mahram apakah kita bisa bebas melakukannya?

__ADS_1


"Itu".


" Bagaimana caranya agar kita bisa menjadi mahram?ucapnya ingin tau tapi gadis itu hanya terdiam.


"Ayo cepat katakan Be bagaimana caranya agar aku bisa menjadi mahram kamu!ucapnya penasaran.


" Me..... menikah".ucapnya kemudian.


Laki-laki itupun tersenyum.


"Apa menikah?


" Iya".


"Baiklah sebaiknya kita segera menikah agar aku bisa menciummu sesuka hatiku".


Wajah gadis itu sudah benar-benar kesal


"Itu tidak mungkin kak!


" Kenapa tidak mungkin?


"Karena kita masih sekolah jadi kita tidak bisa menikah".


" Apa itu alasanmu?


"A... apa maksud kakak".


" Kamu ingin menolak ku".


Gadis itupun terdiam.


Laki-laki itupun membuka dashboard mobilnya lalu dia pun mengambil sesuatu di sana.


Beana melihat sebuah kotak berundru kecil berwarna merah muda lalu dia pun membukanya.


Terlihat sebuah cincin berlian berwarna putih di dalamnya.


"Sini tangan kanan mu".


" Untuk apa?


"Sudah sini kalau tidak menurut aku akan cium lagi".


Gadis itupun terburu-buru mengulurkan tangan kanannya dan laki-laki itupun langsung memakaikan cincin berlian itu di jari manis gadisnya dan laki-laki itupun tersenyum.


" Cantik.Sangat cantik".


Sebelum gadis itu berbicara laki-laki itupun langsung berbicara lagi


"Itu hadiah dariku karena kamu sekarang ini sudah resmi menjadi pacarku jadi terimalah. Dan satu lagi aku tidak menerima penolakan. Oke".ucapnya sambil tersenyum.


Flashback off


Beana menangis saat mengingat hari itu,mengingat semua ucapan laki-laki yang sudah berhasil membuat nya bahagia walaupun kebahagiaan itu hanya sesaat.


Di genggamnya cincin berlian itu

__ADS_1


"Mengapa kamu harus meninggalkan Ana kak Se?Tidak taukan kamu kalau sekarang ini Ana sedang mengandung anak mu".lirihnya sambil tubuhnya tiba-tiba jatuh di lantai sambil menangis.


bersambung


__ADS_2