
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Sehan tidak langsung pulang tapi pemuda itu kini memilih untuk berjalan-jalan pagi terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah Pak Awan.
Dia menghirup udara pagi yang begitu sejuk sambil menikmati pemandangan di daerah ini benar-benar begitu bagus.
"Sungguh aku ingin sekali tinggal lebih lama di sini tapi bagaimana dengan pekerjaan aku di Jakarta?tanyanya dalam hati sambil meraup wajahnya kasar.
" Dua hari lagi, waktuku hanya tinggal dua hari lagi.Hari ini aku harus berbicara jujur dengan Pak Awan. Apapun yang terjadi nanti aku harus siap dengan resikonya ".katanya lagi dalam hati.
Pemuda itupun terus berjalan hingga ketika di rasa hatinya sudah benar-benar baik akhirnya pemuda itupun berbalik arah untuk kembali pulang ke rumah Pak Awan.
Tak lama pemuda itupun memasuki halaman rumah lalu membuka pintunya.
Sehan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci tangannya setelah itu dia pun langsung menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
Tapi langkahnya langsung terhenti saat melihat sosok laki-laki yang kini sedang membuat satu gelas teh manis hangat dan juga satu gelas kopi hitam.
Diam-diam pemuda itupun memperhatikan nya dan dia pun mencoba mengingat bagaimana cara membuat kedua minuman itu agar dirinya bisa mempraktekkan nanti setelah dirinya kembali ke Jakarta.
Sebenarnya membuat minuman panas itu adalah pekerjaan yang sepele bagi orang yang sering melakukan nya tapi baginya ini pekerjaan yang sangat sulit mengingat dirinya adalah anak seorang konglomerat yang setiap harinya di layani oleh para pelayan.
Bibirnya tersenyum saat melihat calon mertuanya itu membuat minuman hangat itu sendiri dan seperti nya itu sudah biasa dia lakukan dan pemuda itupun menghampiri nya
"Selamat pagi Pak".sapanya lalu laki-laki itupun melihat nya dan tersenyum
" Pagi Nak Sehan.Duduklah bapak sudah membuat teh untuk Nak Sehan".katanya dan pemuda itupun ikut duduk di kursi meja makan.
"Ini untuk Nak Sehan".katanya sambil meletakkan segelas teh hangat di depannya.
" Terima kasih Pak. Maaf jadi membuat Bapak repot".
"Ini tidak merepotkan Nak Sehan hanya air teh saja".balasnya sambil menyeruput kopinya dan Sehan pun juga meminum teh hangatnya.
__ADS_1
Sungguh dalam hati kecilnya bertanya
" Apakah Anda akan tetap baik memperlakukan saya seperti ini jika Anda tau kalau aku adalah orang yang telah membuat kehidupan putri Anda hancur?
Sejenak dia pun teringat dengan apa yang di ucapkan oleh laki-laki yang kini sedang duduk di hadapannya yang terlihat begitu tenang tapi entahlah apa nanti laki-laki itu bisa bersikap seperti itu jika dia mengetahui sebuah fakta tentang putrinya.
Mendadak hatinya begitu gelisah
"Apa aku tunda saja pembicaraan hari ini sungguh hatiku benar-benar takut untuk mengungkapkan nya. Tapi jika menunda lagi pasti lama juga aku menghalalkan Beana lalu bagaimana dengan nasib putri kami.
Ayolah cepat berpikir Sehan waktu mu tidak banyak. Dirimu mau Papah bertindak lebih cepat dari dirimu?
Cepatlah ambil keputusan mu segera ".ucap hatinya meyakinkan.
Pemuda itupun mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri dengan pelan sambil mencoba untuk berpikir.Tapi tetap saja masih ada keraguan itu masih ada di dalam hatinya.
Di saat dirinya sedang sibuk berpikir laki-laki yang sedang duduk tidak jauh darinya itupun akhirnya menegurnya
Pemuda itupun melihat nya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak.
" Kalau kepala Nak Sehan tidak sakit lalu kenapa Nak Sehan mengetuk-ngetuk kepala?
Pemuda itupun tersenyum
"Saya hanya sedang bingung Pak."
"Kalau boleh Bapak tau Nak Sehan bingung kenapa?
" Bingung apakah saya harus berkata jujur atau tidak".
"Oh jadi itu masalah nya".
__ADS_1
" Iya Pak".
"Kalau boleh Bapak kasih saran lebih baik Nak Sehan berbicara jujur saja bukankah itu lebih baik".
" Walaupun ini menyangkut putri dari seseorang ".
"Iya apapun itu".
Pemuda itupun mengangguk lalu dia pun menguatkan hatinya
"Bismillahirrahmanirrahim.Pak Awan saya akan mengatakan sesuatu kepada Anda".katanya sambil melihat sosok laki-laki separuh baya itu melihat kearah nya.
" Saya ingin memberitahukan bahwa saya mengenal putri Anda yang bernama Beana Setiawan ".
Deg... deg.. deg
(suara jantung nya berdetak sangat cepat)
"Kami berdua bukan hanya berteman tapi kami mempunyai hubungan yang sangat khusus dan saling terikat".
Laki-laki separuh baya itupun terkejut mendengar nya tapi dia masih mencoba bersikap tenang sambil mendengarkan
" Maaf Pak hubungan kami terlampau jauh hingga kami berdua melewati malam bersama ".ucapnya dan laki-laki itupun meremas gelas yang ada di atas meja itu dengan kencang.
Tanpa berkata apa-apa laki-laki itupun langsung bangun dari duduk nya dan berjalan menuju ke kamar nya.
Sehan hanya bisa terdiam sambil melihat laki-laki itu pergi meninggalkan nya.
"Inilah keputusan yang tepat Se".ucapnya dalam hati.
bersambung
__ADS_1