
Beana melangkahkan kedua kakinya menuju pintu kamar lalu membukanya dan berjalan meninggalkan kamar hotel yang telah memberikannya luka.
Gadis itu terus saja berjalan seperti normal agar tidak mengundang kecurigaan orang-orang yang kini sedang ikut berjalan di dekatnya.
Rasa sakit di sekujur tubuhnya terutama di bagian inti semakin membuat langkahnya begitu terasa berat.
Sesekali dia merasakan sedikit ngilu saat dirinya harus berjalan cepat itu agar dia bisa cepat keluar dari tempat dimana mahkotanya terenggut.
Rasa sedih, kesal juga benci kini telah memenuhi hatinya.Setiap dirinya melangkah hatinya kini tiba-tiba mulai merasakan sedikit takut.Rasa itu tiba-tiba saja muncul di pikirannya.
Tanpa terasa gadis itu telah berjalan keluar dari hotel lalu memanggil taksi.
Selama perjalanan gadis itu hanya terdiam, tatapan matanya terus melihat ke arah luar kaca mobil.
Tangan nya meremas rok panjangnya dan tanpa terasa dirinya pun menangis dalam diam.
Mobil berhenti di depan gerbang tempat kost nya. Setelah membayar diapun turun dan masuk ke dalam.
Pintu kamar pun terbuka lalu dia pun masuk dan menutup pintunya dan terdengar suara
Bruk
__ADS_1
Tubuhnya jatuh ke lantai sambil menekuk kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya di antara kedua kakinya lalu dia pun menangis tanpa suara.
Sesak. Dadanya kini terasa begitu sesak menghadapi kenyataan ini.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Hidup ku kini sudah hancur? rintihnya dengan air mata yang terus jatuh di kedua pipinya.
Hampir satu jam gadis itu masih duduk dilantai dengan posisi yang sama.Tatapan matanya kosong seakan-akan dirinya tidak bernyawa lagi.
Hari-hari pun berlalu gadis oti masih betah mengurung diri di dalam kamarnya bahkan dirinya dulu mendapatkan predikat sebagai murid terajin di sekolah kini malah sebaliknya dirinya hanya duduk sambil melamun dengan pikiran yang sangat kacau.
Kini dirinya hanya sibuk melamun dan melamun.
Sementara itu di lantai bawah.
Dia berjalan menuju tangga. Saat dirinya ingin menaiki anak tangga seseorang memanggilnya.Dia pun menoleh dan melihat seseorang yang memanggilnya.Ternyata ibu pemilik kost.
"Ada apa Bu?
Ibu pemilik kost pun terdiam dan membuat wanita yang berdiri di hadapannya itu menjadi sedikit penasaran apa sih yang ingin di bicarakan nya.
" Begini Nak Siska, ibu mau minta tolong sama Nak Siska".
__ADS_1
"Minta tolong apa Bu?
"Kamu dekat dengan Beana kan? tanyanya dan wanita di hadapan nya pun menganggukkan kepalanya tanda iya.
"Ibu sekarang ini sangat khawatir dengan keadaannya, sudah beberapa hari gadis itu tidak keluar kamar juga tidak berangkat ke sekolah. Jujur ini Ibu takut terjadi sesuatu dengan gadis itu".
" Apa".katanya dengan sedikit terkejut mendengarnya.
"Ibu sudah ke kamarnya tapi gadis itu tidak membukakan pintunya, padahal Ibu sangat mengkhawatirkan nya".ucapnya cemas.
" Ya sudah Bu nanti saya coba untuk menemui nya semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan gadis itu".
Ibu pemilik kost pun mengangguk dan dalam hatinya kini sudah merasa sedikit tenang.
"Terima kasih Nak Siska Ibu permisi dulu".
"Iya Bu sama-sama".balasnya lalu dia pun kembali menaiki anak tangga menuju lantai dua di mana kamarnya berada.
Dalam hati wanita itu terus saja bertanya-tanya ada apa dengan Beana?
Apakah terjadi sesuatu dengannya?
__ADS_1
"Semoga saja keadaan Beana baik-baik saja".ucapnya dalam hati.
bersambung