Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
99


__ADS_3

Mobil berjalan menuju jalan raya, entah mengapa hari ini jalanan yang mereka lewati mendadak begitu macet.Dan membuat keduanya hanya bisa pasrah.


Laki-laki itupun mencoba untuk melihat sekilas sosok wanitanya, sungguh sekarang ini gadis polos nya telah berubah menjadi wanita dewasa membuat hatinya tiba-tiba merasakan debaran yang sangat kencang


"Apakah Beana merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan? tanyanya dalam hati.


"Jujur dalam hati kecilku sebenarnya aku memang ingin sekali berlama-lama dengan wanita yang duduk di samping ku tapi tidak dalam keadaan aku yang sedang menyamar, aku ingin seperti ini saat aku menjadi seorang Sehan Setiawan".


ucapnya lagi didalam hati.


Rasa gelisah kini mulai memasuki relung hati Ibu muda itu, berkali-kali wanita itu melihat jam yang melingkar di tangan nya.


"Sudah jam 5 tapi aku masih berada di sini!ucapnya sambil mengeluh.


Lalu dia pun melihat kearah depan di mana begitu banyak nya mobil yang sedang terjebak kemacetan.


"Kenapa mobil nya tidak jalan-jalan sih, kalau keadaan nya begini terus bisa-bisa malam hari aku sampai rumah".gumamnya dalam hati.


Tanpa wanita itu sadari seseorang kini sedang memperhatikan nya karena laki-laki itu menyadari kalau wanita yang sedang duduk itu terlihat sangat gelisah.Tapi laki-laki itu hanya berpura-pura tidak tau.


Hingga terdengar suara handphone yang berbunyi


"Maaf suara handphone saya".katanya saat melihat laki-laki itu melirik ke arahnya.


Ibu muda itu langsung membuka tas nya dan dia pun melihat nama orang yang menelponnya.


"Mba Wita. Ada apa dia menelponnya ku".ucapnya dan membuat laki-laki yang sedang berada di balik kemudi mencoba untuk bersikap acuh padahal diam-diam dirinya sedang mencuri dengar.


Dengan hati yang sangat senang dia pun mengangkat telpon nya.


"Assalamualaikum Mba".


" Waalaikumsalam, Ana".


"Ada apa Mba kok tumben banget telpon aku?


" Sebentar ya ada seseorang yang ingin berbicara sama kamu".


Beana pun terdiam hingga tak lama terdengar suara yang sangat familiar di telinganya.


"Assalamualaikum Bunda".


" Waalaikumsalam anak Bunda,kamu lagi apa? tanyanya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Lagi main ke kontrakannya aunty Wita".


"Ingat kamu jangan nakal di sana".pesannya.


" Iya Bunda".


"Sam".panggilnya.


" Iya Bunda".


"Bunda minta maaf ya seperti nya hari ini Bunda akan terlambat pulang karena Bunda sedang terjebak kemacetan".


" Sam tidak marah kan sama Bunda karena Bunda pulang terlambat?


"Sam tidak marah Bun".


" Apa benar Sam tidak marah sama Bunda?


"Benar Bunda".


" Ah baiklah Bunda sekarang percaya.Jadi sebagai permintaan maaf karena Bunda pulang terlambat Sam mau di belikan apa sama Bunda?


"Hem apa ya?


" Sam, kamu sudah selesai memikirkannya?


"Sam mau makan ayam Kentucky dan minuman nya Sam mau es boba".


Ibu muda itupun tersenyum.


" Baiklah insya Allah nanti Bunda belikan ya".


"Benar Bunda".


" Iya".


"Hore, Samara sayang Bunda".


" Bunda juga".


Di saat kedua orang yang di sayangi itu sedang sibuk menelepon,dia pun dengan cepat langsung memainkan handphone nya dan tak lama kemudian laki-laki itupun tersenyum.


"Alangkah senang nya hati ku ini jika saja aku berada di antara keduanya,sungguh hatiku sangat ingin sekali memeluk putri ku lagi".ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Di saat dirinya sedang sibuk dengan perasaan nya di tempat berbeda kini seseorang sedang berjalan menuju area kontak kan di mana seseorang sedang menunggu pesanannya.


"Tok.. tok.. tok(suara pintu di ketuk orang)


" Permisi ".ucap seseorang di. luar.


" Sebentar ".jawab seseorang dari dalam.


Pintu pun terbuka terlihat seseorang laki-laki berseragam gojek sedang berdiri sambil tangan kanannya menenteng sebuah paperback.


" Ada apa ya Mas?


"Apa benar ini rumah nya Nona Samara?


" Iya benar saya tantenya, ada apa ya Mas mencarinya?


"Saya mengantarkan pesanan, ini silahkan".katanya sambil menyerahkan sebuah paperback dan wanita itupun langsung menerimanya.


" Apa sudah di bayar Mas?


"Sudah Mba saya permisi".


" Iya, terima kasih".ucapnya dan laki-laki itupun mengangguk lalu berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


"Aunty".panggil Sam setelah menutup pintu.


" Iya sayang ".


" Tadi siapa?


"Gojek dan dia mengantarkan pesanan kamu".ucapnya menyerahkan paperback kepada gadis kecil itu.


" Hore.Sebelum memakannya Sam mau aunty wa Bunda kalau makanan yang Sam ingin sudah sampai ".


"Baiklah".katanya sambil menurutinya dan dia pun langsung mengirimkan pesannya.


Di tempat berbeda.


Beana melihat ada wa masuk dan dia pun langsung membuka lalu membacanya.


" Apa ini,kenapa Sam sudah memakan makanan yang di pintanya dan mengapa keduanya mengucapkan terima kasih atas makanan yang di kirim kan tapi siapa yang mengirim kan nya sedang kan aku tidak merasa telah memesan makanan".batinnya berkata.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2