
Beana terdiam di depan pintu dengan tangan yang sedikit menggantung karena saat tadi dirinya hendak menekan nomor pin untuk membuka pintu seseorang mendekati nya.
"Assalamualaikum Ana".katanya sesudah sampai.
" Waalaikumsalam, kak".jawabnya sambil tersenyum.
"Maaf tadi aku mengagetkan mu".
Wanita itupun hanya mengangguk
" Tidak apa-apa kak".
Laki-laki itupun langsung menekan nomor pin dan tak lama pintu itupun terbuka.
"Ya sudah ayo masuk dulu karena ada yang ingin aku bicarakan dengan mu".ucapnya dan gadis itu pun mengikutinya masuk ke dalam.
Dan kini keduanya sudah berada di ruang tamu.Laki-laki yang bernama Bimo itupun kini sudah duduk santai di sofa dan dia pun melihat kearah Nona mudanya yang masih berdiri tidak jauh darinya.
"Duduklah Ana, aku tidak bisa bicara jika kamu masih berdiri".ucapnya sambil melihat ke arah wanita itu.
Wanita itupun langsung menurutinya dan kini dia pun duduk dengan jarak yang berjauhan.
" Nah kalau begitu kan enak".
Wanita itupun hanya tersenyum.
" Ana."panggilnya.
"Iya kak ada apa?
"Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu tapi sebelum itu ini terimalah".
__ADS_1
ucapnya sambil meletakan sebuah kartu Blac card di atas meja beserta nomor pin nya.
Wanita itupun melihat nya.
" Ini apa kak?
"Itu kartu untuk kamu ".ucapnya memberi tau.
" Iya Ana tau kak ini kartu ATM tapi untuk apa kakak memberikan nya?
"Karena uang gajian kamu ada di dalamnya".
" Loh bukannya gajian aku di bayar dengan uang cash?Soalnya Bu Santi memang menggaji Ana menggunakan uang cash bukan lewat ATM. "
Laki-laki itupun tersenyum.
"Tapi sekarangkan kamu tidak kerja di sana lagi jadi otomatis peraturan di sana dan peraturan di sini berbeda kan berbeda Bosnya".ucap laki-laki itu menjelaskan agar Nona mudanya itu mengerti dengan apa yang dia ucapkan dan dia pun dapat melihat wanita itu pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Sudah kak".ucapnya mengerti.
"Oke.Sekarang aku ingin menyampaikan pesan dari Tuan Muda untukmu dan ini sangat penting".katanya dengan wajah seriusnya.
" Dengar kan baik-baik".ucapnya lagi dan wanita itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.
"Selama seminggu ini Tuan Muda tidak di apartemen ini karena Tuan Muda akan pergi ke luar kota karena ada pekerjaan di sana dan selama seminggu ini pula kamu tidak usah bekerja".
"Maksud kak Bimo saya di pecat gitu?
Laki-laki itupun menggeleng-gelengkan kepalanya tansa tidak.
" Bu.. bukan itu maksudku".
__ADS_1
"Terus jadi gimana sih kak jujur saja Ana benar-benar ngga ngerti dengan ucapan kak Bimo".
katanya jujur.
Laki-laki itupun tersenyum.
" Biar aku jelaskan. Begini Ana jadi selama Tuan Muda tidak ada di sini maka kamu kerjanya di liburkan dulu sampai Tuan Muda selesai dengan pekerjaannya di luar kota dan setelah Tuan Muda kembali ke apartemen maka kamu bisa kembali bekerja lagi seperti biasanya".
"Bagaimana kamu sudah mengerti bukan dengan yang aku ucapkan barusan?
Wanita itupun mengangguk iya.
" Baiklah kamu sudah mengerti, hari ini kamu masih bisa bekerja membersihkan apartemen ini setelah selesai kamu langsung pulang ya".
"Baik kak".
" Aku pergi dulu, bekerjalah dengan rajin".pesannya sebelum pergi dan wanita itupun mengangguk.
Kini Beana pun hanya sendirian di dalam apartemen itu.
"Pasti selama seminggu ke depan aku akan merindukan tempat ini".ucapnya sambil mengerjakan pekerjaan.
" Sebenarnya siapa sih pemilik apartemen ini kok misterius sekali. Apa jangan-jangan majikan baru ku itu adalah anak seorang sultan yang sengaja bersembunyi di sini biar tidak statusnya tidak ketahuan.
Aduk kenapa sih aku ini jadi kepo sekali, ingat Beana kamu itu cuma pembantu hanya pembantunya jadi jangan ngomong sembarangan. Sekarang lebih baik kamu kerja dan kerja untuk mengumpulkan uang yang banyak buat masa depan putri mu".katanya berbicara sendiri.
Dan dari tempat berbeda seseorang kini sedang tersenyum sambil terus memperhatikan layar handphone nya.
"Dia sangat lucu sekali".
bersambung
__ADS_1