Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
48


__ADS_3

Suara bel berbunyi waktunya para siswa siswi pulang sekolah. Di antara begitu banyak siswa-siswi terdapat dua orang gadis sedang berjalan tergesa-gesa menuju tempat parkir di mana kendaraan mereka berada.


"Mira elo bawa mobil? tanya Rasty.


" Ngga gue ngga bawa tadi gue di anterin sama abang gue. Memangnya kenapa?


"Kebetulan gue sekarang ini lagi malas nyetir mobil jadi elo yang bawa mobil gue."


"Kalau elo malas nyetir sendiri seharusnya elo itu minta di anterin sama supir elo".


"Kalau gue di anterin sama supir gue itu ngga bisa bebas, ngga bisa nongkrong".


"Alasan".


Gadis itu hanya cengengesan.


" Nih kuncinya ".katanya sambil melemparkan kunci ke arah Almira setelah keduanya sampai di tempat parkir di mana mobil itu berada.


"Tapi ini tidak gratis".


" Dasar perhitungan".


"Memang harus, elo tau ngga semua orang itu butuh imbalan setelah menyelesaikan pekerjaan mereka dan begitu juga gue. Gue itu nyetirin mobil itu pake tangan, mata dan juga otak".


" Udah cepetan jalanin mobilnya jangan kebanyakan drama".


"Iya-iya ini juga mau menghidupkan mesin mobilnya. Dasar ngga sabaran".


" Itu elo tau, makanya kalau mau gue kasih cuan cepat laksanain tugas elo sebagai supir gue hari ini ".


Tanpa banyak bicara Almira pun langsung menjalankan mobil itu dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil yang mereka naiki pun memasuki area halaman rumah yang bertuliskan


Tempat kost khusus perempuan.


Setelah memikirkan mobil kedua gadis itupun langsung naik tangga di mana kamar Beana berada.


Kini keduanya sudah berdiri tepat di depan pintu kamar kost Beana


"Tok... tok... tok.


(Suara pintu di ketuk dari luar)


Lalu terdengar suara pintu di buka dari dalam


" Ceklek".


"Ana." ucap keduanya pun berhenti saat melihat seseorang yang begitu asing berdiri di hadapan mereka.


"Maaf Mba kami salah kamar, kami kira ini kamar teman kami".


" Sekali lagi maaf ya Mba. Kami permisi. "


"Iya".ucapnya sambil menutup pintu dengan cara membanting nya.


" Astaga".ucap keduanya sambil mengusap-usap dadanya karena terkejut.


"Ayo turun kita tanya sama si pemilik kost di mana kamar Beana".


" Oke. "


"Terus terang kamar yang tadi kit datangin itu, itu kamar kost Ana dan aku tidak mungkin salah karena belum lama kita berdua kan datang ke sini".kata Rasty.

__ADS_1


" Apa yang elo katakan tadi itu memang benar setahu gue sih tadi itu kamar kost Ana terus kenapa tadi di dalam sana yang kita temui adalah orang lain ".balas Almira.


" Ngga tau ah gue kepala gue pusing mikirin nya".


Keduanya pun berjalan menuruni tangga dengan segudang pertanyaan di hatinya hingga tiba-tiba terdengar suara seseorang menyapa nya


"Kalian temannya Ana ya?


Sejenak langkah keduanya pun berhenti lalu mereka berdua melihat ke sumber suara. Dan mereka pun berua melihat seorang wanita dewasa tersenyum kepada mereka.


" Iya Mba. Apa Beana nya pindah kamar, soalnya tadi di dalam kamar kostnya itu bukan Beana tapi orang lain."


Wajah wanita itupun mendadak sedikit sedih.


"Mba ,apakah Ana baik-baik saja?tanyanya keduanya penasaran.


" Ana baik-baik saja tapi Ana sudah pindah kemarin ".


Keduanya pun terkejut saat mendengarnya.


" Pindah?


"Iya Ana sudah pindah kemarin".


" Terus Mba tau di mana tempat tinggalnya sekarang?


"Sayangnya saya tidak tau kerena Ana tidak memberitahu nya. "


"Oh begitu. Ya udah Mba kami permisi dulu".ucapnya masih sedikit sok mendengar kabar tentang Ana.


Wanita itupun mengangguk lalu berjalan kembali menuju kamar kostnya.

__ADS_1


"Semoga kamu baik-baik saja Ana." doanya di dalam hati.


bersambung


__ADS_2