
Sehan melangkah menuju kearah kantin rumah sakit.Awalnya dia ingin pulang ke apartemen nya untuk tidur tapi dia pun mengurungkan nya dan kini laki-laki itupun sedang duduk di kantin rumah sakit sambil meminum kopi.
Dia pun sudah menghubungi salah Dokter kenalannya untuk menangani putrinya.Pikiran nya begitu kacau dan sejenak dia pun mencoba menenangkan dirinya sebentar.
Waktu menunjukkan pukul 12 malam, laki-laki itu berjalan memasuki ruang rawat anak nya. Dirinya sengaja memilih ruangan VIP agar anaknya merasa nyaman dan tentunya agar dirinya bisa menjenguk anaknya semaunya karena rumah sakit ini milik Papahnya.
Pelan-pelan dia membuka pintu lalu diapun melangkah tanpa suara agar Ibu dari anaknya tidak akan tau kalau dirinya berada di dalam ruangan itu.
Dia berjalan mendekati ranjang di mana putrinya kini sedang tertidur di atas nya dan di sampingnya terlihat seseorang sedang tertidur di kursi.
Pelan-pelan dirinya langsung membawa nya ke sofa lalu tidurkan nya di sana.
"Kamu itu masih sama saja kalau tidur pasti seperti orang pingsan".ucapnya dalam hati sambil tersenyum.
"Selamat tidur Be".katanya sambil menyelimuti nya.
Sejenak dia pun memandangi wajah gadis polosnya itu ada rasa bersalah karena sudah meninggalkan keduanya dalam waktu yang lama.
Setelah puas melihat wajah gadis polosnya itu diapun langsung melangkah mendekati ranjang di mana putrinya kini sedang tertidur.
"Maafkan Ayah karena Ayah tidak tau kehadiran mu".katanya sambil mengusap pipi chubby putrinya.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 5 pagi Beana pun terbangun dari tidurnya dan kini dirinya dalam posisi duduk di sofa.Wajahnya sedikit bingung kenapa tertidur di sofa.
" Loh kok aku bisa tidur di sofa bukankah semalam aku tidur di kursi lalu kenapa aku bisa ada di sini ".
Di saat dirinya sedang sibuk memikirkan mengapa dirinya bisa berpindah tempat tidur tiba-tiba terdengar suara memanggilnya.
" Bunda".katanya dan wanita dia pun langsung berjalan menuju ke arah ranjang.
"Ada apa sayang? tanyanya sesudah sampai.
" Sam kebelet pipis ".
Setelah beberapa saat kemudian
"Bunda sudah".katanya dan Beana pun langsung menggendong kembali putrinya lalu menidurkan nya di tas ranjang.
" Terima kasih Bunda".ucapnya sambil tersenyum manis.
"Sama-sama sayang".jawabnya sambil membenarkan selang infusnya.
" Bunda tinggal dulu ya, Bunda mau sholat subuh nanti waktunya ke buru habis,maunya sih Binda sholat nya di sini tpai kan Bunda tidak membawa mukenah jadi terpaksa deh Bunda ke Masjid.Kamu tidak apa-apa kan kalau Bunda tinggal sendiri".ucapnya sambil membelai rambut putrinya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Bunda kan Sam anak pintar".
Wanita Itupun tersenyum setelah mendapatkan izin dari putrinya.
" Ya udah Bunda tinggal dulu nanti Bunda minta tolong suster untuk sementara jagain kamu".
"Iya".
" Bunda pergi dulu. Assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam ".balasnya.
Wanita itupun berjalan keluar dari ruangan rawat anaknya tanpa sepengetahuan nya seorang laki-laki sedang memperhatikan nya.Laki-laki itupun tersenyum saat melihat sosok gadis polos nya itu terlihat sudah baik-baik saja. Ada rasa sedikit tenang saat melihatnya kini sudah bisa tersenyum.
Laki-laki ingin sekali masuk kedalam ruangan inap anaknya tapi saat ini gadis kecilnya pasti sudah terbangun.
" Biarlah aku lihat mereka dari jauh dulu nanti setelah aku siap aku akan membawa kalian berdua untuk tinggal bersama ku".ucapnya dalam hati sambil mencoba menenangkan gejolak di hatinya yang tiba-tiba saja menjadi sedikit melow.
"Aku akan berjuang untuk bisa meminta maaf kepada kalian berdua jadi tunggulah".
bersambung
__ADS_1