
Hening kini sangat begitu terasa saat kedua orang yang berbeda jenis kelamin itupun sama-sama terdiam.Posisi keduanya kini sedang duduk berdampingan di lantai dengan kepala keduanya yang bersandar di pinggiran sofa.
Keduanya masih terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
Hingga tak lama akhirnya laki-laki itupun mulai bicara
"Be".panggil nya sambil menggenggam tangan kiri wanita yang kini duduk di samping nya.
" Iya".jawabnya tanpa menoleh karena tubuhnya begitu lelah setelah melampiaskan kemarahan nya.
"Kamu sudah belum marahnya?
Wanita itu menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan pelan.
" Sebenarnya sih belum tapi karena tenagaku sudah habis terkuras jadi aku menghentikannya ".ucapnya jujur karena terlihat sekali kalau kini dirinya masih terlihat mengatur napasnya.
Laki-laki itupun tersenyum lalu dia pun mengusap-usap punggung tangan wanita itu dengan lembut.
" Maaf ya, karena gara-gara perbuatan aku kamu jadi begini".katanya menyesal.
Beana hanya terdiam.
"Be, aku tau perbuatan aku itu tidak bisa di maafkan hanya dengan kata-kata tapi setidaknya berikan aku kesempatan untuk mengatakan suatu alasan mengapa waktu itu aku pergi meninggalkan mu tanpa pamit".
" Apa alasannya begitu penting?
Laki-laki itu melihat wajah wanita nya
"Tentu saja".
"Kenapa kakak bisa seyakin itu?
" Karena semuanya masalah ini terjadi karena alasan itu".
"Kakak yakin?
__ADS_1
" Iya. "
"Baiklah.Kasih tau Ana alasan yang masuk akal".
Sehan pun terdiam sejenak lalu dia pun mulai bercerita
"Pagi itu dua orang suruhan Papah ku memaksa aku untuk ikut pergi dengan nya dan seperti biasa aku tidak bisa melawan nya.Itu sebabnya aku tidak bisa berpamitan dengan mu karena posisi aku pun bingung di satu sisi aku ingin membangun kan kamu dulu agar aku bisa berpamitan tapi aku takut mereka akan melihat mu dan itu akan membahayakan untuk mu.
Jadi dengan terpaksa aku harus meninggalkan mu tanpa berpamitan kepada mu.
Sungguh Be pikiran aku itu terus saja ke kamu tapi setelah aku sampai di rumah nanti aku akan menghubungi mu.
Tapi sialnya mobil yang aku naikin tidak menuju ke arah rumahku tapi mobil itu langsung menuju ke arah bandara.
Aku sempat bertanya-tanya di dalam hatiku kenapa harus ke bandara?
Sungguh hati ku benar-benar sudah sangat gelisah, apa jangan-jangan laki-laki sedang merencanakan sesuatu untuk ku.
Dan kamu tau Be,kata hatiku tidak pernah bisa berbohong ternyata apa yang aku ada di pikiran aku benar adanya.
Sampai di sana kedua orang tua ku sudah menunggu ku dengan beberapa koper besar yang berisi semua barang-barang ku.
Aku pergi hanya membawa koper ku dan handphone ku pun di sitanya.Itulah sebabnya aku tidak bisa mengabari mu karena semua akses yang aku miliki sudah di blokir."ucapnya menjelaskan.
Hati Beana mendadak menjadi sedikit sedih saat mendengarkan cerita laki-laki yang kini sedang duduk sambil pandangan matanya memandang lurus ke depan.
Tanpa kata Beana pun langsung menjatuhkan kepalanya di pundak nya hingga membuat laki-laki itupun sedikit terkejut.
"Terus alasan kakak apa?
" Alasan aku pergi karena dirimu".
"Ana".
" Iya, kamu Be."
__ADS_1
"Tapi bagaimana bisa?
"Tentu saja bisa Be, Papah Ku adalah orang yang mempunyai kuasa, uangnya banyak, pemilik perusahaan terbesar di Indonesia dan juga di luar negeri jadi apapun bisa dia lakukan termasuk memisahkan kita berdua."
"Kamu tau Be, saat itu aku di memberikan satu pilihan sebelum pergi, mengikuti keinginan nya dan beasiswa mu tidak akan di cabut atau menolaknya maka beasiswa pun dengan sepihak akan di cabut." katanya dan membuat wanita nya meneteskan air matanya ternyata selama ini dirinya salah paham.
"Maafkan Ana kak Se".
Laki-laki itupun menggelengkan kepala nya
" Jangan minta maaf Be, di sini aku lah yang salah bukan kamu".katanya sambil memeluk wanita nya dan Beana pun tidak menolak nya.
Selama beberapa detik kemudian pelukan mereka pun terlepas saat terdengar suara
Tok... tok... tok
Keduanya pun saling beradu pandang.
"Sepertinya ada tamu".katanya sambil menenangkan wanita nya yang sedikit gugup.
" Terus Ana harus bagaimana?
"Hemm.. bagaimana ya".
Plak
(wanita itu memukul tangannya)
" Aduh sakit Be".keluhnya.
"Biarin".ucapnya galak sambil bangun dari duduk nya dan dia pun langsung berjalan ke arah ruangan laundry untuk mencuci pakaian.
Sehan pun hanya bisa mengusap dadanya.
" Ternyata gadis polos ku kkni berubah menjadi gadis yang bar-bar".ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala nya seakan-akan tidak percaya.
__ADS_1
"Sabar Sehan sebentar lagi dia akan menjadi pasangan halalmu".ucapnya dalam hati sambil tersenyum hingga dia melupakan kalau di luar sana seseorang sedang menunggunya untuk membuka pintu.
bersambung