Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
22


__ADS_3

Tok... tok.. tok


Suara pintu di ketok dari luar tapi gadis yang sedang berada di dalamnya sama sekali tidak perduli.Gadis itu masih sibuk dengan dunianya.Kini gadis itu duduk di dekat jendela sambil terus saja melamun.


Hingga beberapa detik kemudian diapun tersadar dari lamunannya saat mendengar seseorang memanggil namanya.


Dirinya sangat mengenali suara itu.


"Mba Siska".ucapnya dalam hati.


" Ana ini Siska".ucap seseorang di depan pintu.


Gadis itupun bangun dari duduk nya dan dengan malas dia pun membukanya.


Ceklek


Suara pintu di buka, di lihatlah sosok seseorang yang selama ini membantunya bahkan menganggap dirinya itu seperti adiknya sendiri.


Wanita itupun tersenyum saat melihat sosok Beana tapi saat melihat wajah pucat Ana dia sedikit terkejut tapi dia berpura-pura tidak melihat nya karena takut gadis yang berada di hadapannya itu menjadi sedikit risih.


"Hai".sapanya sambil tersenyum.


" Hai Mba".


"Boleh aku masuk".pintanya.


Gadis itu pun mengangguk lalu membuka lebar pintunya.

__ADS_1


Di dalam kamar Beana.


" Ini untuk kamu".ucapnya sambil menyerahkan sebuah paperback kepada gadis yang duduk di hadapan nya.


"Apa ini Mba?


"Itu makan siang untuk kamu".


" Tidak usah repot-repot Mba Ana jadi tidak enak".


"Mba tidak repot kok Ana. Jangan lupa di makan ya".


Gadis itupun mengangguk


" Terima kasih ".


" Ana,muka kamu pucat banget,apakah kamu sakit? tanya wanita yang kini berada di depannya.


"Iya, Ana sedikit tidak enak badan saja".


" Sudah berobat belum?


"Belum tapi Ana sudah minum obat terus istirahat yang cukup nanti juga akan sembuh".


" Baiklah tapi jika nanti sakit kamu belum sembuh-sembuh juga bilang sama Mba ya biar kita berobat ke Dokter".


"Iya Mba".

__ADS_1


" Ya sudah Mba pamit dulu ya".


"Iya Mba".


Beana mengantarkan tamunya sampai ke depan pintu.


" Ana cepat sehat biar bisa beraktivitas seperti biasanya ".


" Aamiin, makasih ya Mba".ucapnya dan wanita itupun mengangguk dan berjalan meninggalkan kamar kost Beana menuju kamar kostnya.


Setelah kepergian wanita itu Beana kembali menutup pintu. Gadis itu menjatuhkan tubuh nya di tempat tidur dengan posisi kepalanya bersandar di kepala tempat tidur.


Kedua matanya melihat ke arah langit-langit kamar dengan pikiran yang sangat kacau entah sampai berapa lama gadis itu harus menahannya tanpa terasa dia pun kembali menangis tanpa suara.


Dalam hatinya ingin sekali menceritakan masalahnya tapi dirinya begitu takut jika hal ini membuat dirinya semakin tidak nyaman dan hal-hal buruk pasti akan datang mengakibatkan masalah ini akan semakin melebar hingga akhirnya dia pun hanya akan merasakan malu.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang,aku benar-benar bingung." ucapnya dalam hati sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Gadis itu meratapi nasibnya sekarang jika saja dirinya bisa memutar waktu dirinya tidak akan bersekolah di Jakarta, dirinya akan tetap bersekolah di Bogor di mana ke dua orang tuanya tinggal.


Gadis itu terus saja menangis


"Maafkan Ana Ayah, Ibu Putri mu sekarang ini telah gagal menjaga kehormatannya kini Ana bingung apa yang harus Ana lakukan


Apakah Ana akan melanjutkan sekolah atau tidak?ucapnya sambil terisak.


Terus terang dirinya kini sedang dalam titik terendahnya. Saat ini dirinya hanya bisa menangis dan menangis sampai dirinya benar-benar siap bertemu dengan sosok yang telah membuatnya hancur.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2