Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
85


__ADS_3

Beana berjalan memasuki gedung apartemen dengan langkah sedikit pelan karena dia tiba-tiba merasakan matanya sedikit mengantuk dan membuat nya langkah terhenti.


"Kenapa aku mengantuk sekali apa karena semalam aku tidak tidur? tanyanya dalam hati.


Dia pun mulai berjalan lagi ketika dia merasakan kantuknya mulai bisa di kendalikan.


Dengan langkah cepat dia pun langsung masuk ke dalam lift dan menekan angka.


Di dalam lift seseorang sedang melihat kearah nya yang kini sedang bersandar di dinding lift sambil berkali-kali mengusap-usap wajahnya.


"Selamat pagi Ana".sapanya dan membuat Beana yang di panggil namanya itupun langsung menoleh kearah nya.


Wanita itupun tersenyum.


" Kak Bimo".


"Kamu kenapa?tanyanya penasaran.


"Aku tidak apa-apa hanya sedikit mengantuk saja".jawabnya jujur.


" Memangnya kamu semalam tidak tidur?


"Tidur kak tapi hanya sebentar karena tidak bisa tidur." ucapnya sambil menutup mulutnya yang menguap dengan tangannya.


"Lain kali istirahatlah yang cukup Ana karena itu baik untuk kesehatan mu".ucapnya memberitahu.


" Iya kak, makasih ".


Dan tak lama pintu lift itupun terbuka dan keduanya pun langsung masuk ke dalam apartemen itu setelah menekan nomor pin untuk membuka pintunya.


Laki-laki langsung berjalan ke ruangan olahraga yang berada di lantai dua.Sedangkan Beana langsung menuju pantry untuk menyimpan sarapan pagi untuk majikan nya.


Wanita dengan sigap langsung memindahkan nasi uduk yang tadi di bawanya itu ke dalam piring dan dia pun membuat kan kopi untuk keduanya.


Kini sarapannya itu sudah berada di atas meja makan bersama dua gelas kopi.Setelah selesai dia pun kembali ke belakang untuk menuju kamar khusus untuk nya beristirahat.


"Sepertinya aku harus tidur dulu sebentar".gumamnya sambil dia pun menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur dan tak lama kemudian dia pun tertidur.

__ADS_1


Sehan dan Bimo kini sudah duduk di meja makan dan tiba-tiba Sehan pun mengerutkan keningnya


" Ini nasi uduk kan? tanyanya


"Iya Tuan, ini nasi adalah nasi uduk".jawabnya dengan ekspresi bingung melihat Sikap Tuan mudanya yang mendadak diam dan sedikit mengerutkan keningnya seperti memikirkan sesuatu.


" Sekarang di mana dia, kanapa di pantry tidak terdengar suara orang bekerja?


"Oh itu Tuan mungkin Nona Ana sedang beristirahat di kamar nya karena tadi saya melihatnya begitu mengantuk mungkin sekarang Nona sedang tidur".


Dengan gerak cepat Sehan pun langsung melihat ke arah handphonenya dan dia pun mengetikkan sesuatu hingga tak lama muncullah sebuah gambar di dalamnya.


Dia terus saja melihat semua tempat hingga terakhir Laki-laki itupun langsung melihat CCTV yang berada di bagian kamar di mana tempat itu dia peruntukan untuk gadisnya beristirahat jika dia lelah.


Tampak di layar handphone nya terlihat seseorang sedang tertidur dengan lelapnya.


"Sepertinya kamu mengantuk sekali ya Be".gumamnya dalam hati.


Dan dia pun bangun dari duduknya dan itu membuat sang asistennya menjadi sedikit bingung


" Tuan muda mau kemana?tanyanya sambil melihat kearah Tuan mudanya.


" Tapi Tuan nanti Anda akan ketahuan ".


" Gadisku itu sedang tidur pulas Bim,dia tidak akan menyadari kalau aku menemuinya ".


"Baiklah tapi bagaimana dengan sarapan Anda?tanyanya saat melihat piringnya masih terlihat penuh.


" Aku akan lanjutkan nanti dan kamu lanjutkan saja makanan nya".katanya sambil melangkah ke menuju ke kamar di mana gadis polosnya kini sedang tertidur.


Dan tak lama dia pun sudah sampai di depan pintu kamar di mana gadis polosnya kini berada. Dengan pelan dia pun membuka kenop pintu itu hingga


Ceklek


Pintunya pun terbuka.


Laki-laki itupun tersenyum saat melihat gadis kecilnya yang tertidur miring, sungguh dia terlihat bukan seperti seorang wanita yang sudah mempunyai satu anak tapi lebih terlihat seperti seorang anak kecil.

__ADS_1


Pelan-pelan dia pun memakai kannya selimut agar tidak kedinginan karena hampir semua ruangan di dalam apartemen nya memakai Ac.


"Kamu pasti lelah ya Be?


Maaf aku belum bisa terang-terangan menunjukkan diriku padamu!


Istirahat lah".katanya sambil berjalan meninggalkan kamar itu untuk kembali ke meja makan melanjutkan sarapannya yang tertunda tadi.


Bimo yang sudah selesai dengan sarapannya pun berjalan ke arah wastafel untuk menaruh piring kotor nya.Hubungan nya dengan sang majikan terlihat seperti bukan seperti atasan dan bawahan karena Tuan mudanya


hampir setiap hari memintanya untuk menemaninya sarapan.


Laki-laki melihat Tuan nya sudah kembali dari kamar wanita nya dengan wajah sedikit sedih.


"Ada apa Tuan muda mengapa Anda terlihat begitu sedih?


Laki-laki itupun menarik napas dalam-dalam lalu di hembuskan nya dengan pelan.


"Bim".Panggilnya


" Iya Tuan ".


" Apa aku harus mengakhiri sandiwara ini?


"Ah apa Tuan muda?


" Apakah aku harus mengakhiri sandiwara ini?Jujur saja aku benar-benar tidak bisa melihat nya seperti itu".


"Maaf Tuan muda,saya rasa itu bukan solusinya".


" Apa maksud mu?


"Jika Tuan muda langsung mengakhirinya yang ada Nona muda akan menjadi kebingungan karena tindakan Anda dan akibatnya itu akan fatal dan mungkin saja akan memperburuk keadaannya.


Apakah Anda sudah siap akan semuanya?


Laki-laki itupun terdiam sambil memikirkan ucapan dari asisten nya itu ternyata benar, dirinya tidak akan mengakhirinya tapi melanjutkan semua rencananya tapi jika suatu saat gadis polosnya itu memergokinya langsung mau tak mau dia pun harus mengakhirinya.

__ADS_1


"Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga aku ketahuan".kata sambil memakan sarapannya dan sang asisten hanya bisa terdiam.


bersambung


__ADS_2