
Kereta terus bergerak menjauh dari stasiun Bogor. Seorang gadis duduk terdiam dengan pikiran yang sangat sedih apalagi sesaat dia teringat dengan perkataan.Ayahnya.
flashback on
Kendaraan roda dua kini sedang melaju dengan kecepatan sedang,ada dua orang yang sedang berada di atas kendaraan yang melaju itu.
Karena gadis yang di boncengin nya itu hanya terdiam, laki-laki itupun mempunyai sebuh ide untuk membuat gadis itu berbicara kepada.
"Pengangan ya".katanya memberi tau dan akhirnya gadis itupun langsung memeluk pinggang sang laki-laki itu dengan kencang karena tiba-tiba sang laki-laki tanpa komando langsung menaikan laju kendaraannya yang tadinya sedang menjadi sedikit agak. kencang.
"Ayah".panggilnya.
" Iya".
"Pelan-pelan saja bawa mobilnya".
" Baiklah".balasnya sambil sedikit tersenyum karena Putri nya sudah mau membuka suaranya.
Setelahnya laki-laki itu pun langsung menurunkan laju kendaraannya menjadi seperti semula yaitu sedang.
"Ana".panggil sang Ayah.
" Iya Ayah".jawabnya.
"Kamu mau makan apa?
Gadis itu sejenak terdiam lalu dia pun berkata.
" Ana mau makan soto Bogor yah. Sepertinya makanan itu membuat Ana sedikit lapar ".ucapnya sambil berkhayal bahwa dirinya sedang makan soto dengan kuah yang sangat segar.
Laki-laki itu mengangguk lalu dia pun melaju mencari orang yang berjualan soto Bogor.
Hingga di sinilah pasangan akhirnya Ayah dan Anak itu pun sudah memasuki kedai yang berjualan Soto Bogor lalu mengambil tempat duduk setelah memesan terlebih dahulu.
__ADS_1
Makanan yang mereka pesan pun datang dan keduanya pun menikmatinya.
Laki-laki melihat ke arah putrinya yang kali ini terlihat sedikit pendiam.
"Ana? panggilnya.
" Iya Ayah".jawabnya dan hanya dua kata singkat itu yang keluar dari bibir mungilnya, biasanya putrinya sedikit cerewet dan banyak bicara tapi kali ini gadis itu benar-benar berubah.
"Apa ada masalah dengan sekolah mu?
Gadis itupun hanya terdiam lalu tidak lama gadis itupun melihat kearah Ayahnya.
" Sekolah Ana baik-baik saja Ayah".
"Kamu yakin?
" Iya".ucapnya mengangguk.
"Kamu tidak baik-baik saja Ana? tanyanya dalam hati sambil melihat ke arah putrinya.
Merasa sedang di perhatikan gadis itupun sejenak menghentikan makannya dan pandangan kedua nya pun bertemu.
" Kenapa Ayah ngelihatin Ana terus, apa telah terjadi sesuatu?
Laki-laki itu pun menggelengkan kepala nya.
"Tapi?
" Ayah.Ana benar-benar tidak apa-apa."ucapnya meyakinkan Ayahnya.
"Ana, Ayah benar-benar mengkhawatirkan kamu".
ucapnya dengan mata sedikit merah karena habis menangis.
__ADS_1
Gadis itupun kembali memakan sotonya dan berusaha menekan perasaannya agar terlihat baik-baik saja.Padahal dalam hati gadis itu ingin sekali berteriak dan mengeluarkan semua keluh kesahnya.
Tapi yang bisa dirinya lakukannya adalah hanyalah diam agar dirinya terlihat baik-baik saja.
"Ana".
" Iya".
"Ayah dan Ibu akan selalu ada untukmu jadi kamu tidak perlu merasa sendiri, percayalah kami akan selalu ada untukmu. Apapun masalah yang kamu hadapi Ayah dan juga Ibumu akan selalu ada untukmu".
flashback off
" Maafkan Beana,Ayah Ibu! ucapnya sambil menangis dalam diam.
Sementara di tempat lain.
Setelah kepergian sang putri tercintanya membuat kedua orang yang sedari tadi masih betah di Stasiun itu hanya bisa terdiam dengan pikirannya masing-masing.
"Ayah menunggu kamu datang kepada Ayah dengan semua keluh kesahmu anakku sayang".gumamnya dalam hati.
" Ayah".panggil istrinya dan laki-laki itu langsung melihat ke arah istrinya.
"Apa putri kita akan kembali ke rumah kita? tanyanya dengan wajah sedikit sedih".
Laki-laki itupun memeluk tubuh istrinya.
" Kita berdoa saja semoga semua yang kita rasakan kali ini hanyalah ketakutan kita.
Putri kita hanya pergi untuk sekolah."ucapnya dengan hati yang sangat gelisah.
"Mudah-mudahan ini hanyalah ketakutan semata dan tidak akan pernah menjadi kenyataan.Ya Allah jagalah putri hamba".Doanya dalam hati.
bersambung
__ADS_1