
Beana memasuki kontrakan barunya setelah terlebih dahulu mengucapkan salam dan membaca basmalah.
Gadis itupun memasukan barang-barang bawaannya ke dalam kontrakan yang kebetulan di dalamnya sudah tersedia semuanya.
"Alhamdulillah."ucapnya setelah selesai namun tidak beberapa
lama terdengar suara seseorang di luar, gadis berhijab itu pun berjalan melangkahkan ke dua kakinya menuju pintu
" Assalamualaikum ".ucapan salam seseorang.
Cek lek
(suara pintu di buka)
Beana melihat seorang wanita separuh baya sedang tersenyum kepadanya.
" Waalaikumsalam.Silahkan masuk Bu".balas Beana.
" Tidak usah Ibu di sini saja. Maaf kedatangan saya mengganggu istirahat nak Ana. Ibu kesini mau kasih nak Ana ini untuk."katanya sambil memberikan sebuah kotak makanan.
"Terima kasih Bu." ucapnya sambil menerima kotak berisi makanan.
" Sama-sama.Semoga kamu betah di sini".
"Iya, insya Allah mudah-mudahan Ana betah tinggal di sini".
" Ya udah Ibu pamit dulu kalau barang-barang di dalam sana ada yang tidak sesuai dengan keinginan kamu,kamu bisa bicara langsung kepada Ibu".
Gadis itupun tersenyum.
"Tidak Ada yang tidak cocok Bu semua nya Ana suka.Terima kasih".
" Alhamdulillah kalau semuanya cocok. Ibu pamit. Assalamu'alaikum ".ucapnya sambil melangkah pergi kearah rumah nya.
" Waalaikumsalam ".balas Beana sambil melihat wanita pemilik kontrakan.Sejenak dia pun teringat dengan Ibu pemilik kost nya yang juga sangat baik kepadanya.
Beana pun kembali masuk lalu memasukkan semua pakaian nya ke dalam lemari.Hingga semua nya kini sudah tertata rapi.
Beana pun tersenyum.
__ADS_1
"Besok aku harus mencari pekerjaan tapi pekerjaan apa?
Aku hanya punya ijazah SMP kerja apa dengan ijazah itu".
"Dari pada kepala ku pusing lebih baik aku tidur siang saja".gumamnya dalam hati.
Sementara di tempat lain
Seorang laki-laki sedang berjalan tergesa-gesa memasuki sebuah rumah yang begitu mewah. Sampai di dalam laki-laki itupun langsung menuju ruang kerja sang pemilik rumah.
Dengan cepat dia pun menuju lantai atas.Setelah sampai dia pun mengetuk pintunya
Tok... tok... tok
(Suara pintu di ketuk dari luar)
"Masuk".ucap seseorang dari dalam.
Ceklek
(suara pintu di buka)
Terlihatlah seseorang laki-laki separuh baya sedang duduk di kursi kerjanya sambil mengecek beberapa berkas yang sedikit menumpuk diatas meja kerjanya.
"Siang".jawab laki-laki.
" Ini Tuan".katanya sambil menyerahkan sebuah berkas kepada Tuannya.
Laki-laki itupun menerimanya.
"Apa ini?
" Itu berkas dari yayasan sekolah Tuan".
"Berkas?
" Iya Tuan.Dalam berkas ini berisi semua tentang siswa-siswi yang berprestasi yang mendapatkan beasiswa dari yayasan".
"Bukankah kamu sudah saya suruh untuk meng-handle nya sendiri?
__ADS_1
" Iya Tuan tapi bukan hal itu yang ingin saya sampaikan kepada Tuan ".
Laki-laki itupun mengerutkan keningnya dan dia pun langsung menatap asisten pribadinya itu dengan begitu banyak pertanyaan
" Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?
"Ini tentang gadis itu".
Laki-laki itupun langsung mengerti arah pembicaraan ini
" Ada apa dengan gadis itu?
"Gadis itu mendapatkan surat peringatan dari pihak sekolah".
"Apa, surat peringatan!Bagaimana bisa?tanyanya dengan sedikit terkejut.
"Yang saya tau itu adalah keputusan dari yayasan sekolah".
"Kenapa bisa terjadi? Memang nya kesalahan apa yang di lakukan oleh gadis itu?
"Pihak yayasan mengatakan bahwa nilai sangat buruk jadi gadis itu tidak bisa lagi mendapatkan beasiswa lagi".
Laki-laki itupun terdiam sambil memijit keningnya yang tiba-tiba saja terasa sedikit sakit.Dan itu membuat asistennya itupun menjadi sedikit khawatir.
" Tuan apakah Anda baik-baik saja?
"Ya.Saya hanya sedikit pusing jadi tidak apa-apa".
Laki-laki itupun bernafas lega saat mendengar Tuan Besar nya itu dalam kondisi baik-baik saja.
" Secepatnya adakan rapat dan satu hal lagi tutupi semua masalah ini jangan sampai putraku mengetahuinya".
"Baik Tuan.Saya permisi".
Ucapnya lalu melangkah keluar dari ruangan itu.
Setelah asistennya pergi Laki-laki itu pun bangun dari kursi kebesarannya dan diapun melangkah kearah jendela.
" Apa yang harus aku lakukan?
__ADS_1
Gadis itu sudah tidak bersekolah di sana lagi dan itu akan memperburuk hubungan ku dengan putraku.Bahkan sampai sekarang ini putraku masih sangat membenci ku."gumamnya dalam hati.
bersambung