
Sehan terduduk di atas kasur sambil terus melihat ke atas kasur di mana putri cantiknya kini sedang tertidur dengan lelapnya.
"Cantiknya putri Ayah".katanya sambil mencium kening putrinya yang kini sedang tertidur lelap.
Bibir laki-laki terus saja tersenyum, sungguh sekarang hatinya sangat bahagia karena kini dirinya sudah bisa berkumpul dengan kedua orang yang sangat di cintai nya.
"Ini seperti mimpi".gumamnya sambil mengusap-usap rambut panjang putrinya itu lembut.
Setelah puas melihat putrinya tidur dia pun bangun dari tempat tidur lalu berjalan keluar setelah terlebih dahulu membuka jasnya dan menggantung nya,sehabis itu barulah dia pun melangkah mencari keberadaan istrinya.
Laki-laki itupun tersenyum saat dia telah menemukan keberadaan istrinya yang kini sedang sibuk di dapur entah sedang melakukan apa.
Tanpa kata laki-laki itupun langsung memeluk tubuh wanitanya.Kedua tangannya kini sudah melingkar di pinggang ramping istrinya.
"Kak Se".ucapnya sedikit terkejut karena kelakuan suaminya.
" Hem.Biarkan seperti ini dulu". katanya sambil menjatuhkan kepala nya di bahu istrinya.
"Tapi kak".
" Kenapa kita bukan mahram?tanyanya dan istrinya pun menggeleng kan kepalanya
"Bukan itu".
"Terus apa? tanyanya ingin tau.
"Apa Samara masih tidur?tanyanya sedikit takut putrinya melihat mereka dalam posisi seperti itu dan dia yang belum terbiasa pasti akan malu sehingga akhirnya dia pun tidak fokus mengaduk teh yang ada di depan nya karena kelakuan suaminya.
" Masih sayang dan kelihatannya akan lama bangunnya.Memang nya kenapa kalau putri kita bangun?
"Ana malu jika Samara lihat kita." ucapnya jujur.
Laki-laki itupun tersenyum.
__ADS_1
"Kamu malu?
"Iya".ucapnya jujur dan itu membuat laki-laki semakin mengeratkan pelukan nya.
" Tidak usah malu sayang, bukankah berpelukan itu adalah hal yang wajar yang di lakukan oleh pasangan suami istri.Dan ini adalah hal yang lumrah yang di lakukan oleh pasangan yang halal.Jadi mulai sekarang kamu harus terbiasa karena aku akan sering melakukan hal ini kepadamu".
Wanita nya pun terdiam sejenak.
"Melakukan apa kak? tanyanya polos dn membuat laki-laki yang telah menjadi suaminya itupun langsung tertawa pelan.
"Be.Apa kamu masih bertanya?tanyanya dan wanita nya pun langsung menganggukkan kepalanya tanda iya.
" Oh ya ampun istri ku ini memang benar-benar polos".ucapnya dalam hati.
"Baiklah, sepertinya istri ku ini harus aku berikan sedikit penjelasan".
Dengan suara pelan laki-laki itupun membisikkan sesuatu di telinga istrinya dan dalam sekejap wajah istrinya berubah menjadi merah seperti kepiting rebus.
"Dasar kak Se mesum".ucapnya dan membuat laki-laki itupun tertawa.
Setelah laki-laki itu selesai memberikan penjelasan kini laki-laki itu pun langsung mengalihkan pembicaraan karena dia merasakan kalau hati wanita nya seperti nya tidak nyaman.
" Kamu lagi buat apa Be?tanyanya masih sambil terus memeluk wanita nya dari belakang.
"Teh manis, kakak mau?
" Mau tapi sebelumnya aku mau ini dulu".ucapnya dan tanpa berkata lagi laki-laki itupun langsung membalikan tubuh istrinya lalu
Cup
Bibirnya langsung mencium bibir merah istrinya dan membuat istrinya hanya terkejut.Sehan mencium bibir istri nya dengan begitu lembut tapi wanita nya sama sekali tidak membalasnya kerena dirinya tidak tau.
Dan tak lama ciuman itu berakhir saat keduanya mendengar seseorang memanggil keduanya, sungguh hati laki-laki itupun mendadak tidak begitu nyaman karena di saat dirinya sedang asyik bermesraan putri tercintanya itu mengganggu nya.
__ADS_1
"Ya gagal deh".gerutunya dalam hati tapi bagaimana pun dirinya harus mengalah hingga terdengar lagi teriakan putrinya dari dalam kamar
"Ayah".panggilnya.
" Kak itu suara Samara".ucapnya sambil terburu-buru merapihkan hijabnya yang sedikit berantakan karena ulah suaminya.
"Aku kesana".sahutnya sambil berjalan menuju kamar di mana putrinya berada.Sedangkan wanita nya hanya menganggukkan kepalanya tanda iya.
Ceklek
Pintu pun terbuka dari luar dan tiba-tiba
Hap
Tubuh laki-laki itupun langsung di tubruk oleh putri kecilnya.
Dengan cepat laki-laki itupun berjongkok menyamakan tinggi putrinya dan langsung menggendongnya.
" Ayah. Ayah tadi kemana?
"Ayah di ruang depan sedang minum sama Bunda".ucapnya tidak berbicara jujur kepada putrinya kalau dirinya sedang bermanja dengan ibu dari anaknya, bisa-bisa putrinya akan terus bertanya dan membuat kepalanya pusing untuk menjawab nya.
Putrinya pun mengangguk lalu berkata
"Samara kira Ayah pergi".katanya dengan suara lirih dan membuat hati laki-laki itupun memeluk tubuh putrinya begitu erat.
" Ayah tidak akan meninggalkan kamu sama Bunda. Samara percaya kan sama Ayah?tanyanya sambil menatap wajah cantik putrinya.
"Iya."
Kedua Ayah dan anak itu masih larut dengan perasaan nya masing-masing hingga membuat seseorang yang berdiri tidak jauh darinya itu ikut menitikkan air matanya.
"Terima kasih kak karena kamu sudah hadir di kehidupan kami berdua".ucapnya di dalam hati.
__ADS_1
bersambung