Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
161


__ADS_3

Sehan masih terdiam dan itu membuat istrinya merasa semakin begitu penasaran dari mana putrinya itu kenal dengan Bu Mira pengasuh suaminya sewaktu kecil sedangkan selama ini sama sekali belum pernah bertemu bertemu.


"Jawab kak".katanya sambil menatap suaminya dengan sorot mata penasaran.


" Duduk dulu Be".ucapnya sambil menarik tubuh istrinya untuk duduk di kursi yang berada di sampingnya.


Wanita itupun menurut


"Ayo bicara kak ,Ana ingin tau".ucapnya tidak sabar.


" Tapi janji ya jangan marah-marah lagi?


Beana mengerutkan keningnya


"Memangnya kapan Ana marah kak"


"Loh bukannya sedari tadi kamu itu marah Be, wajah kamu itu tidak bisa berbohong Be terlihat sekali".


"Masa sih, padahal kan Ana sama sekali tidak marah loh kak."


"Kamu belum menyadarinya Be,coba kamu lihat di sini".ucapnya sambil memberikan sebuah cermin kecil kepada istrinya.


Dengan sangat terpaksa akhirnya dia pun menerimanya dan dia pun langsung mengarahkan cermin itu ke arah wajahnya.


Sesaat dia pun terdiam


"Bagaimana sudah percaya kan?


Bibir wanitanya pun menyunggingkan senyum tanda dirinya sedikit malu setelah ketahuan


"Ana hanya sedikit kesal aja tadi".katanya jujur sambil meletakkan cermin itu dia atas meja.


" Kesal kenapa? tanyanya ingin tau.


"Sebenarnya sih ada banyak alasan Ana untuk kesal sama kakak".


" Oh ya, coba sebutkan ".ucapnya ingin tau.

__ADS_1


Beana langsung memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah suaminya.


" Tapi sebelum itu kakak jawab dulu pertanyaan Ana tadi".


Laki-laki itupun terdiam sejenak sambil menarik napas dalam-dalam lalu pelan-pelan dia pun menghembuskan nya pelan-pelan, setelah merasa hatinya sedikit tenang dia pun mulai berbicara lagi


"Kak Santi".jawabnya dan membuat Beana terkejut.


" Apa,Bu Santi?


"Iya."


"Bagaimana bisa kak?


" Sebenarnya aku juga tidak tau tapi setelah mendengarkan alasan dari kak Santi akhirnya aku mengerti.Kak Santi mengajak Ara ke rumah besar hanya untuk melindunginya dari seseorang ".


Beana hanya terdiam sambil menyimak semua ucapan suaminya.


" Waktu kamu pingsan aku menyuruh kak Santi untuk membawa Samara ke sini tapi saat mobil kak Santi tiba di area parkir kak Santi melihat ada dua orang asing sedang dian-diam mengintai jadi karena kak Santi takut terjadi sesuatu makanya dia pun tanpa rencana malah membawa Samara ke rumah besar.Dan dia sanalah putri kita mengenal Bu Mira".


"Be, apakah mendengarkan aki bicara?


" Tentu saja kak sedari tadi Ana mendengarkan semua yang kakak ucapkan".


"Baiklah aku anggap masalah ini selesai jadi sekarang ini ada satu hal yang ingin aku katakan kepadamu".


Istrinya mengerutkan keningnya


" Hal apa?


"Tentang kak Santi".


" Bu Santi, kenapa dengannya?


"Bisa ngga mulai sekarang jangan memanggilnya dengan sebutan Ibu tapi panggil saja Kak Santi sama dengan panggilan Kakak".


"Apakah harus?

__ADS_1


" Tentu saja Be, karena Kak Santi adalah kakak aku jadi otomatis dia pun sekarang ini sudah menjadi kakak kamu juga".


"Baiklah".ucapnya akhirnya mengalah.


" Sekarang coba sekarang kamu katakan alasan kamu kecewa sama kakak".


Beana hanya terdiam


"Hey istriku kenapa malah diam saja, ayo bicaralah".ucapnya sambil mencubit hidung mancung istrinya dan membuat wanita itupun tersadar karena merasakan sedikit sakit di hidungnya.


" Kak Se kenapa hidung Ana di cubit sih."protesnya sambil mengusap-usap hidungnya sedangkan laki-laki itu hanya tertawa kecil.


"Siapa suruh kamu itu melamun".


Wanitanya itu hanya membuang muka tanda kesal.


" Kak Se nyebelin ".


"Biar nyebelin tapi ganteng kan?tanyanya dengan menarik turun kan alisnya.


"Ih pede banget".


Suaminya pun tertawa dengan tingkah lucu istrinya.


" Ya memang harus pede sayang ".ucapnya sambil terus tersenyum.


Tanpa kata wanita itupun langsung bangun dari duduk nya dan berjalan menuju ke arah tangga.


" Be,kamu mau kemana?


"Mau ke kamar".jawabnya tanpa menoleh.


" Tapi kamu belum mengatakan alasan kamu Be".


"Sudah ngga mood".ucapnya sambil terus berjalan menaiki tangga.Laki-laki itupun langsung mengejar istrinya karena dirinya sangat takut jika istrinya marah bisa-bisa dirinya akan merasa tersiksa.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2