
Dengan langkah tergesa-gesa laki-laki itupun berjalan kembali ke luar dari gang sempit untuk kembali ke mobilnya.Entah mengapa rasanya hatinya begitu sakit jika mendengar seseorang membicarakan tentang putrinya.
Di dalam mobil laki-laki itu hanya terdiam untuk menekan emosinya.
"Sampai berapa lama aku membiarkan putriku hidup tanpa
status yang jelas?
Rasanya aku ingin sekali mengakhiri drama ini sekarang juga!
Sungguh aku tidak bisa melihat putriku menjadi pembicaraan orang-orang".ungkapnya dalam hati tanpa terasa dia pun meneteskan air matanya.
" Jika saja aku tau dari awal kalau kejadian malam itu telah membuat Beana hamil pasti sekarang putriku mempunyai status yang jelas tapi apa yang terjadi sekarang justru sebaliknya putriku hidup tanpa status yang resmi".katanya sambil menyandarkan kepala nya di sandaran jok mobil.
Hingga setelah merasakan suasana hatinya sudah sedikit tenang barulah dia kembali menjalankan mobilnya meninggalkan tempat di mana kedua wanita nya kini tinggal.
Sepanjang perjalanan pikirannya terus saja tertuju kepada Beana dan putri nya.Sedetikpun laki-laki itu sama sekali tidak bisa tidak memikirkan nya.
Hingga tiba-tiba lamunannya mendadak buyar saat terdengar suara azan Maghrib dari sebuah masjid yang tidak jauh dari tempat nya kini.
Di tepikan nya mobilnya di tempat parkir khusus masjid dan dia pun keluar dari dalam mobilnya untuk segera melaksanakan sholat Maghrib terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya menuju ke apartemen nya.
Sementara di tempat berbeda Beana sudah selesai memasak masakan yang ingin di makan oleh putrinya hari ini.
Dia melihat kearah putrinya yang sedang menonton televisi di mana film kartun kesukaan putrinya kini sedang tayang.
"Makan dulu".katanya sambil mendekat ke arah putrinya.
Gadis kecil itu tersenyum senang
" Hore."katanya sambil bersorak senang.
"Ayo cuci tangan dulu".perintahnya dan gadis kecilnya itu pun menurutinya.
Sesudah mencuci kedua tangannya gadis kecil itu kembali mendekati sang Bunda.
" Bunda Sam sudah cuci tangan ".katanya sambil menunjukkan keduanya tangannya yang sudah bersih.
Wanita itu pun tersenyum
" Pintarnya anak Bunda".pujinya sambil mengusap-usap rambut panjang putrinya yang tidak tertutup kerudung.
__ADS_1
Gadis kecil itu tersenyum senang karena mendapatkan pujian dari Bundanya.
"Mau makan sendiri atau mau Bunda suapi".ucapnya sambil memegangi piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauknya.
" Sam mau makan sendiri, kan Sam sudah besar".katanya dan membuat hati wanita yang bergelar Bundanya menjadi terharu.
"Baiklah, makannya sampai habis ya tidak boleh tersisa".
" Memang nya kalau tidak habis kenapa Bun?
"Itu tidak baik sayang".
" Baiklah kalau begitu Sam mau makan sampai habis".ucapnya semangat.
"Itu baru anaknya Bunda".pujinya lagi dan membuat sang putri senang mendengar pujian dari Bundanya.
Kini keduanya asyik menikmati makan malam dengan suasana yang begitu santai.
Setelah melaksanakan sholat Maghrib Ibu muda itupun mengantarkan gadis kecilnya untuk pergi mengaji di Mushola.
Saat perjalanan untuk menjemput putrinya dia pun bertemu dengan Wita yang baru saja pulang.
"Ana".panggilnya.
" Assalamualaikum Mba".
"Waalaikumsalam, kamu mau kemana?
" Mau jemput Sam Mba".
"Jemput Sam? Memang nya Sam kemana? tanyanya ingin tau.
" Samara ada di Mushola lagi belajar mengaji".
"Masa Allah.Anak kamu itu benar-benar anak ajaib".
"Mba ada-ada saja. Ya udah aku duluan ya".
" Iya".katanya sambil berjalan ke arah kamar kontrakan nya.
Ibu muda itu pun kembali berjalan keluar dan saat melewati warung di depannya seseorang memanggilnya.
__ADS_1
"Ana sini".panggil seseorang dan dia pun mendekat ke arah orang yang di panggil nya.
" Ada apa Bu Wati? tanyanya setelah sampai.
"Ada yang ingin Ibu bicarakan sama kamu dan ini penting.Ayo duduk dulu sebentar".
Ibu muda itupun menurutinya dan kini keduanya duduk di kursi.
"Ibu mau membicarakan apa?
" Ini soal Sam".
"Sam.Kenapa dengan Sam Bu?tanyanya dengan wajah mulai sedikit khawatir.
" Tadi ada seseorang yang diam-diam mengambil foto Sam saat sedang bermain bersama teman-teman nya".
"Laki-laki atau perempuan Bu? tanyanya ingin tau.
" Laki-laki ".
" Laki-laki?
"Iya tadi laki-laki itu duduk di sini sambil memesan kopi sama Ibu".
" Apa Ibu melihat wajahnya?
"Tidak karena laki-laki itu memakai masker dan berkaca mata."
Ibu muda itupun terdiam sambil berpikir.
"Siapa laki-laki itu? Dan dia mau apa?tanyanya dalam hati.
" Ana, kamu tidak apa-apa?tanya pemilik warung saat melihat Ibu muda itu terus saja terdiam.
"Saya tidak apa-apa Bu.Saya permisi dulu mau menjemput Sam".
" Iya".katanya sambil melihat kearah Ibu muda itu.
"Mudah-mudahan saja laki-laki yang tadi aku temui bukan orang jahat".katanya lagi.
Beana berjalan menuju ke Mushola dengan rasa gelisah
__ADS_1
" Ya Allah lindungilah putri hamba dia manapun dia berada. Aamiin ".doanya dalam hati.
bersambung