
Sehan hanya bisa terdiam saat melihat langsung saat putrinya itu sedang tantrum, sungguh hatinya benar-benar merasa sangat bersalah kepada putrinya.
Seandainya saja sedari awal dirinya mengetahui kehadirannya mungkin putrinya tidak akan tantrum seperti tadi saat putri kecilnya itu melihat dirinya sudah memakai pakaian kerja tapi putrinya tiba-tiba langsung histeris karena mengira dirinya akan kembali pergi meninggalkan dirinya dan juga Bundanya.
Rada bersalah kini kembali muncul.Apalagi saat kedua mata nya langsung melihat putrinya dalam keadaan yang sedang tantrum tapi wanita yang telah menjadi istrinya itupun langsung memeluk tubuh kecilnya dan menggendongnya walaupun gadis kecil itu terus saja meronta-ronta untuk di lepaskan.
"Sungguh hati tidak bisa melihat nya".katanya dalam hati sambil tatapannya terus kearah dua perempuan yang menjadi belahan jiwanya.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya garis kecil itupun sudah sedikit tenang hingga Ibu muda itupun mulai berbicara
" Ara sayang, dengarkan Bunda".ucapnya sambil terus memeluk tubuh putrinya yang ingin melepaskan dirinya.
"Apakah Ara sayang sama Bunda?tanyanya dan membuat gadis kecil itupun langsung terdiam dan tidak memberontak lagi lalu dia pun langsung menganggukkan kepala nya.
" Kalau Ara sayang sama Bunda berhenti dong nangisnya, memangnya Ara tidak malu menangis di lihat Ayah dan om Bimo?tanyanya dan kedua matanya yang masih basah oleh air mata itupun langsung melihat kepada kedua orang laki-laki yang kini sedang memperhatikan nya.
Seketika raut wajah gadis kecil itupun langsung menunduk dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Bundanya.
Beana pun tersenyum gemas saat melihat tingkah malu-malu putrinya.
"Ara malu kan?tanyanya dan gadis kecil itupun langsung menganggukkan kepala nya tanda iya.
"Lain kali jangan nangis seperti itu lagi ya?Terus terang tadi Bunda sangat sedih loh".katanya memberi pengertian.
__ADS_1
" Ayo minta maaf sama Ayah dulu".ucapnya sambil berbisik. di telinga putrinya.
Tanpa kata gadis kecil itupun langsung minta di turunkan dari gendongan Bundanya, setelahnya dia pun langsung berlari menuju ke arah Ayahnya.
Laki-laki itupun dengan cepat langsung menyambutnya dan kini dia pun berjongkok menyesuaikan tingginya dengan tinggi putrinya.
"Samara minta maaf Ayah".katanya dan membuat hati laki-laki itupun tiba-tiba menjadi menghangat saat mendengar kata maaf yang cukup singkat dari putrinya.
" Ayah sudah maafkan sayang, maafkan Ayah jika Ayah salah".katanya sambil mengusap sisa air mata di kedua pipinya.
"Ayah tidak salah tapi Ara yang salah".
Laki-laki itupun hanya mengangguk sambil terus tersenyum.
"Baiklah karena sekarang putri cantik Ayah sudah tidak marah lagi, apakah Ayah sudah di perbolehkan untuk pergi bekerja? tanyanya dengan hati-hati takut putrinya akan tantrum lagi.
" Ya Ayah,tapi nanti Ayah akan pulang kan?
Sehan mencubit hidung mancung putrinya.
"Setelah pekerjaan Ayah selesai, Ayah akan segera pulang dan kita akan bermain bersama gimana?tanyanya dan membuat gadis kecil nya itupun mengangguk lalu mencium pipi kanan Ayahnya.
" Ara sayang sama Ayah".ucapnya kemudian.
__ADS_1
"Ayah juga sayang sama Ara, sangat sayang sekali".balasnya sambil tersenyum.
Akhirnya drama itupun berakhir hingga laki-laki itupun tersadar saat seseorang memanggilnya
" Tuan muda".
Sehan pun tersadar dari lamunannya lalu dia melihat seseorang yang memanggilnya
"Ada apa Bim?
" Kita sudah sampai Tuan".ucapnya dan laki-laki yang di panggil Tuan itupun langsung melihat kearah pintu mobil yang sedari sudah buka oleh asistennya.
Tanpa kata laki-laki itupun langsung keluar dari dalam mobil nya untuk masuk ke dalam kantornya.Saat laki-laki itu berjalan semua orang yang bekerja di sana pun menunduk hormat dan ada banyak juga yang diam-diam mencuri pandang dengan sosok tampan pemimpin yang menjadi idola bagi kaum hawa.
Tapi lagi-lagi sosok laki-laki yang atasannya itu hanya bersikap dingin.
Sampailah Ayah satu anak itu di depan pintu ruangannya dan membuka
Ceklek
Pintu pun terbuka dari luar dan mendadak dia pun terkejut saat seseorang kini sedang duduk di sofa
"Siapa kau?
__ADS_1
bersambung