Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
129


__ADS_3

Hari sudah beranjak sore seorang wanita kini sedang mengendarai mobilnya sedannya menuju ke suatu tempat.


Tanpa terasa kini mobil yang di kendarai nya akhirnya pun sampai di tempat tujuan nya.


Setelah memarkirkan mobilnya dia pun keluar dari dalam mobilnya lalu dia pun berjalan memasuki sebuah gang sempit untuk menemui seseorang.


Saat dia sedang berjalan di depan sebuah rumah dia melihat seseorang yang ingin di temuinya itu sedang berada di sana.


Dengan langkah senang dia pun langsung menghampiri nya.


"Assalamualaikum".salamnya dan seseorang yang kini sedang duduk tidak jauh itupun melihat ke arahnya.


" Waalaikumsalam.Aunty Santi".ucapnya sambil bangun dari duduknya dan langsung berlari memeluknya.


Wanita itupun langsung menyambutnya lalu membalas pelukannya.


"Sam sehat?tanyanya sambil berjongkok untuk menyamakan tingginya.


Gadis kecil itupun menganggukkan kepalanya


"Alhamdulillah Sam sehat Aunty".katanya sambil tersenyum manis.


" Alhamdulillah Aunty senang mendengar nya".


Di saat kedua wanita yang berbeda usia itu sedang asyik bercanda gurau tiba-tiba seseorang mendekati keduanya.


"Nak Santi,sudah lama datangnya? tanyanya yang langsung ikut duduk di kursi kosong yang berdekatan dengan keduanya.


Wanita yang bernama Santi itupun langsung mencium tangan wanita separuh baya itu dengan takzim.Sedangkan gadis kecil itu kini sudah kembali bermain dengan mainannya.Dan tinggallah dua wanita yang berbeda usia kini sedang berbicara dengan serius


" Belum lama Bu".ucapnya dan wanita separuh baya itupun mengangguk kan kepala nya tanda mengerti.


"Bu, saya mau minta izin".

__ADS_1


Wanita tua itupun mengerutkan keningnya tanda dirinya terlihat bingung karena wanita muda yang berdiri di depan nya ini tidak mempunyai salah kepadanya tapi mengapa tiba-tiba saja meminta maaf kepadanya


" Minta izin? Minta izin untuk apa Nak Santi?tanyanya dengan wajah sedikit bingung lalu dengan pelan dia pun langsung berbicara


"Hari ini saya mau mengajak Sam menginap di rumah saya".


" Menginap?


"Iya Bu. Apakah boleh?


" Apa kamu sudah minta izin sama Ana jika sudah maka ibu pun akan mengizinkannya ".


Santi pun tersenyum


"Sudah Bu".


Wanita tua itupun terdiam sebentar lalu dia pun menghirup napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan.Sebenarnya dalam hati kecilnya sungguh benar-benar tidak rela berpisah dengan gadis kecilnya.


"Terima kasih Bu".


" Iya.Biar ibu siapkan semua keperluan Sam".ucapnya sambil masuk ke dalam rumah untuk mengambil tas yang berisi semua keperluan cucunya.


Setelah selesai dia pun memanggil Samara untuk mandi.


Sehabis mandi wanita separuh baya itupun langsung memakaikan nya baju setelah tubuh gadis kecil itu terlebih dahulu di olesi minyak telon biar badannya hangat setelah habis mandi.


"Sam".panggil sang nenek lalu gadis kecil itupun melihat kearah neneknya.


" Iya nenek".jawabnya.


"Kamu masih ingat pesan nenek kan?tanyanya dan gadis kecilnya itupun mengangguk kan kepalanya tanda dirinya masih mengingat nya.


"Coba sebutkan?

__ADS_1


" Hem.. Sam tidak boleh nakal".jawabnya jujur.


Wanita itupun tersenyum lalu menoel hidung mancung cucunya.


"Nenek".protesnya sambil mengusap-usap hidungnya.


" Maaf, apakah sakit?tanyanya dan gadis kecil itupun menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak sakit.


"Ya sudah cucu nenek sekarang sudah cantik, lebih baik kita temui tante Santi".


" Bukan tante nenek tapi Aunty ".protesnya dan membuat wanita separuh baya itupun tertawa.


" Padahal tante sama Aunty itu sama saja".ucapnya dalam hati.


"Kenapa nenek tertawa? tanyanya.


" Tidak apa-apa, sudah yok lebih baik sekarang kita ke Aunty Santi kasihan karena sudah terlalu lama menunggu princess nya nenek".


Tanpa kata gadis itupun langsung berjalan mengikuti langkah neneknya.


Sampailah kini keduanya di depan teras di mana wanita bernama Santi itu kini sudah menunggu nya.


"Aunty".panggilnya dan langsung berlari memeluknya.


" Hem wangi,apakah princess nya Aunty yang cantik ini sudah mandi?


"Sudah dong".katanya dengan wajah centilnya dan membuat kedua orang dewasa itupun akhirnya menjadi tertawa.


Hingga dalam hati Santi pun berkata.


" Sungguh kelakuannya sama persis dengan Ayahnya".


bersambung

__ADS_1


__ADS_2