
Laki-laki itupun berjalan dan Beana pun ikut mengejar nya karena jujur saja dirinya masih bingung dengan ucapan dari laki-laki yang menjadi ayah putrinya.
Sambil berlari kecil dia pun mengejar laki-laki itu yang masih berjalan di depannya.Hingga laki-laki itu pun menghentikan langkah nya karena tiba-tiba dia melihat seseorang sedang berdiri terpaku menatap nya dengan wajah penuh kebingungan.Hingga terdengar suara seseorang menubruk punggung laki-laki itu.
Bruk
"Aduh kak Se, bisa ngga kalau mau berhenti jangan mendadak".ucapnya sambil mengusap-usap kepala nya yang terkena benturan tadi, hingga dirinya tidak menyadari kalau seseorang sedang memperhatikan keduanya dalam diam.
"Bukankah itu Beana kenapa dia bersama dengan Tuan muda?Apakah mereka? tanyanya dalam hati sambil kembali melihat keduanya yang begitu mersa mendadak hatinya begitu sakit karena mencintai wanita yang akan menjadi calon istri dari bosnya.
Laki-laki itupun terkejut hingga wanitanya pun langsung melihat ke arah depan di mana seorang laki-laki sedang berdiri sambil memegangi beberapa berkas di tangan nya.
"Ka Bimo".ucap Beana dan membuat laki-laki yang bernama Bimo itupun tersadar dari keterkejutannya.
" I... iya Nona muda".jawabnya sambil terbata sedangkan Sehan mulai merasakan dadanya sedikit sesak saat mendengar wanita nya itu memanggil asisten pribadinya itu dengan sebutan kakak tapi dia membiarkannya dulu nanti setelah asistennya pergi dia akan menegur wanitanya.
"ih kak Bimo, jangan panggil Nona seperti biasa saja panggil Ana aja".ucapnya dan membuat laki-laki itu hanya bisa terdiam tanpa menjawabnya.Hingga laki-laki yanga menjadi bosnya itupun langsung menegurnya
" Be."ucap Sehan dengan nada sedikit tinggi dan membuat wanita nya itupun menjadi terdiam dan hati laki-laki itu semakin nyeri saat mendengar panggilan sayang dari bosnya untuk wanitanya.
"Buatkan kami kopi dan bawakan ke ruang kerja aku".perintahnya.
"Oke".ucapnya sambil berjalan ke arah pantry untuk membuat kan kopi.
Setelah kepergian wanita nya laki-laki itupun berkata
"Kita keruangan kerja".ucapnya sambil berjalan ke lantai atas di mana ruang kerjanya berada dan asistennya pun mengikutinya dari belakang.
Ceklek
(suara pintu di buka dari luar)
__ADS_1
Kedua laki-laki itupun langsung masuk ke dalam ruangan kerja itu dan Sehan pun langsung duduk di kursi kerjanya sambil melihat seseorang yang masih berdiri di depan meja kerjanya.
"Duduklah".perintahnya dan laki-laki itupun langsung menurut dan dia pun kini sudah duduk di kursi yang berhadapan dengan nya.
"Apa kamu sudah lama datangnya?
"Sudah dari Tuan muda".ucapnya jujur.
" Jadi kamu melihat semuanya?
"Iya.Maaf Tuan muda saya tidak sengaja".ucapnya jujur sambil menunduk.
" Tidak apa-apa Bim, memang sudah seharusnya saya menunjukkan diri saya kepada nya".
Laki-laki itupun menarik napas lega saat mendengar ucapan dari laki-laki yang menjadi bosnya.
"Bagaimana apakah kamu sudah mengurus data-data untuk pernikahan ku dan Beana? tanyanya langsung pada intinya.
" Kerja bagus Bim, aku akan mentransfer bonus untuk mu".katanya sambil tersenyum dengan wajahnya terlihat begitu bahagia.
"Terima kasih Tuan muda".
" Lalu bagaimana dengan keadaan kantor setelah seminggu aku tidak masuk kerja? tanyanya ingin tau.
"Keadaan nya sangat kacau Tuan muda".katanya dan membuat laki-laki yang menjadi bosnya itupun mengerutkan keningnya.
" Apa yang terjadi? tanyanya ingin tau.
"Tuan besar datang ke ruangan Anda sambil marah-marah karena Anda mengambil cuti tanpa persetujuan nya.
Sehan pun tersenyum hingga sebelum dirinya berbicara lagi terdengar suara pintu di ketuk dari luar
__ADS_1
Tok... tok.. tok
(suara pintu di ketuk dari luar)
"Masuk".ucap seseorang dari dalam dan tak lama pintu itupun terbuka dan dia pun dapat melihat wanita nya berjalan memasuki ruang kerjanya dengan sebuah nampan di tangan nya.
"Kopinya di taruh di mana kak?
" Taruh sini saja Be".ucapnya sambil menunjuk meja kerjanya dan tanpa berkata dia pun langsung menaruhnya.
"Terima kasih".jawab keduanya dan wanita itupun tersenyum manis.
" Sama-sama,Ana permisi.Atau apa ada yang di butuhkan lagi?
"Tidak ada Be".
" Hem baiklah, Ana permisi ".ucapnya sambil berjalan keluar dari ruangan kerja ayah kandung putrinya dan menutup pintunya.
Diam-diam Sehan melihat kearah asistennya yang diam-diam melihat wanitanya.
" Hem.. "ucapnya.
Bimo pun langsung menundukkan kepala nya karena malu sedang mencuri pandang dengan wanita bosnya.
" Jangan melihat nya seperti itu".ucapnya sambil menyeruput kopinya.
"Ingat Beana adalah wanitaku".
katanya dan membuat Bimo pun akhirnya hanya terdiam sambil menunduk karena sudah ketahuan.
" Mampus kau Bimo".ucapnya dalam hati.
__ADS_1
bersambung