Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
69


__ADS_3

Beana berjalan memasuki ruangan rawat anaknya sambil membawa bubur pesanan anaknya.Dari jauh seseorang sedang memperhatikan nya sambil bibirnya terus saja tersenyum


"Teryata gadis polos ku sudah dewasa".gumamnya dalam hati.


Tiba-tiba dia pun menguap


"Aku ngantuk sekali, sepertinya aku butuh istirahat".ucapnya sambil melangkah keluar dari rumah dan berjalan menuju ke mobilnya.


Laki-laki itu membuka pintu mobilnya dan tak lama kemudian mobil itupun bergerak meninggalkan area rumah sakit menuju apartemennya.


Sementara itu di rumah besar.


Seorang wanita memasuki ruangan kerja di mana suaminya kini sedang berada di sana.


Tok...tok..tok..(suara pintu di ketuk dari luar)


"Pah boleh Mamah masuk".


" Masuklah ".kata seseorang di dalam.


Ceklek(suara pintu di ketuk dari luar)


Saat wanita itu membuka pintunya dia pun melihat sosok laki-laki yang bergelar suaminya itu sedang sibuk dengan berkas- berkasnya yang masih menumpuk di atas meja kerja nya.


" Papah masih sibuk?tanyanya sambil duduk di kursi yang berada di depan meja kerja suaminya.


Laki-laki itupun tersenyum.


"Untuk Mamah Papah tidak sibuk".katanya sambil meletakan berkasnya yang sedang di bacanya di atas meja.


"Ih Papah masih suka bercanda, sudah jelas jelas kerjaan nya numpuk begitu".


" Ya kerjaan nya kan masih bisa di lanjutkan nanti".


"Ingat loh Pah, Papah itu baru sembuh dari sakit jadi jangan terlalu banyak pikiran dulu nanti sakitnya Papah kambuh lagi".ucapnya mengingatkan.


"Iya".ucapnya menurut sambil melihat kearah istrinya yang kini sudah berpakaian rapi.


" Mamah mau pergi?

__ADS_1


Wanita itupun tersenyum


"Iya.Mamh mau ke tempat Sehan".


Laki-laki itupun terdiam dan istrinya pun menyadari perubahan wajah suaminya yang kini terlihat begitu sendu.


" Pah".katanya sambil menggenggam tangan suaminya yang berada di atas meja.


"Maafkan Papah ya Mah karena keegoisan Papah putra kita jadi pergi jauh".ucapnya sambil menunduk sedih.


Wanita itu pun langsung bangun dari duduknya dan menghampiri suaminya lalu memeluknya.


"Tidak usah minta maaf Pah, mungkin saja putra kita sedang membutuhkan waktu untuk sendiri.Mamah yakin kalau sudah saatnya tiba putra kita akan pulang ke rumah ini.Mamah yakin itu jadi kita hanya butuh bersabar dan menunggu kedatangan nya".ucap istrinya memberikan semangat kepada suaminya.


Laki-laki itupun tersenyum.


" Makasih ya Mah, Mamah selalu bisa menenangkan hati Papah. Makasih ".


" Sama-sama Pah. Mamah berangkat dulu, ingat jangan terlalu capek".pesannya.


"Iya istri ku.Hati-hati di jalan".


" Iya. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam".jawabnya.


Setelah istrinya pergi laki-laki itupun termenung dia merebahkan kepalanya di sandaran kursi


" Kapan kamu akan memaafkan Papah Sehan sungguh Papah kangen dengan putra Papah ".gumamnya dalam hati.


Di saat laki-laki itu sedang menyesali dirinya di tempat berbeda sepasang suami-istri sedang berjalan sambil tergesa-gesa.


" Ayo pak cepat ".kata istrinya.


" Iya Bu ini juga sudah cepat ".ucapnya sambil berjalan mengikuti langkah istrinya.


Hingga tak lama keduanya pun sampai.


" Ini benar ruangan nya Bu?

__ADS_1


"Sepertinya sih iya".


" Ini ruangan VIP Bu, mungkin kita salah ruangan ".


Wanita itupun terdiam sejenak lalu dia pun mengeluarkan handphon dari dalam tasnya dan dia pun langsung menekan nomor seseorang.Wanita itupun tersenyum saat telpon nya di angkat seseorang


"Halo Assalamualaikum ".kata seseorang


" Wassalamualaikum, Ana ini Ibu sama Bapak sudah sampai di rumah sakit, ruang rawatnya di mana?


"Di ruangan VIP Bu".


Dia pun mematikan handphonenya saat Wanita itu melihat tulisan di depan ruangan itu dan dia pun langsung membuka nya pelan-pelan


ceklek (suara pintu dibuka dari luar)


Terlihat lah sosok suami istri separuh baya kini sedang berjalan masuk kedalam ruangan itu.


"Assalamualaikum".keduanya mengucapkan salam.


" Waalaikumsalam ".jawab Beana sambil mencium tangan keduanya bergantian.


"Nenek kakek".ucap gadis kecil itu sambil tersenyum melihat keduanya.


Keduanya pun langsung mendekati ranjang di mana gadis kecilnya kini sedang terbaring sakit dan memeluknya bergantian


" Sam kangen sama Kakek Nenek".


"Kami juga kangen sama Sam,


maaf ya Kakek sama Nenek ninggalin kamu terlalu lama".


"Iya Sam maafin tapi janji ya Kakek sama Nenek kalau pergi jangan lama lama kan Sam jadi sendirian nggak ada teman mainnya".ucapnya sedikit merajuk.


" Iya kami janji ".


Ketiganya pun asyik bercanda-canda dan membuat hati Beana seakan akan begitu sesak saat mengingat kedua orang tuanya


"Beana sangat merindukan Ayah dan Ibu!Apakah kalian berdua merindukan aku? tanyanya dalam hati tanpa terasa air matanya menetes di kedua pipinya dan dia pun buru-buru menghapus nya agar tidak terlihat oleh anak dan kedua orang tua angkat nya.

__ADS_1


bersambung


"


__ADS_2