
Jam menunjukkan pukul setengah tujuh Beana kini sudah berada di pantry yang ada di apartemen.Hari ini dirinya datang lebih awal karena akan memasak sarapan untuk majikannya.
Dan tak lama kemudian masakan yang di masak nya pun kini sudah selesai dan dia pun menatanya di atas meja makan.
Kini dirinya sedang sibuk di bagian laundry.
Di saat wanita itu sibuk mengerjakan pekerjaan nya kedua orang laki-laki kini sedang asyik memakan sarapan di meja makan.
"Bim".ucapnya sesudah selesai memakan sarapan nya.
" Iya Tuan".jawabnya.
"Bisa kamu bilang pada Beana untuk menyiapkan bekal untuk aku makan siang".ucapnya sambil berjalan ke arah ruang tamu.
" Baik Tuan".
Laki-laki itupun melangkahkan kakinya menuju ke arah ruang laundry dan di sana dia pun melihat wanita cantik yang sedang sibuk memisahkan pakaian karena terlihat olehnya ada dua tempat untuk menaruh pakaian.
"Hem.".
Dan wanita itupun melihat nya.
"Kak Bimo, ada apa kak?
"Tuan muda minta di bawakan makan siang, bisakah kamu menyiapkan sekarang karena kami akan segera berangkat".
__ADS_1
" Baik kak,saya akan segera menyiapkannya ".ucapnya sambil melangkah ke arah pantry untuk mengambil tempat makan dan dia pun langsung menuju ke arah meja makan.
Setelah selesai dia pun memasukkan ke dalam paperback dan memberikan nya kepada Laki-laki itu.
" Ini kak".
Laki-laki itupun menerima nya.
"Terima kasih".
" Sama-sama".
Laki-laki itupun melangkah tapi langkahnya berhenti saat seseorang memanggilnya
"Kak Bimo".
" Ada apa Ana?Apa ada yang ingin kamu katakan?
"Tidak jadi".jawabnya dan membuat laki-laki yang berdiri tidak jauh itupun mengerutkan keningnya.
" Kamu yakin tidak ada yang ingin kamu katakan kepadaku?
"Tidak ada kak".
" Ya sudah kalau tidak ada yang ingin kamu katakan aku mau berangkat karena Tuan muda sudah menunggu ".ucapnya dan laki-laki itupun berjalan keluar dari pantry menuju ruang tamu di mana sang majikan ini sedang menunggu nya.Wanita itupun mengangguk.
__ADS_1
Beana merapikan meja makan setelah semuanya selesai dia pun kembali ke tempat laundry.
"Wangi semua pakaian ini kenapa mirip sekali dengan wangi parfum yang di pakai kak Sehan?tanyanya sambil memegangi kemeja Tuan mudanya.
Tiba-tiba saja kepalanya penuh dengan begitu banyak pertanyaan-pertanyaan
" Sebenarnya siapa sih sosok majikan?
"Terus kenapa dirinya tidak boleh menunjukkan dirinya saat sosok majikannya itu keluar dari dalam kamarnya, sebenarnya dalam hatinya begitu penasaran siapa sosok dari majikannya?
"Dari pada aku penasaran bagaimana aku cari tau saja siapa sosok laki-laki yang telah menjadi Tuan mudanya, mumpung sekarang aku di sini hanya sendirian".ucapnya sambil berjalan menuju ke lantai atas di mana sang majikan barunya itu beristirahat.
Beana membuka pintu kamar majikannya itu dengan pelan dan saat dia membukanya tiba-tiba hidungnya mencium sesuatu.
Deg... deg.. deg
"Wangi ini, kenapa wangi parfum nya begitu sama dengan wangi parfum yang kak Sehan pakai".
Wanita itupun melangkah masuk jauh ke dalam kamar majikannya.Kamar majikannya begitu rapi pantas dirinya tidak diizinkan untuk membersihkan nya.
Matanya melihat sekeliling kamar majikannya dan dia pun sama sekali tidak melihat foto di dalamnya.
"Tidak ada satupun fotonya".ucapnya sambil melangkah dan dia pun melihat sebuah botol parfum lalu mencium nya.
"Wangi parfum ini seperti wangi parfum nya kak Sehan".ucapnya sambil menaruhnya kembali ke tempat nya.
__ADS_1
" Sepertinya aku sudah mulai berhalusinasi lagi".katanya sambil berjalan keluar dari kamar majikannya dengan wajah sedihnya.
bersambung