
Beana masih betah duduk di atas tempat tidur sambil memegangi selimut, sungguh dirinya ingin sekali beranjak dari tempat tidur tapi tiba-tiba ada rasa malu di hatinya, apalagi di dalam kamar itu dirinya tidak sendiri tapi ada sosok laki-laki yang kini menjadi suaminya.
Wanita itu hanya menggigit bibirnya saat merasakan sedikit sakit dan rasa tidak nyaman di tubuhnya tapi karena hatinya merasa malu jadi dia pun hanya bisa menahannya sampai laki-laki itu keluar dari kamar.
Sehan keluar dari ruangan walk in closed setelah dirinya sudah berpakaian rapi.Tapi laki-laki masih melihat kearah istrinya yang masih duduk di atas tempat tidur.
Dia pun melangkah mendekati istrinya.
"Kamu tidak mandi Be?tanyanya dan membuat wanita itu langsung sedikit terkejut.
"Ini Ana baru mau ke kamar mandi".ucapnya sambil pelan-pelan mencoba untuk menurunkan kedua kakinya sambil menahan rasa sedikit sakit dan itupun tidak luput dari pandangan mata laki-laki itu. Akhirnya tanpa kata dia pun langsung mengendong tubuh istrinya dan Beana pun terkejut lalu mau tak mu akhirnya dia pun mengalungkan kedua tangan di leher suaminya.
"Kalau masih sakit bilang sayang jangan diam saja,suamimu ini bukanlah seorang cenayang jadi bicaralah dan kasih tau aku".katanya sesudah sampai di dalam mandi dan mendudukkan nya di dalam bathtub yang berisikan air hangat dan sedikit aromaterapi untuk istrinya berendam.
Istrinya pun melihat ke arah suaminya.
"Kenapa?
" Tidak apa-apa".jawabnya.
Laki-laki itupun tersenyum, dia pun langsung mengusap-usap kepala istrinya itu dengan lembut.
"Mandilah, aku keluar dulu mau lihat putri kita apakah sudah bangun atau belum".ucapnya memberitahu dan istrinya hanya mengangguk kan kepalanya tanda iya.
Laki-laki itupun berjalan menuju kearah pintu tapi saat dirinya ingin membuka pintu istrinya pun memanggilnya hingga dia pun kembali berbalik menghadap ke arah istrinya.
"Kak Se".
" Ada apa?
"Terima kasih".ucapnya sambil tersenyum dan membuat laki-laki itupun membalasnya dengan tersenyum lebar.
" Tidak perlu berterima kasih karena itu adalah tanggung jawab ku sebagai seorang suami dan juga seorang Ayah."
Wanita itupun tersenyum.
"Aku keluar dulu".
" Iya".
"Oh iya aku sampai lupa, hari ini aku akan mengajak kalian pergi untuk makan di luar dan sehabis itu kita berbelanja untuk kebutuhan dapur dan lainnya".ucapnya memberitahu.
__ADS_1
"Iya".
" Aku keluar dulu".pamitnya dan istrinya pun hanya menganggukkan kepala tanda iya.
Pintu kamar mandi pun akhirnya tertutup dan Beana kini bisa bernapas lega. Sungguh hatinya sedari tadi terus saja berdebar kencang saat berdekatan dengan suaminya.
"Oh ada apa dengan jantung ku kenapa jantung ku terus saja berdebar-debar terus sih? tanyanya sambil memegangi dadanya.
"Lama-lama aku bisa jantungan jika terus seperti ini".gumamnya dalam hati.
Di saat Beana tengah sibuk dengan perasaannya,laki-laki itu kini sedang berada di kamar putrinya yang kini ternyata sudah bangun dan sedang memainkan main barunya yang di berikan oleh Bu Diah dan tetangga kontrakan nya.
"Ayah".ucapnya saat melihat laki-laki itu masuk ke dalam kamar yang di tempati nya.
" Hai putri Ayah sudah bangun? tanyanya setelah duduk di tempat tidur putrinya.
"Ara sudah bangun dari tadi Ayah tapi saat Ara bangun Ara tidak melihat Ayah sama Bunda jadinya Ara main saja sendiri".
Laki-laki itu hanya bisa terdiam karena dirinya tidak menjawabnya.Tidak mungkin kan di menjawab pertanyaan putrinya kalau mereka berdua sedang melakukan sesuatu di dalam kamar.
" Ayah".
"Ada apa sayang?
"Ini kamarnya Ara, bagaimana bagus ngga? tanyanya dan membuat gadis kecil itu pun melihat kearah Ayahnya itu dengan penuh kebingungan.
" Kamar Ara?
"Iya".jawabnya sambil menggenggam kedua tangan kecil putrinya.
" Bagaimana bisa Yah?
"Tentu saja bisa.Ara taukan kalau Ayah bisa melakukannya?Dan Ara juga taukan Ayahmu ini bisa melakukan hal apapun untuk kebahagiaan putri cantik Ayah".ucapnya sambil mencubit hidung mancung putrinya karena gemas dan itu membuat gadis kecil itupun langsung tersenyum.
" Wah Ayah Ara memang benar-benar hebat".ucapnya sambil memberikan dua jempolnya dan hal sederhana itu semakin membuat hati laki-laki itu sangat bahagia.
"Ara sayang".
" Iya Ayah".
"Ara mau jalan-jalan ngga?tanyanya dan membuat wajah gadis kecil itupun langsung menatap ke arah nya.
__ADS_1
" Mau".
"Beneran mau?tanya Ayahnya lagi dan gadis kecil itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.
"Kalau begitu sekarang putri Ayah mandi dulu gimana?
"Baiklah".jawabnya sambil turun dari tempat tidur dan berjalan kearah kamar mandi.
" Mau Ayah bantu mandiin?tanyanya saat melihat gadis kecilnya itu masuk ke kamar mandi.
"Tidak Ayah,Ara bisa mandi sendiri".ucapnya dan hati laki-laki semakin bangga karena melihat kemandirian putrinya.
Dan tak lam terdengar suara pintu di buka dari luar.Laki-laki itupun tersenyum ke arah wanita nya.
" Aranya mana kak? tanyanya sambil melihat sekeliling sudut kamar tapi dirinya tidak menemukan sosok putrinya.
"Ara lagi di dalam kamar mandi".
" Ngapain?
"Mandi".katanya dan membuat wanita itupun langsung berjalan ke arah koper di mana baju putrinya berada.
" Kamu ngapain buka koper?
"Mau ambil baju ganti untuk Ara".
"Jangan pakai yang ada di dalam koper,ambil saja di dalam lemari".
Wanita itupun menurut lalu berjalan ke arah lemari pakaian setelah terlebih dahulu menutup kembali kopernya.
Pintu lemari pun terbuka dan kedua mata wanita itu sampai melongo saat melihat isinya.Di dalam sana tersedia semua keperluan untuk putrinya mulai baju-baju,celana dan semuanya.Sampai-sampai wanita itupun bingung mau mengambil baju untuk putrinya.
"Kak ini".
" Kenapa masih kurang? Kalau iya biar nanti aku belikan lagi".jawabnya dan membuat wanita itu sampai melongo mendengarnya.Dan wanita itupun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak.
"Tidak ini sudah cukup".jawabnya dan laki-laki itupun hanya menganggukkan kepalanya tanda iya.
"Beginilah nasib mempunyai suami seorang sultan".
gumamnya dalam hati.
__ADS_1
bersambung