
Ada rasa bahagia yang tidak bisa di ucapkan oleh kata-kata itulah yang kini di rasakan oleh gadis kecil yang bernama Samara.Gadis kecil itu masih saja memeluk tubuh Ayahnya dan sama sekali tidak melepaskan nya.
Seperti sekarang ini keluarga kecil itupun sedang duduk di lantai yang beralaskan karpet bulu.Ketiganya kini duduk bersantai di ruang depan sambil menonton televisi.Ayah dan Ibu muda itupun kini sedang menemani putri tercintanya menonton film kartun kesayangannya dan posisi gadis kecil itu masih duduk di pangkuan sang Ayah.
Seakan-akan gadis itu takut sang Ayah akan meninggalkan mereka lagi.
Beana pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah posesif yang baru kini di tunjukkan oleh putrinya.
"Ara turun dong sayang Ayah pasti capek tuh dari tadi memangku kamu".kata Beana sambil melihat kearah suaminya yang terlihat begitu lelah.
Gadis kecil itupun cemberut
" Ngga mau nanti Ayah pergi lagi kalau Ara turun".protesnya dan membuat kedua orang dewasa itupun terkejut dengan perkataan dari putrinya.
"Samara sayang.Ayah ngga akan pergi dan mulai hari ini dan seterusnya kita bertiga akan selalu bersama-sama".ucap wanita itu dengan suara lembut nya.
Gadis itu melihat ke wajah Ayahnya
" Apa itu benar Ayah?tanyanya dengan wajah imutnya.
Laki-laki itupun tersenyum
"Tentu saja".
Wajah gadis kecil itupun terlihat bahagia dan dia pun tersenyum lalu bersorak
" Hore".katanya sambil bangun dari pangkuan sang Ayah lalu mencium pipi laki-laki itu
"Ara sayang Ayah".ucapnya senang.
" Ayah juga sayang sama Ara".jawabnya.
"Hem, jadi sayang nya sama Ayah aja nih, sama Bunda ngga? tanyanya sambil berpura-pura sedih.
Gadis kecil itupun mendekati Ibunya dan tanpa kata dia pun langsung mendaratkan kecupan di pipi wanita yang menjadi Ibunya.
" Ara sayang Bunda".
__ADS_1
Beana pun tersenyum saat mendengar kata sayang dari mulut kecil putrinya.
"Bunda juga sayang Ara".balasnya sambil memeluk tubuh putrinya.
Ketiganya pun kembali menikmati suasana santai hari itu dengan rasa yang sangat bahagia.
Ternyata kebahagiaan itu tercipta karena banyaknya rasa kasih sayang bukan karena banyaknya harta yang di miliki oleh seseorang.
Malam pun tiba.Ketiganya pun kini sudah bersiap-siap untuk tidur setelah melaksanakan sholat isya berjamaah.
Di dalam kamar Beana pun masuk sambil membawa teko dan gelas untuk minum putrinya yang seringkali terbangun untuk meminta minum.
Dia pun melihat putrinya sedang mengatur posisi bantal untuk mereka tidur.Sungguh pintar sekali gadisnya itu.
Gadis itupun melihat wanita yang menjadi ibunya.
"Bunda Ara sudah benar belum merapihkan nya?
Wanita itupun tersenyum
"Pintar dong kan anaknya Ayah sama Bunda".Ucap sang Ayah menimpali karena sedari terdiam mendengarkan keduanya wanita yang berbeda generasi itu sedang berbicara.
" Ayah hebat".pujinya lagi dan membuat laki-laki itupun tersenyum senang.
"Hebat dong Ayahnya siapa?
" Ayahnya Samara".
"Pintar anak Ayah".pujinya lagi sambil mencubit hidung mancung putrinya.
"Sakit Ayah".katanya sambil mengusap-usap hidungnya yang tadi di cubit oleh Ayahnya.
"Sudah yuk kita tidur,Bunda tidur di sebelah mana?tanyanya kepada putrinya hingga membuat gadis kecil itupun terdiam sejenak untuk berpikir.
" Hem, Ara tidur di pojok, Ayah di tengah dan Bunda di samping Ayah ".
" Loh kenapa Ayah di tengah bukannya Bunda? tanyanya sang Ayah penasaran.
__ADS_1
"Karena Ara ingin tidur di peluk sama Ayah kalau sama Bunda kan Ara sudah sering jadi sekarang Ara ingin tidur di peluk sama Ayah".ucapnya sambil menggenggam tangan besar laki-laki yang menjadi Ayahnya sedangkan kedua orang dewasa itupun hanya terdiam sambil saling bertatapan dengan perasaan yang sulit di artikan.
Sehan hanya bisa terdiam tanpa bicara sungguh hatinya kini benar-benar merasa bersalah.
Pelan-pelan Ayah muda itupun mengusap-usap punggung putrinya yang kini sudah berbaring bersamanya di atas kasur.
"Ayah berjanji akan selalu berada di samping mu putriku,Ayah akan menggantikan semua waktu yang selama ini telah terbuang sia-sia".janjinya dalam hati.
Dan tak lama putrinya pun tertidur lalu laki-laki itupun langsung membalikkan tubuhnya hingga kini dirinya berhadapan dengan istrinya.
"Apa Ara sudah tidur?tanyanya ketika suaminya kini sudah berbalik menghadapnya.
" Sudah".katanya sambil menarik pinggang istrinya untuk semakin dekat dengannya.
"Kak".
" Kenapa?
"Ana".
Laki-laki itupun tersenyum dan tanpa kata dia pun langsung membawa tubuh istrinya itu ke dalam pelukan nya.
" Kak Se".
"Hem".
" Nanti Ara bangun ".
" Sebentar saja sayang,mumpung putri kita sedang tidur kalau bangun kamu tau kan betapa posesif nya dia".
"Ya tapi".
" Tidak ada tapi-tapian jadi sekarang nikmati saja,bisakan".
ucapnya dan istrinya itupun akhirnya pasrah dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.
bersambung
__ADS_1