
Tampak wajah Sehan sangat terkejut saat melihat sosok laki-laki separuh baya yang di tolongnya.
"Laki-laki ini bukannya Pak Setiawan ayahnya Beana".ucapnya dalam hati sambil melihat nya dalam diam hingga terdengar suara rintihan
dan Sehan pun tersadar dari lamunan nya.
" Mari saya bantu Pak".ucapnya sambil membantu laki-laki itu berdiri di bantu oleh warga yang juga ikut menolong laki-laki itu.
Laki-laki itupun langsung menganggukkan kepala nya.
"Terima kasih Nak".katanya sambil meringis menahan sakit di lututnya.
" Pak tolong langsung dibawa masuk ke mobil saya Pak, biar saya antar Bapak ini ke klinik".katanya dan warga yang ikut menolong itupun langsung menurutinya.
Sehan pun langsung membantu laki-laki itu untuk naik di kursi depan.
"Terima kasih Pak".ucap Sehan kepada warga yang ikut membantu nya.
" Sama-sama Nak".jawabnya.
Sehan pun kini masuk ke dalam mobilnya dan dia pun duduk di bagian kemudi, tapi tiba-tiba dia pun turun lagi.
"Ada apa Nak? tanyanya laki-laki yang berada di kursi penumpang.
" Motor Bapak".
"Motor saya?
" Iya, bagaimana kalau saya titipkan pada salah satu orang di sana".sarannya.
"Iya Nak boleh".
"Ya sudah saya tinggal dulu ya Pak, saya mau menitipkan motor Bapak kepada orang di sana".
Ucapnya sambil menunjuk ke arah seseorang.
__ADS_1
" Iya Nak itu Pak Edo tetangga saya".
"Oh jadi Bapak kenal jadi lebih enak jika menitipkan sama orang yang di kenal. Saya ke sana dulu".izinnya sambil berjalan mendekati laki-laki yang bernama Edo dan laki-laki itupun hanya mengangguk mengiyakan.
Setelah berbasa-basi akhirnya motor itupun kini sudah di titipkan barulah Sehan pun memacu kuda besinya menuju klinik untuk mengobati kaki laki-laki yang di tolong nya.
Tak lama kini keduanya sudah berada di klinik.Sehan menunggu laki-laki itu sambil memainkan ponselnya.Kali ini dirinya sedang mengecek kerjaan nya sambil sesekali menengok ke arah pintu yang masih tertutup.
"Kenapa lama sekali? Apa lukanya parah?tanyanya dalam hati.
Hampir setengah jam barulah pintu ruangan itupun terbuka dan seorang yang berpakaian tenaga medis pun akhirnya keluar.Sehan pun bangun dari duduk nya dan menghampirinya.
" Dokter, bagaimana keadaannya?tanyanya ingin tau.
"Alhamdulillah keadaan pasien baik-baik saja tidak ada luka yang serius jadi pasien bisa langsung di bawa pulang".
Katanya menjelaskan.
Hati laki-laki itupun kini kembali tenang dan tidak sepak tadi.
" Sama-sama. Kalau begitu saya permisi ".jawabnya dan laki-laki itupun mengangguk.
Setelah kepergian Dokter itu laki-laki itupun langsung mengurus biaya administrasi nya. Setelah semuanya selesai barulah laki-laki itu langsung masuk ke ruangan itu dan membantu laki-laki yang masih berbaring di atas brankar.
"Bagaimana keadaannya Pak sekarang?
" Alhamdulillah sudah lebih baik Nak, terima kasih ".ucapnya tulus.
Laki-laki muda itupun tersenyum
" Sama-sama Pak. Mari saya antarkan Bapak pulang".ucap laki-laki muda
"Baiklah".ucapnya menurut dan laki-laki muda itupun langsung membantu turun dari atas brankar lalu dia pun memapahnya untuk masuk ke dalam mobilnya.
Setelah itu laki-laki muda itupun langsung menyalahkan mesin mobilnya dan mobil itupun bergerak meninggalkan klinik itu.
__ADS_1
Keduanya pun terdiam,hingga laki-laki tua itupun membuka pembicaraan
"Terima kasih Nak karena kamu sudah membantu saya".
Laki-laki itupun tersenyum
" Sama-sama Pak.Tapi boleh saya bertanya?
Laki-laki tua itupun menoleh kearah nya
"Mengapa Bapak bisa jatuh dari motor?
Sebelum menjawabnya laki-laki itupun menarik napas dalam-dalam lalu dia pun menghembuskan nya pelan-pelan.
" Tadi saat membawa motor kepala Bapak tiba-tiba saja mendadak sedikit pusing jadi akhirnya Bapak jatuh dari motor yang Bapak kendarai."
"Jadi begitu kejadiannya.Maaf Pak apa rumah bapak masih jauh?tanyanya karena jujur sekali sekarang ini dirinya begitu lelah dan ingin sekali beristirahat.
" Lurus saja Nak sedikit lagi rumah Bapak sampai".jawabnya dan laki-laki muda itupun mengangguk.
Dan tak lama mobil yang di bawa laki-laki muda itupun sampai didepan sebuah rumah minimalis bercat serba putih.
"Itu rumah Bapak Nak".tunjuknya kearah rumah di depan nya.
Laki-laki muda itupun melihat nya dia pun mematikan mesin mobilnya dan keluar dari dalam mobilnya dan menuju ke kursi penumpang lalu dia pun membantu laki-laki tua untuk turun dan memapahnya masuk ke dalam rumah nya.
Tapi pandangan kedua mata laki-laki muda itupun melihat kertas besar bertuliskan
"RUMAH INI DI JUAL"
Sungguh hatinya benar terkejut
"Apa yang terjadi dengan keluarga ini? tanyanya dalam hati.
bersambung
__ADS_1