
Beana berjalan memasuki gang sempit menuju ke arah kontrakan nya,di tangannya dia membawa dua buah kantong kresek yang berisi kan pesanan sang anak yaitu ayam chicken dan juga dia pun membelikan ayam bakar untuk Ibu pemilik kontrakan sebagai tanda terima kasih karena sudah membantu menjaga putri nya selama dia bekerja.
Langkah nya semakin di percepat saat Ibu muda itu mendengar suara seorang anak kecil.Dan tak lama kemudian dia pun sampai dan dia pun melihat putri kecilnya kini sedang bermain sepeda di temani oleh suami Bu Diah si pemilik kontrakan.
Suara tawanya terdengar membuat bibirku tidak henti-hentinya tersenyum melihat keceriaan putri kecilku.
"Assalamualaikum".ucapku setelah sampai.
" Waalaikumsalam ".jawab ketiganya berbarengan.
Senyum mengembang terlihat dari bibir mungilnya dengan cepat gadis kecil itu menjatuhkan sepedanya lalu dengan langkah tergesa-gesa gadis kecil itu langsung berlari untuk memeluk Bundanya.
" Bunda".panggilnya.
Beana pun langsung berjongkok untuk menyamai tinggi putrinya.
"Bunda sudah pulang?
" Iya".
Gadis kecil itupun tersenyum lalu kembali memeluk Bundanya.Lalu melepaskan nya sesaat teringat sesuatu
"Bunda bawa pesanan Sam?tanyanya kepada Bunda nya dan Ibu muda itupun mengangguk sambil memberikannya kepada gadis kecil itu.
" Hore.Terima kasih Bunda".katanya sambil mencium pipi Bunda nya.
"Sama-sama sayang. Sam mau makan di sini atau di rumah?
Gadis itu terdiam sejenak sepertinya sedang berpikir hingga tak lama gadis kecil itu pun berkata
" Sam mau makan di rumah kalau Sam makan di sini nanti Nenek sama Kakek pasti minta".katanya polos dan itu membuat ketiga orang dewasa itu menjadi tertawa.
"Memangnya Nenek sama Kakek tidak boleh minta?tanya Ibu Diah
" No, ini punya Sam jadi tidak boleh minta ".katanya sambil memeluk kantong kresek dengan erat.
__ADS_1
Mendadak ketiga orang dewasa itu pun tertawa saat melihat tingkah gadis kecilnya.
Karena merasa lelah akhirnya Beana pun berpamitan kepada Ibu dan Bapak Diah untuk pulang ke kontrakannya setelah terlebih dahulu memberikan kantong kresek yang berisikan ayam bakar.
Sampai di rumah Ibu muda itu langsung mengambilkan nasi untuk putri nya makan.Entah mengapa kali putri kecil nya itu tidak bersikap manja seperti biasanya dan itu membuat nya sedikit bingung dengan perubahan sikapnya yang mendadak itu.
"Sam".panggilnya.
Gadis itupun melihat kearah Bundanya lalu tersenyum dengan wajah imut nya.
" Ada apa Bunda?
"Makannya mau Bunda suapin?
" Tidak Bunda,Sam mau makan sendiri".ucap putri nya dan membuat hati Ibu muda itupun terharu.
"Sam mau bisa Bunda".katanya lagi dan membuat Beana mengusap kepalanya lembut.
" Anak Bunda sudah besar ".pujinya.
" Ya udah karena Sam sudah bisa makan sendiri jadi Bunda tinggal dulu".
"Bunda mau pergi lagi?tanyanya sambil melihat ke arah Bundanya yang akan berdiri dari duduk nya.
" Bunda tidak pergi sayang, Bunda hanya mau mandi".
"Oh.".ucapnya sambil cengengesan.
" Sudah lanjutkan makannya Bunda mandi dulu ".katanya dan gadis kecilnya itupun hanya bisa mengangguk kan kepalanya karena mulutnya penuh dengan makanan.
Wanita itupun tersenyum lalu dia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian santai Ibu muda itu pun mendekati sang putri yang masih duduk di depan televisi sambil mengunyah makanannya.
" Belum selesai makannya sayang? tanyanya setelah duduk di samping putrinya.
__ADS_1
"Belum Bunda,ini nasinya sedikit lagi habis".katanya sambil menunjuk ke piringnya.
" Habiskan ya sayang ".
Gadis kecilnya pun mengangguk kan kepalanya.
Tak lama kemudian Beana pun melihat gadis kecil itu bangun dari duduk nya lalu berjalan menuju dispenser dan dia pun melihat gadis kecilnya itu sedang mengambil air putih dan meminumnya.
" Kamu memang kamu sudah besar Nak".batinnya berkata.
"Bunda kenapa?
" Bunda tidak apa-apa. Ayo Bunda anterin kamu mencuci tangan ".
" Baik".
Kini Beana sedang menemani gadis kecilnya menonton menonton film kartun kesukaan gadis kecilnya.
"Bunda".katanya.
" Iya sayang ".
" Apa Sam punya Ayah?
Deg... deg... deg
Beana terkejut saat mendengar nya. Dan tiba-tiba saja jantung nya berdetak sangat kencang saat pertanyaan itu terlontar dari bibir kecilnya.
"Apa Ayah tidak sayang sama kita?
Beana tidak bisa berkata apa-apa lalu dia pun langsung memeluk tubuh gadis kecilnya dan tanpa terasa dia pun menangis.
" Kalau Bunda tau keberadaan Ayah kamu mungkin kehidupan kita tidak kan seperti ini, tapi Bunda benar-benar tidak tau di mana Ayah kamu".ucapnya dalam hati.
bersambung
__ADS_1