Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
136


__ADS_3

Sehan sekarang sedang duduk di ruang tv sambil otaknya terus saja berpikir kira-kira kata-kata pertama apa yang akan di ucapkan nya kepada putrinya nanti.Sungguh hatinya benar-benar bingung untuk memilih kata-kata apa.


"Gila lama-lama aku bisa gila hanya karena memikirkannya".


umpatnya sambil mengacak-acak rambutnya dengan tangan nya.


" Apa aku cari di google saja bagaimana caranya berbicara kepada anak berusia empat tahun ".katanya sambil mengambil ponselnya dari balik saku celananya lalu menyalahkan nya dan mengetik sesuatu di ponselnya.


Lama menunggu akhirnya layar di ponselnya pun membuahkan hasilnya.Perlahan-lahan senyuman di wajah laki-laki itupun terlihat setelah berhasil lalu dengan cepat dia pun langsung keluar dari aplikasi itu.


"Lebih baik aku pesan semuanya sekarang nanti kalau Samara bangun semua yang di butuhkan sudah tersedia."ucapnya senang.


Setelah memesan semuanya laki-laki itupun melangkah ke arah pantry untuk mengambil minum.Tenggorokannya begitu haus saat ini lalu dengan cepat dia pun mengambil gelas lalu mengisinya dengan air putih dan meneguk nya hingga tandas tak tersisa hingga tiba-tiba ponselnya pun berbunyi dengan pelan dia pun membuka ponselnya dan terlihat sebuah pesan


"Tuan muda kami sudah menemukan orang yang menguntit Anda, saya kirimkan foto dan juga bukti nya".pesannya.


Laki-laki itu pun langsung menarik kursi di meja makan lalu dia pun duduk sambil kedua matanya masih fokus melihat ke arah ponselnya dan membukanya. Alangkah terkejutnya laki-laki itu saat tau siapa orang dibalik semuanya, tangannya mengepal hingga membuat jari-jari kukunya menjadi memutih menahan rasa kesal dan emosi.


"Rupanya kamu ingin bermain-main dengan ku".gumamnya


" Tapi kau salah memilih lawan ".ucapnya lagi dengan wajah menahan emosi. Ingin rasanya dia pergi keluar menemui si pembuat masalah tapi dia tidak mungkin meninggalkan Beana dan Samara.


Untuk meredam emosinya dia pun akhirnya kembali mengambil minum lalu meneguknya hingga perlahan-lahan hatinya yang di selimuti dengan emosi itupun menjadi sedikit berkurang


"Astaghfirullah Azim".ucapnya lagi hingga emosi itupun akhirnya mereda hingga tak lama terdengar suara bel berbunyi


Sehan berjalan keluar dari pantry menuju ke arah pintu. Setelah itu dia pun langsung membuka pintunya dan dia pun melihat lima orang sedang berdiri sambil tangan mereka memegangi sesuatu


"Malam Tuan".ucap semuanya.


"Malam. Apa semua pesananku sudah lengkap?tanyanya sambil melihat kearah lima orang laki-laki yang sedang berdiri itu.


Semuanya pun mengangguk


"Sudah Tuan".


" Cepat bawa masuk".titahnya dan semua nya pun langsung membawa pesanan itu ke dalam tempat yang sudah di sediakan.


Setelah semua barang yang di pesannya sudah tersedia kini laki-laki kembali ke pantry untuk menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga.


Dengan cekatan laki-laki itupun memasak makan malam yang spesial untuk dirinya dan kedua bidadari nya.Sungguh hatinya benar-benar tidak pernah menyangka kalau sekarang ini dirinya bisa memasakkan sesuatu untuk orang lain.


Sehan tersenyum setelah dia berhasil menyelesaikan masakan nya lalu dia langsung memindahkannya ke wadah yang telah di siapkan dan menatanya di atas meja.

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga".ucapnya lalu berjalan menuju ke lantai dua di mana kedua bidadari nya kini berada.


Pelan-pelan di bukanya pintu kamarnya


Ceklek (suara pintu di buka )


Laki-laki itupun langsung masuk kedalam dan dia pun melihat kedua bidadarinya kini sedang duduk di atas tempat sepertinya wanita yang berbeda usia itu sedang mengobrol santai.Tapi obrolan keduanya pun terhenti saat melihatnya


"Kak Se, kakak dari mana?tanyanya karena sedari tadi dia tidak melihat laki-laki itu.


Laki-laki itupun masuk dengan rasa yang benar-benar canggung karena dirinya di tatap oleh putrinya.


" Aku habis dari pantry ".ucapnya sambil melihat kearah putrinya yang terus memandangi nya.Sepertinya anak kecil itu sedang mengingat laki-laki yang sedang berdiri di dekat pintu.


" Kakak ke pantry ngapain?


"Aku memasak makan malam".


Wanita itupun terkejut


" Apa, kakak masak?Memangnya kak Se bisa?tanyanya dengan sorot wajah tak percaya.


"Tentu saja bisa.Kamu mau mencicipi nya?ucapnya bangga.


Wanita itupun tersenyum


"Iya.Samara mau makan".ucap nya sambil tersenyum dan itu membuat hati laki-laki itu merasa bahagia.


" Em.. mau makan di sini atau di ruang makan?


"Di ruang makan saja kak".jawab Beana sambil bangun dari tempat tidur.


Laki-laki itupun langsung melangkah mendekati tempat tidur.


" Biar aku bantu".ucapnya menawarkan diri.


"Tidak usah kak, Ana bisa sendiri".ucapnya menolak.


" Tapi kamu kan masih lemah Be, nanti kamu jatuh gimana? tanyanya khawatir.


Wanitanya pun tersenyum.


"Ana sudah sembuh kak".ucapnya dan laki-laki itupun akhirnya menuruti nya.

__ADS_1


" Baiklah, ayo kita makan ".ucapnya mengalah.


Akhirnya ketiganya kini sudah berada di meja makan.Beana melihat kearah meja di mana di atas nya sudah ada beberapa menu.Ada sup iga sapi,perkedel dan masih ada lagi.


" Kenapa? tanyanya saat melihat wanita nya terlihat kebingungan saat melihat kearah meja.


"Apa benar ini kakak yang masak?tanyanya dengan raut wajah tidak percaya


"Kamu tidak percaya kalau aku yang memasaknya?tanyanya sambil. melihat kearah wanita nya sedangkan putri mereka hanya bisa terdiam sambil mendengarkan perdebatan keduanya.


Hingga perdebatan keduanya pun berhenti saat mendengar seseorang berbicara


"Hem.. ".katanya sambil mengetuk-ngetuk kan sendok di meja hingga menimbulkan bunyi dan kedua orang dewasa itupun akhirnya menoleh kearah sumber suara.


"Samara lapar".katanya sambil memegangi perutnya.


Kedua orang dewasa itupun langsung menghentikan perdebatan nya dan kini ketiga nya sedang memakan malam tanpa suara.


Akhirnya makan malam itupun selesai.Laki-laki itu langsung merapihkan piring dan alat makan yang kotor lalu menaruhnya di wastafel.


Kini kedua orang dewasa sedang berada di wastafel untuk berebut mencucinya dan lagi-lagi keduanya tidak ada yang mengalah hingga membuat gadis kecil yang sedari tadi melihat nya akhirnya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku keduanya.


"Ayah Bunda".panggilnya hingga membuat kedua orang dewasa itupun menoleh kearah nya.


"Samara, barusan kamu panggil saya Ayah? tanyanya sambil melihat kearah gadis kecil yang sedari tadi hanya terdiam tanpa bicara.


" Iya".ucapnya sambil menganggukkan kepalanya.


Laki-laki langsung melihat kearah wanita nya dan dia pun menganggukkan kepalanya


"Ana sudah memberitahu Samara kalau kak Se adalah Ayahnya".ucapnya dan membuat laki-laki itupun langsung melangkah mendekati putrinya dan dia pun langsung memeluk nya lalu menggendong nya.


" Samara putri Ayah".ucapnya dengan mata basah dengan air mata.


"Ayah.Samara rindu Ayah".ucapnya sambil memeluk leher Ayahnya dengan erat.


" Ayah juga.Ayah sangat merindukan kamu".


"Jangan pergi lagi".rengeknya dan laki-laki itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.


Beana menghapus air matanya, sungguh wanita itu begitu sangat bahagia karena putrinya kini sudah bisa bertemu dengan Ayah yang sangat di rindukan nya.Ternyata putrinya begitu pengertian setelah dia memberitahukan kalau laki-laki yang pernah di temui nya di restoran adalah Ayahnya.Dan sekarang ini mereka berdua sedang berada di rumah nya.


Laki-laki itu pun melihat ke arah wanitanya dengan raut wajah bahagia

__ADS_1


"Terima kasih Be".ucapnya sambil memeluk putrinya dan wanita nya pun menganggukkan kepalanya tanda iya.


bersambung


__ADS_2