
Cek lek
Terdengar suara pintu di buka dari dalam, hingga dari sana terlihat seorang gadis sedang berjalan keluar dari ruangan itu.
Di depan pintu seseorang tersenyum lalu mendekatinya
"Bagaimana, kamu di terima kerja?tanyanya penasaran.
Gadis itu tersenyum
" Alhamdulilah, aku di terima Mba.
"Syukurlah aku senang mendengar nya".
"Makasih ya Mba karena sudah bantuan aku cariin kerja".
"Sama-sama.Boleh aku tau kamu kerjanya di bagian apa?
Gadis itu pun terdiam sejenak lalu akhirnya dia pun berkata
" Aku kerja di bagian pencuci piring".
"Ah apa aku ngga salah dengar kamu di tempat kan di bagian pencuci piring, kok bisa".katanya dengan wajah sedikit terkejut.
" Tentu saja bisa Mba karena lowongan pekerjaan yang tersisa hanya sebagai pencuci piring".
"Aku akan bilang sama Bu Manajer minta pindahin bagian kamu biar sama kaya aku yaitu sebagai waitress saja".
__ADS_1
Beana langsung memegang tangan wanita yang berada di hadapannya
" Jangan Mba itu tidak usah. Lagipula sudah untung aku masih di terima kerja di sini, aku hanya lulusan SMP Mba jadi wajar saja aku di tempat kan di bagian itu karena aku jiga tidak keberatan dengan itu.Justru sekarang ini aku itu sangat bahagia karena sudah memiliki pekerjaan untuk menghidupi diriku sendiri. Sungguh aku senang Mba.Dan aku tidak pernah merasa malu dengan pekerjaan ini selama pekerjaan itu halal".
"Kamu benar Ana.Ya udah aku anterin kamu ke loker kamu terus ganti baju kamu dengan seragam kerja."
"Baik Mba".katanya sambil mengikuti wanita yang berjalan di depannya.
Tibalah mereka di sebuah ruangan di mana berjejer begitu banyak loker dan juga ruangan ganti di dalam nya.
" Ana".
"Iya Mba".katanya setelah mendekati wanita itu.
" Ini loker kamu, kamu bisa menaruh barang-barang kamu di sini".ucapnya sambil menunjukkan sebuah loker yang masih kosong.
Gadis itupun melihat nya.
" Sama-sama Ana."
Kebetulan Restoran yang belum buka memudahkan wanita yang bernama Wita itu memperkenalkan Ana kepada teman-teman seprofesi nya itu. Semuanya menyambut kedatangan gadis itu dengan tangan terbuka.
Mereka saling berjabat tangan untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing tanpa ada rasa sungkan. Mereka begitu baik memperlakukan dirinya sebagai seorang pegawai baru.
"Alhamdulillah sekarang Bunda sudah dapat pekerjaan sayang.Semua itu berkat kamu, sehat-sehat Ya di dalam perut Bunda."katanya sambil mengusap-usap perutnya yang masih rata.
Ana melangkah mendekati wastafel di mana di dalam nya kini sudah banyak sekali piring-piring yang menumpuk di dalamnya.
__ADS_1
Sejenak dia pun terdiam lalu tak lama gadis itu memakai sarung tangan karetnya lalu dia pun mulai mencucinya.
"Bismillahirrahmanirrahim".
Beana dengan hati mulai menyabuni piring-piring itu lalu membilas nya setelah semuanya sudah tercuci dia puan langsung mengelap nya supaya piring-piring itu bisa di pergunakan kembali.
Dari jauh seseorang memperhatikan cara gadis itu bekerja dan dirinya begitu puas saat melihat bagaimana gadis itu bekerja.
"Sungguh gadis yang sangat rajin dan ulet."ucapnya dalam. hati lalu diapun melangkah pergi meninggalkan gadis itu.
Sementara di lain tempat.
Di sekolah kini semua para guru bingung karena salah satu muridnya sudah hampir satu minggu tidak masuk sekolah.
Apakah muridnya itu sakit atau apakah sudah berhenti tapi tidak ada satupun yang tau mengenai kabar murid berprestasi itu.
Jangankan staf guru-guru kedua sahabat nya pun sampai sekarang tidak mengetahui kabar sahabatnya itu.
"Apa Ana masih sakit jadi dia tidak masuk sekolah lagi".kata Rasty kepada Almira yang duduk di sebelahnya.
" Mungkin saja. Bagaimana nanti sepulang sekolah kita ke kosannya ".ucap Rasty.
" Usul yang bagus".
"Ya mudah-mudahan saja Ana baik -baik saja.Jujur gue mengkhawatirkan dirinya".
" Sama gue juga. Gue benar-benar ngga sabar nunggu jam pulang sekolah ".
__ADS_1
" Sama".katanya dan keduanya pun melanjutkan fokus dengan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru di depan kelas.
bersambung