
Jam menunjukkan pukul delapan pagi. Kedua laki-laki yang berbeda usia itupun kini sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
Pemuda itu melihat ke arah mobilnya lalu memasuki nya dan menyalahkan mesinnya. Kini pemuda itu sedang memanasi mobilnya sambil mengecek bensin nya apakah masih banyak atau tinggal sedikit.
Setelah beberapa menit akhirnya dia pun selesai dan dia pun melihat Pak Awan sudah berdiri tidak jauh darinya.Pemuda itu pun mendekati nya
"Sudah siap Pak?
" Sudah ".
" Kalau begitu kita berangkat sekarang ".kata pemuda itu.
" Baiklah biar Bapak kunci dulu rumah nya".katanya hendak melangkah ke arah pintu tapi pemuda itupun langsung menghentikannya
"Biar saya saja yang menutup pintunya,Bapak langsung masuk ke dalam mobil saja".ucapnya menawarkan diri dan laki-laki itupun mengangguk.
Sehan pun langsung berjalan mendekati pintu dan dia pun langsung menguncinya setelah itu dia pun langsung kembali menuju ke mobilnya dan sudah mendapati sosok Pak Awan kini sudah duduk di kursi penumpang.
"Ini kuncinya Pak".ucapnya sambil memberikan kunci kepada laki-laki yang kini duduk di sebelah nya.
Laki-laki itupun menerimanya
" Terima kasih Nak Sehan".
"Iya Pak sama-sama".ucapnya sambil menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah menuju ke arah jalan raya.
Perjalanan terasa begitu cepat hingga kini keduanya akhirnya sampai di rumah sakit.Setelah memarkirkan mobil nya kini kedua laki-laki berbeda usia itu pun berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
Pak Awan pun berjalan dengan langkah sedikit pelan dan masih di papah oleh Sehan.
"Ruangan nya masih jauh Pak?
" Masih Nak.Ruangan perawatan nya berada di sebelah lorong itu",
Selama perjalanan memasuki rumah sakit kedua laki-laki itu hanya diam hingga mereka pun akhirnya sampai di depan ruangan perawatan,tapi tiba-tiba ponselnya pun berdering dan dia pun mengambil ponselnya yang berada di saku celana panjang nya.
__ADS_1
"Bapak masuk duluan saya mua angkat telpon dulu".izinnya dan laki-laki itupun mengangguk.
Kini pemuda itu sedang berdiri di dekat jendela dan dia pun melihat nama pemanggil nya dia pun langsung memasang earphones ke telinganya.
"Hallo Tuan muda".ucap orang di sebrang.
" Hem ada apa?
"Maaf Tuan muda saya mengganggu waktu Anda".
"Katakan ada apa?
Lalu orang yang di dalam telpon itupun berbicara dan dia pun mendengarkan nya dan setelahnya dia pun menutup telpon nya dengan raut sedikit kesal.
" Sampai kapan laki-laki tua itu selalu mengatur hidupku,tidak bisakah dia tidak mengusik kehidupan ku".gerutunya dalam hati.
Hingga beberapa menit kemudian dia pun masih betah berdiri di dekat jendela sambil pandangannya melihat kearah luar di mana begitu banyaknya kendaraan yang sedang berlalu lalang.
Kini moodnya tiba-tiba berubah setelah mendengar orang kepercayaannya itu berbicara.Hingga tiba-tiba seseorang menepuk bahunya pelan dan membuat nya berbalik lalu dia mendapati calon mertua nya sedang berdiri di sampingnya lalu laki-laki itupun tersenyum
"Memangnya kelihatan ya Pak kalau saya lagi ada masalah?
"Bapak hanya menebak saja.Jadi apakah tebakan Bapak benar? tanyanya sambil duduk di kursi tunggu.
Pemuda itupun tersenyum lalu dia pun ikut duduk di kursi
"Saya memang mempunyai sedikit masalah ya biasalah Pak masalah kerjaan".ucapnya menjelaskan dan laki-laki itupun mengangguk mengerti.
" Apa Bapak sudah menjenguk istri Bapak?
"Sudah".
" Boleh saya menjenguknya?Ya saya hanya ingin melihat keadaan nya saja".ucapnya.
"Baiklah mari saya antar ke ruangan nya".katanya sambil bangun dari duduk nya dan pemuda itupun mengikutinya.
__ADS_1
Kini keduanya pun masuk ke dalam ruangan dimana seseorang kini sedang terbaring dengan beberapa alat medis di tubuhnya.
Ceklek
(Suara pintu di buka dari luar)
Pintu itupun terbuka di mana terlihat seorang wanita yang kini sedang tidur terbaring.
Keduanya mendekati ranjang di mana ada seorang wanita yang kini sedang berjuang untuk bertahan hidup.
Sehan memandangi wajah wanita yang sedang terbaring koma itu dan dia pun melihat nya
"Pantas saja gadis polos ku begitu sangat cantik ternyata turunan dari Ibunya".gumamnya dalam hati.
" Nak Sehan!panggil nya
"Iya Pak".jawabnya.
" Bapak tunggu di luar saja ".ucapnya sambil berjalan keluar dari ruangan itu dan Sehan pun hanya mengangguk.
Setelah laki-laki itu pergi Sehan pun melangkah mendekati ranjang dan dia pun membuka maskernya dan mulai berbicara sambil membungkukkan badannya mendekat ke arah telinganya lalu dia pun mulai berbicara
" Assalamualaikum Bu, perkenalkan nama saya Sehan. Kedatangan saya kesini hanya ingin mengatakan tentang putri Anda jadi bangun lah Bu jika Anda ingin menemuinya ".bisiknya di telinganya dan dalam sekejap tubuh wanita itupun bereaksi dengan di tandai dengan suara alat detak jantung
Pemuda itupun langsung memencet bel untuk memanggil Dokter dan dengan cepat Dokter pun langsung masuk untuk memeriksa nya.
Sehan keluar dari dalam ruangan itu dengan raut wajah sedikit panik
"Ada apa Nak Sehan? Tanyanya penasaran tapi pemuda itupun hanya terdiam dan membuat hati laki-laki itupun menjadi panik
"Semoga istri ku baik-baik saja".
Do'anya dalam hati.
bersambung
__ADS_1