Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
71


__ADS_3

Beana melangkah masuk ke dalam sebuah ruko, di sana sudah banyak orang-orang yang sedang mengantri untuk mendapatkan giliran.


Di pandangi tempat itu berkali-kali


"Apakah ini adalah keputusan yang tepat atau tidak ya? tanyanya dalam hati.


Di remas tangannya itu dan berkali-kali hatinya berbicara agar segera pergi dari tempat itu.


Di tengah rasa gelisah nya dia pun terkejut saat nomor antriannya kini di sebut kan,mau tak mau akhirnya dia pun berjalan mendekati sumber suara.


"Selamat pagi".sapanya ramah.


" Selamat pagi".balasku.


"Ada yang bisa saya bantu Bu?


" Saya mau menggadaikan ini. "katanya sambil memberikan sebuah cincin kepada pegawai pegadaian.


Pegawai itupun langsung menerimanya.


" Ibu mau menggadaikan berapa?


"Berapa ya".katanya sambil berpikir.


Di saat wanita itu sedang sibuk dengan urusan nya.Terlihat seseorang yang sedang berdiri tidak jauh darinya kini sedang memperhatikan nya juga melihatnya.


Hingga tak lama wanita itupun berjalan ke luar dari tempat itu.


Setelah wanita itu pergi laki-laki itupun mendekati pegawai pegadaian.


Wanita pegawai pegadaian itu pun tersenyum saat melihat ramah.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?

__ADS_1


"Iya.Saya mau tanya tentang wanita yang tadi baru pergi dari sini".


Wanita pegawai pegadaian itu mengerutkan kening nya dan membuat laki-laki itupun kembali berbicara


" Tenang saja Mba saya tidak bermaksud jahat kok,wanita yang tadi itu istri saya jadi saya hanya ingin tau apa yang dia lakukan di sini".katanya mencoba meyakinkan.


"Tadi Istri Anda menggadaikan sebuah cincin".


" Cincin?


"Iya".


" Boleh saya lihat cincinnya?


"Baiklah".pegawai pegadaian itu langsung mengambil sebuah kotak dan meletakkan nya di depan laki-laki itu.


Laki-laki itu langsung mengambil kotak itu lalu membuka nya dan dia pun terkejut saat melihat nya.


" Inikan ".ucapnya sedikit terkejut.


" Tidak apa-apa.Berapa dia menggadaikan nya? tanyanya.


"Lima juta pak".


" Apa lima juta?tanyanya tidak percaya.


"Iya pak".


Sehan terdiam sambil tangannya terus memegangi kotak itu.


" Dasar gadis polos kau hanya menghargai cincin ini hanya lima juta saja, tidak taukah dia harga cincin ini melebihi dari lima juta." gumamnya dalam hati.


Laku laki-laki itupun melihat ke pegawai pegadaian itu dan mengeluarkan sebuah kartu

__ADS_1


"Saya tebus cincin ini".


" Baiklah Pak".ucap pegawai pegadaian itu langsung memprosesnya.


Sehan keluar dari tempat pegadaian dia pun berjalan kembali ke rumah sakit.


Tapi langkahnya terhenti saat mendengar handphone nya berbunyi dan dia pun melihat nama pemanggil nya.


"Tidak ada namanya".katanya sambil terus melihat kearah handphone nya.


Karena di rasa telpon itu tidak terlalu penting akhirnya laki-laki itupun mengabaikan nya hingga panggilannya pas ketiga kalinya barulah dia pun mengangkat nya tapi telpon itu pun langsung mati.


Sebelum dirinya memasukkan handphone nya terdengar suara notifikasi dari wa.


"Assalamualaikum".


" Bisa kita bertemu Tuan, saya tunggu di kafe x".pesannya.


Sehan pun tersenyum.Dan dia pun langsung berjalan menuju ke arah kafe x.


Dan disinilah laki-laki itu kini di sebuah kafe. Laki-laki itu kini sedang berjalan dengan hati yang begitu senang.Dia melangkah sambil tersenyum sangat senang.


"Kenapa hatiku sangat berdebar-debar? Ah seperti nya aku sedang jatuh cinta lagi dengan wanita yang sama.Wanita yang telah memberikan aku anak yang begitu cantik, cantik seperti dirinya".gumamnya dalam hati.


Sampailah kini dirinya di meja no.02 dimana wanita nya kini sudah menunggunya.


"Cantik".pujinya dalam hati.


Beana terdiam sejenak dirinya mencium sesuatu


" Wangi ini seperti wangi parfum kak Sehan."katanya sambil kedua matanya melihat seseorang sedang berjalan ke arahnya.


"Dia".

__ADS_1


bersambung


__ADS_2