
Di sebuah ruangan terlihat seorang wanita sedang duduk di kursi nya sambil mengerjakan sesuatu di laptopnya.
Di depannya seseorang kini sedang memperhatikan nya.
"Masih lama kak?tanyanya sambil melihat wanita itu tengah asyik mengotak ngatik laptopnya dan mencuekinya.
Wanita itu pun melihatnya tapi hanya sebentar saja lalu kembali lagi dengan laptopnya.
" Aku lagi sibuk Se".jawabnya tanpa melihat ke arah nya.
"Apa segitu sibuknya sampai-sampai mengacuhkan aku?tanyanya mulai kesal.
Wanita itu pun mematikan laptopnya dan kini dia melihat ke arah laki-laki itu.
"Memang nya aku harus lakuin apa?tanyanya mulai serius.
"Hem apa ya".ucapnya sambil berpikir.
" Ayolah Se cepat katakan karena aku sedang banyak pekerjaan ".
"Oke.Aku mau mulai besok Beana bekerja di apartemen ku".
" Apa. Apa aku tidak salah dengar?
"Kakak tidak salah dengar".ucapnya membenarkan.
" Se, terus terang aku bingung dengan semua keputusan mu.
Sebenarnya apa rencanamu tanyanya ingin tau.
Laki-laki itupun bangun dari duduknya lalu dia berjalan menuju ke arah jendela.
"Sebenarnya aku belum mempunyai rencana apapun,tapi jujur kak dalam hati ini begitu sakit saat melihat wanita yang aku cintai itu bekerja sebagai pencuci piring di restoran ku sendiri.Dan ide ini hanya terlintas saja aku dapatkan tadi."ucapnya.
Wanita itupun ikut bangun dari duduknya dan dia pun ikut berdiri di dekat jendela sambil ikut melihat suasana jalanan Ibu kota yang terlihat begitu ramai dengan banyaknya kendaraan beroda dua dan kendaraan beroda empat.
"Aku mau kakak bantu aku agar Beana bisa bekerja di apartemen aku".
Wanita itu diam sejenak seperti nya sedang berpikir.
"Ayolah kak bantu aku".ucapnya memohon.
" Baiklah nanti kakak bantu tapi ingat jangan lupa cuan nya".
"Ah kakak ini selalu saja pinta bayaran seperti rentenir saja".
" Ah..... ah.. ah".
(suara orang tertawa)
"Apa salahnya toh uang mu pun banyak dan ngga habis-habis jika di berikan ke aku itu hanya recehan".
" Iya nanti aku transfer tapi kalau pekerjaan kakak sudah berhasil kalau belum ya ngga ada cuan. Oke deal".katanya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman.
"Deal".katanya sambil bersalaman.
"Oke aku pergi dulu, aku tunggu besok pagi wanita ku itu di apartemen".katanya sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
"Iya".jawabnya sambil melihat adik sepupunya itu hilang dari balik pintu.
"Saatnya bekerja demi cuan, semangat".ucapnya sambil menelpon seseorang.
__ADS_1
Sementara itu Beana kini masih sibuk dengan pekerjaan nya, karena dia merasakan pekerjaannya tidak habi-habis.
" Mengapa cucian piring dan gelasnya ngga habis-habis sih".gerutunya dalam hati.
Sesekali dia pun berhenti karena lelah terus saja berdiri.Di usapnya keringat yang keluar dari keningnya.
Pada saat dirinya sedang istirahat sebentar tiba-tiba seseorang menghampiri nya.
"Ana" panggil seseorang.
Ibu muda itupun menoleh dan dia pun kembali berdiri dari duduknya.
"Iya Mba Mira ada apa?ucapnya saat wanita itu mendekat ke arah nya.
"Kamu di panggil Bu Santi di suruh segera ke ruangan nya".
Ibu muda itupun terdiam sejenak dan itu membuat wanita yang berada di depan nya menjadi sedikit bingung melihat ekspresinya yang sedikit terkejut.
" Hey Ana kok kamu malah diam aja".
Beana pun tersadar
"Maaf Mba aku melamun tadi".
" Ya sudah jangan diulangi lagi, sudah kamu ke ruangan Bu Santi sudah di tungguin".
"Baik Mba tapi pekerjaan aku bagaimana?
"Sudah kamu tenang saja pekerjaan kamu nanti ada yang meng-handle nya jadi tidak usah memikirkan pekerjaan oke".
Wanita itupun mengangguk
" Baiklah.Aku tinggal dulu".izinnya sambil membuka celemek dan sarung tangannya lalu dia pun menaruhnya di tempat penyimpanan.
"Semoga saja Beana tidak di pecat, kalau sampai itu terjadi bagaimana nasib dia dan putri kecilnya".ucapnya dalam hati.
Beana berjalan menuju ke ruangan Manajernya.Tak lama pun kini wanita itu sudah berada di depan ruangan itu.
Deg.... deg... deg..
(suara detak jantungnya)
Dia pun menarik napas dalam-dalam lalu dia pun menghembuskan nya pelan-pelan, setelah di rasa kini dirinya sudah dalam keadaan baik-baik saja barulah dia pun mengetuk pintunya
Tok.... tok.. tok
(Suara pintu di ketuk dari luar)
"Masuk".ucap seseorang dari dalam ruangan.
Ibu muda itupun langsung membuka nya dan dia pun masuk kedalam ruangan itu dan dia melihat Bosnya itu kini sedang sibuk dengan laptop nya yang berada di atas meja kerjanya.
" Duduklah Ana".perintahnya tanpa melihat nya.
Wanita itupun langsung menuruti nya dan kini dia pun duduk di kursi berhadapan dengan nya.
"Ibu panggil saya?
" Iya".jawab nya sambil melihat kearah nya dan wanita yang berada di depannya itu hanya terdiam tanpa bicara
"Ana,ada satu hal yang ingin saya bicarakan sama kamu".ucapnya lagi.
__ADS_1
" Tentang apa Bu?
"Ini tentang pekerjaan mu".
" Pekerjaan saya?
"Iya".
" Apa saya akan di pecat Bu? tanyanya dengan wajah sendu.
Wanita itupun tersenyum
"Tidak bukan itu tapi mulai besok kamu tidak lagi bekerja di sini tapi".ucapnya terpotong saat tiba-tiba dia mendengar wanita yang sedang duduk itu menangis.
" Jadi saya benar-benar di pecat ya Bu".katanya dengan sedikit terisak.
"Ana.Ana dengarkan saya bicara dulu,karena saya belum selesai bicara".ucapnya sambil mencoba menenangkan wanita yang kini semakin terisak-isak.
Beana mencoba menangkan hatinya dan dia pun melihat kearah wanita yang menjadi atasannya.
"Kamu jangan salah paham Ana.Saya tidak memecat kamu, cuma saja kamu akan di pindah tugaskan di tempat lain ".
Wanita itupun mendongak kan kepalanya dan melihat wajah serius dari atasannya tersebut.
" Kalau saya tidak bekerja di sini terus saya akan bekerja di mana Bu? tanyanya ingin tau.
"Di apartemen".
" Apartemen?
"Iya".
" Kenapa harus ke apartemen Bu?
"Karena seseorang sedang membutuhkan seorang untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dan juga memasak untuknya".
Beana mengerutkan keningnya
"Jadi maksud Ibu apa?
" Maksud saya adalah saya ingin kamu yang bekerja sana".
"Kenapa saya Bu?
" Karena saya percaya nya sama kamu.Ana saya benar-benar minta tolong sama kamu, bisa kan?tanyanya dengan wajah penuh harap.
Wanita itupun akhirnya tidak tega saat melihat atasannya itu memohon kepadanya.
"Baiklah saya mau Bu tapi bagaimana dengan jam kerjanya?
"Terima kasih Ana.Dan mengenai jam kerjanya samain saja seperti dengan jadwal kamu kerja di sini".
" Maaf Bu kalau boleh tau yang tinggal di apartemen itu laki-laki atau perempuan?
"Laki-laki dan dia adalah adik sepupuku jadi mulai besok kamu sudah mulai bekerja di sana dan ini alamat apartemen nya".katanya sambil memberikan sebuah kertas berisikan sebuah alamat.
" Baik Bu".ucapnya pasrah sambil menerima kertas yang berisikan sebuah alamat.
"Saya permisi Bu".katanya sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
" Iya".jawabnya sambil mengirim kan pesan kepada seseorang.
__ADS_1
"Aku sudah selesai mengerjakan tugasku, jangan lupa transfer cuan nya segera".tulisnya dengan wajah senang.
bersambung