
Beana berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci mukanya yang basah oleh air mata.Di basuh wajahnya yang air dan dalam sekejap rasa sedihnya kini mulai sedikit hilang.Dia pun berdiri di depan cermin,kedua matanya begitu sembab karena habis menangis lalu dia pun menarik napas dalam-dalam lalu di hembuskan nya pelan-pelan.
"Kenapa aku harus seperti ini lagi sih,hanya karena mencium wangi parfum ya sama?
Padahal wangi parfum itu bukan hanya kak Sehan yang punya semua pasti bisa membelinya.
Semangat Beana kamu harus kuat demi putri mu Samara,aku harus kuat."ujarnya dalam hati.
Lalu dengan langkah yang kini di penuhi semangat dia pun mulai melakukan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
Di tempat berbeda.
Seorang laki-laki kini sedang duduk di kursi kebesaran nya sambil memeriksa berkas.
Laki-laki yang sedang fokus tiba-tiba mendengar suara pintu di ketuk dari luar.
Tok... tok.. tok
(Suara pintu di ketuk dari luar)
"Masuk".sahut seseorang dari dalam.
Dan tak lama pintu itupun terbuka dan tampaklah seorang wanita yang menjadi sekretaris itu mendekati meja kerja nya.
" Ada apa? tanyanya tanpa melihat nya.
"Maaf Pak saya mengganggu,ada Pak Irwan ingin bertemu dengan Anda".kata sekretaris nya itu dengan wajah sambil menundukkan kepalanya.
Laki-laki itupun melihat nya sekilas lalu dia pun kembali sibuk dengan kerjaan nya.
__ADS_1
"Suruh dia masuk".perintahnya
" Baik Pak, saya permisi".
ucapnya sambil berjalan keluar dari ruangan Bosnya.
Setelah wanita itu keluar tidak lama seorang laki-laki masuk ke ruangan itu sambil tersenyum kepada nya.Lalu laki-laki yang sedang duduk di kursi kerja nya kini bangun dan menghampiri nya.Keduanya pun berpelukan.
"Apa kabar Pak Setiawan".sapanya.
" Saya baik Pak Doni.Bagaiman kabar Anda?tanyanya balik.
"Saya baik".jawabnya.
"Mari kita duduk dulu".ucapnya sambil menuju sofa.
" Kapan Anda datang dari Bandung?
"Kemarin sore".ucapnya dan laki-laki yang berada di depan nya itupun hanya terdiam dan tak lama pun dia berkata
"Apa ada hal penting ingin kamu bicarakan dengan ku, hingga Anda sampai jauh-jauh menemui saya di Jakarta".
Laki-laki itupun terdiam sejenak
"Saya ingin menjalin kerja sama dengan Anda pak Setiawan".
Laki-laki yang sedang duduk di depannya itupun mengerutkan keningnya.
"Kerja sama?
__ADS_1
" Iya".
"Kerja sama dalam hal apa Tuan Dion?
Laki-laki yang bernama Dion itupun tersenyum karena laki-laki yang ada di depan nya merespon ucapan nya.
"Kedatangan saya ke sini hanya untuk mengatakan Saya ingin menjodohkan putri saya dengan putra Anda".ucapnya.
"Apa? Apa Anda katakan barusan Tuan Dion?tanyanya dengan sedikit terkejut.
" Bukankah ini rencana bagus Tuan Setiawan?
"Saya tidak Tuan Dion,ini sangat mendadak sekali".
" Sebenarnya saya sudah lama ingin membicarakan kepada Anda tapi baru sekarang saya katakan kepada Anda".
Laki-laki hanya terdiam.
"Ada apa Tuan, sepertinya Anda tidak senang dengan rencana saya ini".katanya sambil melihat laki-laki yang duduk didepan nya.
" Saya".ucapnya terhenti saat mendengar suara seseorang.
"Aku menolaknya".
Kedua laki-laki yang duduk di sofa pun melihat kearah pintu masuk.Terlihatlah sosok laki-laki yang melihat nya dengan pandangan penuh kebencian
" Sehan,Papah".ucap terhenti karena tanpa berkata-kata lagi dia pun pergi dari ruangan dengan wajah penuh kecewa.
bersambung
__ADS_1